Gertak Desak Menteri ATR/BPN Ungkap Mafia Tanah Pengadaan Lahan Normalisasi Kali Ciliwung

- Editor

Rabu, 6 Maret 2024 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Media Karya-Ketua Umum Gerakan Rakyat Tolak Aktor Koruptor (GERTAK), Dimas Tri Nugroho mendesak Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap mafia tanah kasus pengadaan tanah normalisasi kali Ciliwung diwilayah Jakarta Selatan, yang merugikan anggaran APBD Pemprov DKI Jakarta.

Dimas mengungkapkan adanya dugaan Korupsi pembelian pengadaan tanah normalisasi Kali Ciliwung di Jakarta Selatan berawal dari surat keputusan kepala kantor pertanahan kota administrasi Jakarta Selatan nomor: 125/SK-31.74.AT.01.01 tentang penetapan penilaian pada pelaksanaan pengadaan tanah normalisasi kali Ciliwung di wilayah Jakarta Selatan.

“Dimana Kepala kantor pertanahan kota administrasi Jakarta Selatan menetapkan perusahaan penilai pertanahan/penilai publik yakni KJPP Mushofah Mono Igfirly & rekan yang bertugas melakukan penilaian besarnya ganti kerugian bidang per bidang tanah,”ujar Dimas Tri Nugroho dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (6/3/2024).

Baca Juga:  Bagian dari Hak Asasi, RUU PDP Amanat UUD 1945

Kata Dimas hasil penilaian KJPP Mushofah terhadap tiga bidang tanah total nilai pengganti sebesar Rp 10.503.717.000,-.

“Namun anehnya hasil penilaian berubah menjadi Rp 13.369.930.020,- sehingga diduga ada markup harga tanah sebesar Rp 2.866.213.020,-Harga tanah senilai Rp 13.369.930.020,- telah dibayarkan oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta kepada PT. Karyadeka Graha Lestari pada bulan Desember 2023,” bebernya.

Oleh karena itu Dimas mendesak menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono bersama Aparat Penegak Hukum KPK RI, Kepolisian RI, Kejagung RI untuk mengusut dugaan markup harga pembelian pengadaan tanah normalisasi kali Ciliwung, Jakarta Selatan yang diduga melibatkan mafia tanah serta oknum pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Selatan, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

“Menteri AHY harus mengusut tuntas dugaan ini,”pungkasnya.(dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen
Berpeluang Jadi PNS, Status Guru PPPK dari Darah akan Ditarik ke Pusat
DPR Dukung Pelarangan Penggunaan Minuman Mengandung Susu dalam Menu MBG
Politisi NasDem: Korban Keracunan MBG Harus Dapat Penanganan Medis Tuntas dan Berkelanjutan
Ahmad Sahroni: DPR Berantas Korupsi Pasti, tapi Jangan Sewenang-wenang!
Ketua Komisi III DPR RI: RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Kekuasaan
Legislator Ini Soroti Tumpang Tindih Kewengan Konflik Agraria
Kemenhan Dapat Tambahan Anggaran APBN 2027 Jadi 189 Triliun

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:56 WIB

Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen

Sabtu, 12 September 2026 - 08:19 WIB

Berpeluang Jadi PNS, Status Guru PPPK dari Darah akan Ditarik ke Pusat

Sabtu, 12 September 2026 - 04:46 WIB

DPR Dukung Pelarangan Penggunaan Minuman Mengandung Susu dalam Menu MBG

Rabu, 9 September 2026 - 14:39 WIB

Politisi NasDem: Korban Keracunan MBG Harus Dapat Penanganan Medis Tuntas dan Berkelanjutan

Selasa, 8 September 2026 - 06:01 WIB

Ahmad Sahroni: DPR Berantas Korupsi Pasti, tapi Jangan Sewenang-wenang!

Berita Terbaru