Wali Kota Sukabumi Siapkan Tim Lintas Sektor untuk Kawal Optimalisasi PAD

- Penulis

Senin, 4 Agustus 2025 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota Sukabumi H.Ayep Zaki

Walikota Sukabumi H.Ayep Zaki

SUKABUMI, Mediakarya — Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan akan membentuk tim khusus lintas sektor untuk mengawal optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di wilayahnya. Langkah ini merupakan respons atas temuan Komisi II DPRD Kota Sukabumi terkait indikasi pengemplangan pajak oleh pelaku usaha restoran besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Ayep usai menerima masukan dari Komisi II DPRD yang menyoroti rendahnya realisasi PAD dari sektor restoran. Salah satu temuan yang mencuat adalah adanya rumah makan ternama yang diduga hanya menyetorkan pajak sebesar Rp12 juta per bulan, padahal potensi yang seharusnya bisa mencapai Rp72 juta.

“Masukan dari Komisi II terkait PAD itu cukup baik, dan saya setuju dengan semangat mereka dalam meningkatkan PAD,” ujar Ayep kepada wartawan, Senin (4/8/2025).

Ayep menjelaskan, pemerintah kota saat ini tengah menyusun rencana pembentukan tim yang melibatkan aparat penegak hukum, termasuk kejaksaan, kepolisian, dan Kodim 0607 Sukabumi, untuk memperkuat pengawasan terhadap potensi kebocoran pajak daerah.

Baca Juga:  DPRD Kota Sukabumi Laksanakan Rapat Paripurna Bahas RPJMD 2025 - 2029

“Insha Allah nanti kita akan membentuk tim optimalisasi PAD. Tunggu saja waktunya, tim ini akan melibatkan Wali Kota, kejaksaan, kepolisian, dan Kodim. Saat ini masih kita rancang,” jelasnya.

Ia berharap tim ini nantinya dapat memperbaiki sistem pemungutan pajak daerah dan meminimalisir praktik yang merugikan keuangan daerah.

“Harapannya jelas, agar PAD kita bisa meningkat. Jadi apa pun pembangunan yang kita mulai, itu semua bersumber dari PAD,” tegas Ayep.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Inggu Sudeni, mengungkap adanya selisih besar antara potensi dan realisasi pajak restoran. Menurutnya, angka yang disetorkan jauh dari hitungan yang seharusnya, sehingga patut diduga terjadi praktik pengemplangan.

“Kami hitung, seharusnya potensi setoran pajak dari tempat itu bisa mencapai Rp60 juta hingga Rp70 juta per bulan. Tapi yang masuk ke kas daerah hanya sekitar Rp12 juta,” ujarnya. (eka)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Koalisi Masyarakat Kota Sukabumi Laporkan Dugaan Penistaan Agama hingga Manipulasi Data Kependudukan
Nache Pimpin Rapat Perdana Penyusunan Ranperda LP2B Nias Selatan Tahun 2026
Jakarta On The Spot Oleh Polres Metro Bekasi Kota Disambut Hangat Warga
Truk Besar Parkir Sembarangan Di Kolong Fly Over Cipendawa, Pemerintah Tutup Mata
Pengelolaan Superblock Betos Habis, Pemkot Bekasi Diminta Ambil Alih
Telah Siap Sambut Porprov Jabar 2026, Cabor Beladiri Jadi Salah Satu Andalan
Dapat Perlawanan dari Ratusan Massa, Eksekusi Pengosongan Lahan di Kota Bandung Gagal
Pemkot Bekasi Akan Tindak Tegas ASN Nakal Yang Ganti Plat Dinas Dengan Plat Pribadi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:58 WIB

Koalisi Masyarakat Kota Sukabumi Laporkan Dugaan Penistaan Agama hingga Manipulasi Data Kependudukan

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:50 WIB

Nache Pimpin Rapat Perdana Penyusunan Ranperda LP2B Nias Selatan Tahun 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:18 WIB

Jakarta On The Spot Oleh Polres Metro Bekasi Kota Disambut Hangat Warga

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:41 WIB

Truk Besar Parkir Sembarangan Di Kolong Fly Over Cipendawa, Pemerintah Tutup Mata

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:54 WIB

Pengelolaan Superblock Betos Habis, Pemkot Bekasi Diminta Ambil Alih

Berita Terbaru