JAKARTA – Pelita Air yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina menggandeng para travel influencers dalam penyelenggaraan talkshow tentang traveling pada Jumat (11/11) di Sarinah, Jakarta.
Talkshow bertajuk Makin Nyaman Terbang ini digelar sebagai salah satu upaya perusahaan untuk dapat berinteraksi langsung dengan para pelanggan salah satunya melalui edukasi tips melakukan traveling pasca-pandemi.
“Pelita Air senantiasa berupaya untuk dapat berinteraksi langsung dengan para pelanggannya melalui berbagai kegiatan menarik. Kali ini, Pelita Air menyelenggarakan travel talkshow bersama para travel influencers untuk para pecinta traveling dengan membahas topik-topik traveling terkini,” kata Direktur Utama PT Pelita Air Service Dendy Kurniawan di Sarinah Jakarta pada Jumat (11/11).
Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian kampanye aplikasi mobile Pelita Air yang baru diluncurkan pada 20 Oktober 2022 lalu.
Dalam Talkshow ini membahas dua topik, yaitu “Post-pandemic traveling style” dengan menghadirkan travel influencers Yuki Anggia dan Wiranurmansyah sebagai pembicara dan topik “Traveling with Kids” dengan menghadirkan travel influencers Kadek Arini, yang baru memiliki bayi, dan Putri Sari, pendiri Hannah Indonesia.
Kadek Arini menceritakan mengenai perbedaan traveling ketika belum memiliki anak dan ketika sudah memiliki anak, persiapan traveling bersama anak, dan apa saja perlengkapan wajib yang harus dibawa pada saat traveling bersama anak.
“Solusi atas banyaknya barang bawaan yang dibutuhkan dapat teratasi dengan Pelita Air karena menyediakan bagasi gratis 20 kg. Jika ternyata barang bawaannya lebih dari 20 kg dapat dengan mudah membeli tambahan kuota di aplikasi mobile Pelita Air melalui fitur prepaid baggage dengan harga yang lebih rendah dibanding menambah kuota bagasi di konter check-in,” ujar Kadek Arini.
Sementara itu, Putri Sari, parenting influencer yang memiliki 2 orang anak beranjak remaja memilih destinasi wisata yang diminati oleh anak-anak yang sudah mulai menjadi remaja ini karena memiliki tantangannya sendiri.
Tantangannya, kata Putri Sari yakni menentukan destinasi yang menyenangkan namun memiliki nilai edukasi. Selain itu, sebagai orang tua juga harus pandai-pandai menjaga mood anak-anak yang gampang bosan dalam perjalanan menuju destinasi.
“Dengan adanya layanan Starlight di pesawat Pelita Air, anak-anak jadi tidak mudah bosan karena terdapat berbagai macam konten multimedia yang dapat ditonton di Starlight. Selain itu, pada penerbangan Pelita Air juga diberikan makanan ringan untuk cemilan bagi anak-anak sehingga mood anak-anak bisa tetap terjaga,” katanya.
Pada sesi yang berbeda, travel influencer Yuki Anggia bercerita mengenai traveling pada masa pasca-pandemi.
Menurutnya, Kondisi paska pandemi membuat masyarakat harus beradaptasi dari aspek cara bekerja dan kebiasaan baru yang beralih ke layanan digital. Dengan gaya hidup yang semakin digital ini, keberadaan perangkat teknologi yang mumpuni menjadi sangat penting.
Tak sekadar mumpuni, namun juga serba ada sehingga cukup dengan satu perangkat, dapat memenuhi berbagai kebutuhan. Termasuk dalam membuat rencana perjalanan dan memesan tiket pesawat.
“Aplikasi mobile Pelita Air menjawab kebutuhan perencanaan penerbangan. Selain mudah digunakan, fiturnya juga banyak dan bermanfaat. Bepergian bisa lebih nyaman karena dapat mudah check-in online via aplikasi Mobile Pelita Air,” ujar Yuki.
Senada dengan Yuki Anggia, travel vlogger Wiranurmansyah mengatakan kemudahan menggunakan aplikasi mobile Pelita Air. Pasalnya, Berangkat ke bandara bisa lebih santai karena bisa check-in online di aplikasi mobile Pelita Air. Tidak hanya itu, Starla, layanan travel virtual assistance yang terdapat pada aplikasi mobile Pelita Air memudahkan kamu jika terdapat pertanyaan terkait layanan Pelita Air.
“Layanan hiburan gratis dalam pesawat Pelita Air Starlight yang dapat diakses penumpang melalui smartphone, laptop, tablet masing masing penumpang, membuat penerbangan semakin nyaman,” katanya.
Untuk menyemarakkan dan menghibur penonton, pada talkshow ini juga menghadirkan penampilan dari duo akustik Endah & Rhesa dan duo Sketsa (Gerald Situmorang dan Dimas Wibisana). Sebagai informasi, lagu “Green Fields” dari Sketsa merupakan inflight music yang dihadirkan Pelita Air untuk menyambut penumpang ketika proses boarding dan meninggalkan pesawat.
Gerald sendiri mengaku bangga dan terhormat lagu ciptaan mereka digunakan untuk menghibur para penumpang pelita air.
Perlu diketahui, PT Pelita Air Service (PAS) adalah perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa transportasi udara sejak tahun 1970. PAS mulanya berdiri sebagai Divisi Air Service di PT Pertamina (Persero) untuk memberikan fasilitas yang menangani perjalanan dinas karyawan PT Pertamina (Persero) ke daerah-daerah di Indonesia.
Saat ini, PAS memiliki beberapa lini bisnis di bidang aviasi seperti charter flight, maintenance-repair-operation (MRO), airport management, aviation training, UAV photogrammetry.
Pada 2022, PAS melakukan ekspansi bisnis dengan memasuki segmen penerbangan komersial berjadwal (regular flight) dengan branding Pelita Air. Pada segmen penerbangan berjadwal, Pelita Air memiliki positioning sebagai maskapai layanan menengah atau medium service airline yang menargetkan pasar para convenient seeker atau “milenial mapan”.
Dengan tagline “Enlighten Your Journey”, Pelita Air berupaya memberikan pelayanan yang menyenangkan bagi penumpangnya dengan memberikan fasilitas seperti makanan ringan, minuman, Starlight (layanan hiburan gratis pada pesawat), bagasi gratis 20kg, dan bagasi kabin 7 kg. Informasi tentang PAS dapat dilihat di www.pelita-air.com(MM)
