Warga Demo di BPN Tuntut Percepatan Validasi Lahan SDN 04 Burangkeng

- Editor

Selasa, 29 Juli 2025 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. BEKASI – Ratusan warga Desa Burangkeng menggelar aksi damai di depan halaman Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bekasi di Kompleks Lippo Cikarang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (29/7/2025).

Mereka menuntut ATR/BPN Kabupaten Bekasi mempercepat proses relokasi SDN 04 Burangkeng yang terkena dampak proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek Selatan (Japek Selatan) Paket IIA Setu-Sukaragam.

“Sudah sekitar lima bulan proses validasi lahan SDN 04 Burangkeng belum selesai. Hari ini kami melakukan aksi unjuk rasa agar BPN mempercepat proses validasi,” kata Sekretaris Desa Burangkeng Ali Gunawan yang ikut dalam aksi tersebut.

Aksi yang berlangsung damai itu juga diikuti Kepala Desa Burangkeng Nemin bin H. Sain, tokoh masyarakat, para wali murid SDN 04 Burangkeng, dan didampingi organisasi lingkungan hidup Prabu Peduli Lingkungan.

Seusai melaksanakan audiensi dengan pihak BPN Kabupaten Bekasi, Kepala Desa Burangkeng Nemin bin H. Sain mengatakan, pihak BPN menjanjikan validasi lahan dapat diselesaikan pada Kamis (31/7/2025).

“Alhamdulillah, walaupun Kepala BPN baru satu bulan menjabat, sudah bisa memverifikasi data sehingga besok Kamis sudah bisa dilimpahkan ke PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Setelah itu, tugas BPN selesai terkait verifikasi,” kata Nemin.

Meski proses di BPN akan segera rampung, namun proses relokasi SDN 04 Burangkeng masih membutuhkan waktu panjang. “Selanjutnya mengenai lahan pengganti dan proses pembangunan gedung SD yang baru,” terangnya.

Baca Juga:  Ratusan Warga Demo PT NSK Bearing Manufacturing Indonesia, Tolak Tender Limbah yang Singkirkan Mitra Lokal

Karena itu, Nemin masih mengkhawatirkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 04 Burangkeng. “Kami berencana akan membuat tenda darurat untuk KBM yang lokasinya jauh dari proyek tol Japek 2 sisi selatan,” katanya.

Dia menjelaskan, debu dan kebisingan kendaraan proyek, serta tiang-tiang tol yang berada di samping bangunan sekolah sangat memprihatinkan kondisi pembelajaran.

“Kami khawatir jika ada alat atau percikan material bangunan yang mengenai genteng sekolah dan gentengnya jatuh menimpa murid. Hal ini bisa menimbulkan korban,” ungkap Nemin.

Selain itu, Nemin juga mengkhawatirkan jika proses relokasi berjalan lama akan mempengaruhi nilai ganti rugi yang ditetapkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

“Sudah hampir empat tahun lalu keluarnya penilaian. Kami khawatir karena harga tanah terus naik dan bangunan juga naik, sehingga uang yang sudah dinilai tim appraisal beberapa tahun lalu tidak sesuai dengan harga sekarang,” terangnya.

Dia menambahkan, hal tersebut berpotensi menimbulkan masalah baru. “Bisa jadi luas tanah dan bangunan pengganti berkurang karena uangnya tidak mencukupi. Harga empat tahun lalu kan berbeda dengan hari ini,” pungkas Nemin. (Supri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tata Ulang Parkir Bagi ASN, Pemkot Bagi Klasifikasi Parkir Bagi Pejabat
Loker Palsu Di Bekasi Makin Menjamur, Dari Timur Pindah Ke Barat
NCW Bekasi Raya Skak DPRD dan Pemkot: Jangan Cuma Jago Tertibkan Pengemis, Shelter Terpadu Malah Mangkrak di Atas Kertas!
GMNI Kecewa Kepada Disnaker Kota Bekasi Yang Tidak Tegas Tindak Loker Palsu
Gencarkan Pengelolaan Sampah Terpadu, Sudin LH Kepulauan Seribu Bakal Sulap Pulau Pramuka Jadi Pulau Bebas Sampah Pertama di Indonesia
Sakti! Sudah Diminta Plt Bupati Bekasi Hadir, Donny Sirait Tetap Tak Mau Temui Massa Wartawan, Cuma Kirim Kuasa Hukum
Ikut Aksi, Prabu Peduli Lingkungan dan Pokja Wartawan Setu Desak Kepala DLH Donny Sirait Dicopot
Empat Kali Aksi Belum Ada Penyelesaian, Warga Ciangsana Soal Tanah Kota Wisata Ecovia Siap Geruduk DPR RI dan Istana

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Tata Ulang Parkir Bagi ASN, Pemkot Bagi Klasifikasi Parkir Bagi Pejabat

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Loker Palsu Di Bekasi Makin Menjamur, Dari Timur Pindah Ke Barat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:03 WIB

NCW Bekasi Raya Skak DPRD dan Pemkot: Jangan Cuma Jago Tertibkan Pengemis, Shelter Terpadu Malah Mangkrak di Atas Kertas!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:59 WIB

GMNI Kecewa Kepada Disnaker Kota Bekasi Yang Tidak Tegas Tindak Loker Palsu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Gencarkan Pengelolaan Sampah Terpadu, Sudin LH Kepulauan Seribu Bakal Sulap Pulau Pramuka Jadi Pulau Bebas Sampah Pertama di Indonesia

Berita Terbaru

Juru Bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli, (Ist)

Nasional

PDIP Tolak Keras Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat KDMP

Senin, 19 Okt 2026 - 18:15 WIB