Pembangunan RSUD Cerah Medika Belum Rampung, Ketua PPN Nias Barat Ingatkan Publik Tak Terkecoh Opini Menyesatkan

- Editor

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi pembangunan RSUD Cerah Medika di Nias Barat yang masih berjalan.

Kondisi pembangunan RSUD Cerah Medika di Nias Barat yang masih berjalan.

NIAS, Mediakarya – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Pemuda Peduli Nias (DPC PPN) Kabupaten Nias Barat, Agusrama Laia, menyayangkan beredarnya informasi sepihak di media sosial yang mengklaim proyek RSUD Cerah Medika telah selesai.

Ia menegaskan bahwa narasi tersebut tidak sesuai fakta lapangan dan berpotensi membohongi publik.

Berdasarkan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Selasa (7/7/2026), Agusrama mendapati aktivitas pembangunan masih berjalan. Sejumlah pekerja tampak masih melakukan tahap penyelesaian (finishing).

Di samping itu, akses masuk ke area proyek juga terpantau dijaga ketat oleh petugas keamanan berkaos Brimob.

“Pembangunan RSUD Cerah Medika Nias Barat belum selesai 100 persen. Pekerjaan masih berada pada tahap finishing. Karena itu, jangan membangun narasi yang dapat membohongi publik dan menggiring opini seolah-olah proyek ini telah rampung,” ujar Agusrama tegas sampaikan ke awak media, Jumat (10/7/2026).

Mantan Ketua DPC Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi (PJID) Nias Barat ini juga mendesak Pemerintah Kabupaten beserta pimpinan dan anggota DPRD Nias Barat untuk turun tangan melakukan pengawasan ketat.

Baca Juga:  TPA Zona 2 Bantar Gebang Terbakar, 6 Unit Mobil Damkar Dikerahkan

Hal ini mengingat statusnya sebagai proyek strategis daerah dengan anggaran fantastis, transparansi mutlak diperlukan.

“Proyek bernilai ratusan miliar rupiah ini harus diawasi secara terbuka. Hal ini demi menjamin transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat,” tambahnya.

Sebagai informasi, megaproyek RSUD Cerah Medika Nias Barat ini mulai dikerjakan sejak tahun 2025 yang diawali lewat peletakan batu pertama oleh Menteri Kesehatan RI. Proyek ini memakan nilai kontrak yang cukup besar, yakni mencapai Rp142.563.729.900.

Berdasarkan data yang dihimpun, masa kontrak pengerjaan rumah sakit ini seharusnya telah berakhir pada 22 Mei 2026 lalu.

Namun, adanya keterlambatan yang terlihat dari aktivitas pekerja hingga awal Juli ini memicu tanda tanya besar serta sorotan tajam dari elemen masyarakat.(Nan)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Percasi Nias Selatan Sukses Gelar Cup I, Cetak Atlet Catur Bermental Sportif
Polemik HGU Cot Girek Memanas, Warga Tolak Ukur Ulang dan Desak Penyelesaian Sengketa Lahan
Sebanyak 40 Bangli di Atas Aliran Kali Harun Ditertibkan Petugas
Cara Tegur PKL Oleh Wali Kota Bekasi Jadi Sorotan, Ini Kata Pakar Komunikasi Publik
Guru PPPK Hanya Masuk Sekali Sebulan, PBM di SDN Hilinifaoso Nyaris Lumpuh
Momen HUT RI Jadi Gelar Doa Bersama Buat Musibah Di NTT
Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Nias Selatan Gelar Open Turnamen Tenis Meja Ganda Putra
Bupati Nias Selatan Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Lewat Program PKG

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:11 WIB

Percasi Nias Selatan Sukses Gelar Cup I, Cetak Atlet Catur Bermental Sportif

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:47 WIB

Polemik HGU Cot Girek Memanas, Warga Tolak Ukur Ulang dan Desak Penyelesaian Sengketa Lahan

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Sebanyak 40 Bangli di Atas Aliran Kali Harun Ditertibkan Petugas

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:26 WIB

Cara Tegur PKL Oleh Wali Kota Bekasi Jadi Sorotan, Ini Kata Pakar Komunikasi Publik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Guru PPPK Hanya Masuk Sekali Sebulan, PBM di SDN Hilinifaoso Nyaris Lumpuh

Berita Terbaru

Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik, Dr. Adi Suparto

Opini

Karpet Merah Bukan untuk Anak Petani

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:53 WIB