LSM PMPRI Desak KPK Segera Tersangkakan Oknum Dokter RSUD Lembang dan Mantan Kadinkes KBB

- Penulis

Jumat, 5 Juli 2024 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum PMPRI, Rohimat alias Joker..

Ketum PMPRI, Rohimat alias Joker..

BANDUNG, Mediakarya – Ketua Umum Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI), Rohimat Joker, mendorong Komisi Pembatasan Korupsi (KPK) agar segera menetapkan dua tersangka oknum dokter di RSUD Lembang dan Oknum mantan Kadinkes Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam kasus dugaan proyek pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) di Kementerian Kesehatan tahun 2020.

“Segera tetapkan tersangka oknum dokter RSUD Lembang dan mantan Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat yang sudah tega melukai hati masyarakat. Di mana masyarakat kesusahan menimpa dalam menjalani kehidupan di tengah pandemi, sementara oknum pejabat dengan entengnya melakukan kejahatan merampok uang negara,” ujar Joker saat ditemui di Sekretariat DPP PMPRI Kota Bandung, Kamis (4/7/2024).

Joker menegaskan bahwa tindakan korupsi tersebut sangat melukai hati masyarakat yang saat itu sedang berjuang keras dalam menghadapi pandemi.

Ia berharap agar KPK segera mengambil tindakan tegas demi keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh rakyat Indonesia.

Joker juga menekankan pentingnya integritas dan transparansi dalam pengelolaan dana publik, terutama dalam situasi darurat seperti pandemi Covid-19.

Menurutnya, tindakan korupsi dalam pengadaan APD tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga membahayakan nyawa tenaga medis dan masyarakat yang sangat membutuhkan perlindungan.

Baca Juga:  Tri Adhianto Akan Wujudkan Pemerintahan Yang Bersih, Percaya Gak Sih?

“Ini bukan sekadar masalah uang, ini masalah nyawa. Ketika ada penyelewengan dalam pengadaan APD, dampaknya langsung dirasakan oleh tenaga medis yang berada di garis depan dan masyarakat yang membutuhkan,” tegas Joker.

Selain itu, Joker mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada dan mengawasi setiap kebijakan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan penanganan pandemi.

Ia juga berharap agar kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.

“Pengawasan dari masyarakat sangat penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan pengelolaan dana publik dilakukan dengan benar dan transparan. Kita harus belajar dari kasus ini agar tidak terulang lagi di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penyelidikan kasus ini. Namun, dengan desakan dari berbagai pihak termasuk PMPRI, diharapkan proses hukum dapat berjalan cepat dan transparan demi menegakkan keadilan.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

KPK Diminta Telusuri Seluruh Rantai Penikmat Keuntungan Praktik Pengondisian Jalur Impor
Anggota BPK Terseret dalam Pusaran Suap Blue Ray, Pakar Kontra Intelijen Pertanyakan Batas Peran Pejabat Audit Negara
Menang Babak Pertama, Kuasa Hukum Derek Prabu Maras Desak Bank Mega Transparan Soal Aset Triliunan
Dua Pelaku Pengeroyokan Yang Sebabkan 2 Remaja Tewas Di Bekasi Merupakan Residivis
Karyawan Outsourcing Bank BUMN Di Kota Bekasi Tipu Nasabah Miliaran Rupiah
Penanganan Kasus Penganiayaan di Polsek Lolowau Saling Lempar Tanggung Jawab, Kapolsek Bungkam
Pakar Kontra Intelijen: Kemunculan Anggota BPK dalam Perkara Blue Ray Bukan Sekadar Aliran Uang
Terkesan Lamban Tangani Kasus, Korban dan Kuasa Hukum Pertanyakan Kinerja Polsek Lolowau
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:07 WIB

KPK Diminta Telusuri Seluruh Rantai Penikmat Keuntungan Praktik Pengondisian Jalur Impor

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:41 WIB

Anggota BPK Terseret dalam Pusaran Suap Blue Ray, Pakar Kontra Intelijen Pertanyakan Batas Peran Pejabat Audit Negara

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:13 WIB

Menang Babak Pertama, Kuasa Hukum Derek Prabu Maras Desak Bank Mega Transparan Soal Aset Triliunan

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:37 WIB

Dua Pelaku Pengeroyokan Yang Sebabkan 2 Remaja Tewas Di Bekasi Merupakan Residivis

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:32 WIB

Karyawan Outsourcing Bank BUMN Di Kota Bekasi Tipu Nasabah Miliaran Rupiah

Berita Terbaru