Ciptakan Atlet Berprestasi Harus Dipersiapkan Dari Dini

- Penulis

Kamis, 14 April 2022 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Acara talkshow yang digelar secara virtual yang diadakan oleh Indonesia Sports Learning Center (ISLC) pada Rabu, (13/4/2022) dengan tema “Mencari Bibit Atletik”.

Acara talkshow yang digelar secara virtual yang diadakan oleh Indonesia Sports Learning Center (ISLC) pada Rabu, (13/4/2022) dengan tema “Mencari Bibit Atletik”.

JAKARTA, Mediakarya – Cabang olahraga atletik merupakan salah satu dari “Mother Of Sports” atau ibu olahraga di dunia dan menjadi cabang prioritas dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Oleh karena itu diharapkan dapat menciptaakan atlet berprestasi tertinggi dalam ajang Olimpiade mendatang.

Hal tersebut terungkap dalam acara talkshow yang digelar secara virtual yang diadakan oleh Indonesia Sports Learning Center (ISLC) pada Rabu, (13/4/2022) dengan tema “Mencari Bibit Atletik”.

Adapun narasumber yang hadir diantaranya Wakil Ketua Umum KONI yaitu Mayjend TNI (Purn) dr. Suwarno, Kabid Pembibitan PB PASI yaitu Boedi Darma Sidi, Akademisi sekaligus Ketua Pengrov PASI DKI yaitu Mustara Musa, Pelatih Atletik yaitu Eni Nuraeni dan Atlet Atletik kebanggaan Indonesia yaitu Lalu Muhammad Zohri.

Talkshow tersbut juga dihadiri presiden ISLC yaitu Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni. Dalam sambutannya Sylvi menyatakan bahwa pencarian bibit atletik ini harus terprogram dan melalui proses. Sehingga bagaimana dapat menghilangkan stigma bahwa mencetak atlet tidak by accident, tetapi by design.

“Kami berharap tema talkshow kali ini menjadi wadah silaturahmi, edukasi dan mengoptimalkan informasi diantara masyarakat atletik dan masyarakat umum lainnya,” ujar Sylvi.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Suwarno   mengatakan, keberadaan Sekolah Khusus Olahraga (SKO), jika dilakukan secara berkelanjutan dan sistematis akan sangat efektif bagi keberlangsungan atletik di masa depan.

Baca Juga:  KPU Sebut Hingga Hari Keenam Tahapan Ada 13 Parpol yang Mendaftar

Kendati demikian, dirinya menyayangkan bahwa keberadaan kurikulum pendidikan olahraga saat ini masih sebatas pelengkap pendidikan saja. “Dulu pada saat saya SD sudah diajarkan dan dipertandingkan loncat jauh sebagai salah satu nomor atletik,” ujar Suwarno.

Padahal, lanjut Suwarno, untuk menemukan bibit atlet dan atletik perlu dilakukan pembinaan sejak dini dari tingkat grassroot.

Di kesempatan yang sama, Ketua Pengprov PASI DKI Mustara Musa mengaku bahwa pihaknya selama 14 tahun terus konsisten terkait dengan pembinaan atlet. Di mana pihaknya selama ini telah mengadakan program “Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan”.

“Kami meyakini bahwa dengan adanya event-event grassroot seperti ini, akan muncul budaya berlatih lalu terbentuk dan terpantau calon atlet berbakat serta bibit-bibit atletik yang baik,” jelasnya.

Pandangan yang sama dikatakan Boedi Darma Sidi, bahwa seharusnya dasar atletik diberikan mulai dari sekolah. Selain itu dengan adanya DBON, menjadi dasar untuk melakukan pembinaan atletik secara berjenjang dan berkesinambungan di seluruh wilayah Indonesia.

Sedangkan Coach Eni serta atlet Lalu Zohri menyatakan bahwa keduanya pernah mengalami sulitnya pembinaan atletik terutama di daerah-daerah.

“Dukungan pemerintah sangat diperlukan khususnya memperbaiki sarana dan prasarana yang masih kurang serta bantuan ekonomi untuk atlet berbakat yang kurang mampu,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan
Reses Oktavianus Bu’ulolo ke-V, Aspirasi Didominasi Peningkatan Infrastruktur Dan Air Bersih
Ketika Otoritarianisme Berkostum Hukum
Jelang Puncak Ibadah Haji, Kepala BPKN Imbau Seluruh Jamaah Haji Indonesia Jaga Kondisi Fisik
Jakarta 22 Satukan Komunitas Kreatif Sambut Jakarta 500 Tahun
Kemenag Buka Pendaftaran Seleksi Bakal Calon Anggota Majelis Masyayikh Pesantren, Ini Syaratnya
Politisi PDIP Sebut Banyak Kades Tak Paham Soal Mekanisme KDMP
Pengungkapan Kasus Dugaan Korupsi Pompanisasi Mandek, ETOS: Siapa di Belakang Kepala Dinas SDA Pemprov DKI?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:48 WIB

Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:53 WIB

Ketika Otoritarianisme Berkostum Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:15 WIB

Jelang Puncak Ibadah Haji, Kepala BPKN Imbau Seluruh Jamaah Haji Indonesia Jaga Kondisi Fisik

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:26 WIB

Jakarta 22 Satukan Komunitas Kreatif Sambut Jakarta 500 Tahun

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:01 WIB

Kemenag Buka Pendaftaran Seleksi Bakal Calon Anggota Majelis Masyayikh Pesantren, Ini Syaratnya

Berita Terbaru

Dokumentasi pelantikan Pengurus Pusat AMPG Periode 2024-2029 (foto; dok. Mediakarya

Megapolitan

Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:48 WIB