NU Miliki Peran Penting dalam Perdamaian di Afghanistan

- Penulis

Senin, 13 September 2021 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Umum PBNU As’ad Said Ali

Wakil Ketua Umum PBNU As’ad Said Ali

JAKARTA, Mediakarya –  Organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah diniai memiliki peranan penting dalam perdamaian di Afghanistan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin hubungan diplomatik dengan membuka kedutaan besar di masing-masing negara pada 2006.

“Kita juga mengirim dua orang NU ke Afghanistan dan bertemu dengan Fazal Ghani Kakar (ulama yang menjadi Ketua NU Afghanistan). Akhirnya membentuk Nahdlatul Ulama demi cita-cita Indonesia waktu itu ingin berpartisipasi dalam perdamaian. Kemudian terjadilah pembentukan NU tahun 2014,” ungkap Wakil Ketua Umum PBNU As’ad Said Ali dalam sebuah diskusi di stasiun tvnu, yang dikutip mediakarya, Senin (13/9/2021).

Para tokoh Taliban pun menyambut baik terhadap pembentukan NU Afghanistan. Hal ini ditandai dengan masuknya Mantan Menteri Agama Taliban Maulana Qalamuddin ke dalam organisasi NU Afghanistan. “Saya lihat, NU diterima oleh dua pihak.

Terbukti, pada akhir 2019, tiga tokoh Taliban dari Doha, Qatar, datang ke kita (PBNU) dan mengatakan NU harus terlibat. Sayang, tiga bulan kemudian (Maret) terjadi pandemi Covid-19 sehingga kami tidak bisa apa-apa dan kita harus terpaksa tidak bisa intens berhubungan keluar negeri, termasuk ke Afghanistan,” katanya.

Baca Juga:  Ketum GP Ansor Dianugerahi Penghargaan Sehati Seperjalanan oleh KWI

Kini, keadaan sudah berubah dan berangsur normal. As’ad mengaku akan kembali memulai aktivitas untuk menggerakkan perdamaian bersama NU di Indonesia dan NU Afghanistan. Kegigihannya itu dilandasi atas dasar sudah lama mengenal karakter orang Afghanistan dan telah intens membersamai kerja-kerja perdamaian untuk Afghanistan sejak 2007.

Mantan wakil kepala Badan intelijen Negara (BIN) itu menceritakan, pernah suatu ketika ada 23 orang Korea Selatan yang disandera atau ditangkap oleh Taliban. Kemudian, Pemimpin Taliban Mohammed Omar menyatakan kesediaannya untuk membebaskan sandera tersebut asal ada jaminan dari Indonesia.

“Akhirnya kita kirimlah orang NU dari Yogyakarta ke Peshawar untuk membebaskan sandera dan untuk itulah Mullah Omar mengirim kepada kami surat terima kasih. Di situ ada permintaan agar Indonesia membantu perdamaian di Afghanistan,” pungkasnya. (dji)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pengungkapan Kasus Dugaan Korupsi Pompanisasi Mandek, ETOS: Siapa di Belakang Kepala Dinas SDA Pemprov DKI?
Membahas Dualisme dan Atlet Dilarang Bertanding
Limbah Makan Bergizi Gratis Diolah Jadi Biofuel, Tim ITPLN Raih Medali Perak
Kedewasaan Berpolitik, Pemimpin Yaman Bersatu Lewat Jalan Damai
PGR Bali Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan, Junjung Pancasila, dan Hormati Kearifan Lokal
Anggota Komisi III DPR RI: Reformasi Penegakan Hukum Suatu Keniscayaan
Reformasi Birokrasi: Dinamika dan Dialektikanya 
Jakarta Darurat Sampah, Mbak Yuke Berharap Partisipasi Seluruh Pihak Sukseskan Program Pemilahan Sampah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:54 WIB

Pengungkapan Kasus Dugaan Korupsi Pompanisasi Mandek, ETOS: Siapa di Belakang Kepala Dinas SDA Pemprov DKI?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:18 WIB

Membahas Dualisme dan Atlet Dilarang Bertanding

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:49 WIB

Kedewasaan Berpolitik, Pemimpin Yaman Bersatu Lewat Jalan Damai

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:05 WIB

PGR Bali Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan, Junjung Pancasila, dan Hormati Kearifan Lokal

Jumat, 22 Mei 2026 - 05:39 WIB

Anggota Komisi III DPR RI: Reformasi Penegakan Hukum Suatu Keniscayaan

Berita Terbaru

ITPLN membuka peluang karier di Jepang bagi mahasiswa dan alumni teknik. (Foto: dok ITPLN)

Daerah

ITPLN Resmi Buka Jalan Karier Lulusan Teknik ke Jepang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:00 WIB

Kubu Nadim Al Farell mendatangi Kemenpora terkait konflik dualisme PB Muaythai Indonesia.

Departemen

Membahas Dualisme dan Atlet Dilarang Bertanding

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:18 WIB