Terbentuknya KIB Dinilai Untuk Naikkan Posisi Tawar

- Editor

Minggu, 5 Juni 2022 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga ketua umum partai yang tergabubg dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)

Tiga ketua umum partai yang tergabubg dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)

JAKARTA, Mediakarya – Silaturahim Nasional Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dinilai merupakan upaya menaikkan posisi tawar politik untuk menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Selain sebagai ajang konsolidasi, Silaturahim Nasional Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bisa kita baca sebagai sarana menaikkan daya tawar poros politik KIB,” kata Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam seperti dilansir dari Antara, Minggu (5/6/2022).

Menurut dia, terbentuknya poros politik ini lantaran belum memiliki pasangan kandidat yang akan diusung pada Pemilihan Presiden (Pilres) 2024. Hal itu, katanya, tentu akan menjadikan koalisi ini menarik bagi tokoh potensial maju pada Pilpres 2024.

“Karena itu, silaturahim tersebut akan berdampak melonjaknya daya tawar politik di hadapan eksternal,” katanya.

Menurut Arif, dengan naiknya daya tawar politik tentu akan menguntungkan ketiga partai itu, yakni Golkar, PAN, dan PPP.

Baca Juga:  PPP Membuka Diri Bagi PBB Gabung KIB

“Jika mereka sendiri-sendiri hanya akan dilirik sebelah mata, namun kalau bergabung dan telah memenuhi aturan mengusung pasangan calon pada Pilpres 2024, maka daya tawar politiknya melambung,” katanya.

Sebelumnya, Koalisi Indonesia Bersatu (KB) dibentuk setelah ketiga ketua umum partai politik ini, yakni Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa, dan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan sepakat membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Koalisi tersebut, papar dia, bertekad untuk mengawal keberhasilan Program Pembangunan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai tahun 2024.

Koalisi Indonesia Bersatu, tambahnya,  mendorong agar Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 bisa diikuti sekurangnya tiga pasangan calon presiden (capres). ***

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Puji Listyo Kapolri Terbaik, Deklarator Relawan “Poros Prabowo Subianto Presiden” Desak Gerindra Copot Habiburokhman dari Ketua Komisi III
IPPS Sebut Prabowo-Jokowi Sama-Sama Toksik, Rakyat Hanya Jadi Korban Dua Gajah Bertarung
Kongsi Politik Sudah Pecah, Tersisa Jejak Pengkhianatan
Gerindra Harus Evaluasi Habiburrahman, Pemuji Listyo Sebagai Kapolri Terbaik
Kapolri Terbaik Versi Habiburrahman Kini Jadi Tersangka Akibat Menyadap Presiden
Golkar Perkuat Mesin Komunikasi Politik Lewat Teknologi AI
Sikapi Putusan MK dan MA, DPC PERMAHI Jaktim Desak MPR Segera Gelar Sidang Istimewa
Kasus Penyadapan Ilegal jadi Momentum Jenderal Suyudi Lepaskan Polri dari Stigma Parcok Warisan Geng Solo

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 16:43 WIB

Puji Listyo Kapolri Terbaik, Deklarator Relawan “Poros Prabowo Subianto Presiden” Desak Gerindra Copot Habiburokhman dari Ketua Komisi III

Sabtu, 7 November 2026 - 15:18 WIB

IPPS Sebut Prabowo-Jokowi Sama-Sama Toksik, Rakyat Hanya Jadi Korban Dua Gajah Bertarung

Sabtu, 7 November 2026 - 12:28 WIB

Kongsi Politik Sudah Pecah, Tersisa Jejak Pengkhianatan

Jumat, 6 November 2026 - 21:56 WIB

Gerindra Harus Evaluasi Habiburrahman, Pemuji Listyo Sebagai Kapolri Terbaik

Jumat, 6 November 2026 - 21:37 WIB

Kapolri Terbaik Versi Habiburrahman Kini Jadi Tersangka Akibat Menyadap Presiden

Berita Terbaru

Politisi PDI Perjuangan Guntur Romli

Politik

Kongsi Politik Sudah Pecah, Tersisa Jejak Pengkhianatan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 12:28 WIB