NIAS, Mediakarya – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Pemuda Peduli Nias (DPC PPN) Kabupaten Nias Barat, Agusrama Laia, menyayangkan beredarnya informasi sepihak di media sosial yang mengklaim proyek RSUD Cerah Medika telah selesai.
Ia menegaskan bahwa narasi tersebut tidak sesuai fakta lapangan dan berpotensi membohongi publik.
Berdasarkan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Selasa (7/7/2026), Agusrama mendapati aktivitas pembangunan masih berjalan. Sejumlah pekerja tampak masih melakukan tahap penyelesaian (finishing).
Di samping itu, akses masuk ke area proyek juga terpantau dijaga ketat oleh petugas keamanan berkaos Brimob.
“Pembangunan RSUD Cerah Medika Nias Barat belum selesai 100 persen. Pekerjaan masih berada pada tahap finishing. Karena itu, jangan membangun narasi yang dapat membohongi publik dan menggiring opini seolah-olah proyek ini telah rampung,” ujar Agusrama tegas sampaikan ke awak media, Jumat (10/7/2026).
Mantan Ketua DPC Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi (PJID) Nias Barat ini juga mendesak Pemerintah Kabupaten beserta pimpinan dan anggota DPRD Nias Barat untuk turun tangan melakukan pengawasan ketat.
Hal ini mengingat statusnya sebagai proyek strategis daerah dengan anggaran fantastis, transparansi mutlak diperlukan.
“Proyek bernilai ratusan miliar rupiah ini harus diawasi secara terbuka. Hal ini demi menjamin transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat,” tambahnya.
Sebagai informasi, megaproyek RSUD Cerah Medika Nias Barat ini mulai dikerjakan sejak tahun 2025 yang diawali lewat peletakan batu pertama oleh Menteri Kesehatan RI. Proyek ini memakan nilai kontrak yang cukup besar, yakni mencapai Rp142.563.729.900.
Berdasarkan data yang dihimpun, masa kontrak pengerjaan rumah sakit ini seharusnya telah berakhir pada 22 Mei 2026 lalu.
Namun, adanya keterlambatan yang terlihat dari aktivitas pekerja hingga awal Juli ini memicu tanda tanya besar serta sorotan tajam dari elemen masyarakat.(Nan)











