ASDI Gelar Panggung Rakyat “Bongkar” untuk Ingatkan Bahaya Korupsi

- Penulis

Minggu, 10 Desember 2023 - 02:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya

Aliansi Selamatkan Demokrasi Indonesia (ASDI) menggelar panggung rakyat bertema “Bongkar” untuk mengingatkan semua pihak, termasuk calon pemimpin bangsa, akan bahaya korupsi dan urgensi menyelesaikan kasus rasuah.

Ketua Panitia Panggung Rakyat “Bongkar” Raiden Soedjono mengatakan panggung rakyat itu juga untuk mendorong penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga yang bertugas membabat habis korupsi di Tanah Air.

“Serta memberi penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM) sebagai pilar penting demokrasi, sebagaimana deklarasi hak asasi yang sudah diratifikasi,” kata Raiden dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Raiden menambahkan bahwa panggung rakyat yang digelar di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, itu tidak dibuat demi kepentingan politik praktis menyambut Pilpres 2024.

“Acara tersebut tidak terkait dengan pilpres, melainkan upaya untuk mengingatkan para calon pemimpin bangsa agar menempatkan agenda pemberantasan korupsi dan penegakan HAM masuk dalam agenda prioritasnya,” katanya, dilansir dari antara.

Bongkar, tambah Raiden, dibuat demi memperingati Hari Antikorupsi Sedunia dan Hari HAM Sedunia 2023.

Baca Juga:  Menkes Sebut Obat Molnupiravir Siap Dipakai Awal Januari 2022

Dia menuturkan panitia acara tidak memungut biaya apa pun dalam panggung rakyat tersebut untuk menguatkan semangat antikorupsi.

“Semua ini dilakukan agar masyarakat selalu ingat bahwa musuh terbesar negara saat ini adalah korupsi yang membuat rakyat jauh dari kesejahteraan,” imbuhnya.

Bongkar diikuti oleh puluhan seniman, budayawan, dan aktivis. Acara diisi dengan orasi beberapa tokoh, seperti aktivis HAM Usman Hamid, budayawan Goenawan Mohamad, pakar politik Ikrar Nusa Bhakti, seniman Inayah Wahid, mantan petinggi KPK Laode Muhammad Syarif, hingga ekonom Faisal Basri dan Rhenald Kasali.

Selain orasi, panggung rakyat itu juga dimeriahkan musisi kenamaan Indonesia, seperti Kotak, PAS Band, The Black Stones Band, Anto Baret & Andi Malewa, Iwa K, Young Lex & Friends, Tony Q, Marjinal, Endank Soekamti, Jamrud, dan Horja Bius. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dua Pelaku Pengeroyokan Yang Sebabkan 2 Remaja Tewas Di Bekasi Merupakan Residivis
Karyawan Outsourcing Bank BUMN Di Kota Bekasi Tipu Nasabah Miliaran Rupiah
Pakar Kontra Intelijen: Kemunculan Anggota BPK dalam Perkara Blue Ray Bukan Sekadar Aliran Uang
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Polri Torehkan Sejarah, Indonesia Akhiri 53 Tahun Impor Jagung
Sidang Kasus Suap Blue Ray, Ketika Rantai Perkara Berhenti di Bea Cukai
Rempang-Galang Ujian Besar Presiden Prabowo antara Investasi Strategis, Hak Adat, dan Kepastian Negara
Roy Suryo dkk Korban Paradigma Hukum Warisan Lama?
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:37 WIB

Dua Pelaku Pengeroyokan Yang Sebabkan 2 Remaja Tewas Di Bekasi Merupakan Residivis

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:32 WIB

Karyawan Outsourcing Bank BUMN Di Kota Bekasi Tipu Nasabah Miliaran Rupiah

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:56 WIB

Pakar Kontra Intelijen: Kemunculan Anggota BPK dalam Perkara Blue Ray Bukan Sekadar Aliran Uang

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:19 WIB

Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:43 WIB

Polri Torehkan Sejarah, Indonesia Akhiri 53 Tahun Impor Jagung

Berita Terbaru