Kasus Korupsi Jadi Common Enemy Jelang Pilkada di Kota Bekasi

- Editor

Rabu, 20 November 2024 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen Prabu Foundation, Iwan Termana kepada Mediakarya, di Bandung Rabu (20/11/2024).

Sekjen Prabu Foundation, Iwan Termana kepada Mediakarya, di Bandung Rabu (20/11/2024).

BANDUNG, Mediakarya – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Kota Bekasi yang akan digelar pada 27 November pekan depan, Parasanda Bumi Pertiwi (Prabu) Foundation, menyerukan anggotanya untuk memilih calon pemimpin yang berintegritas.

“Integritas bagi calon kepala daerah itu sangat penting. Sebab, jika seorang pemimpin itu tidak memiliki integritas maka tidak menutup kemungkinan setelah terpilih, akan menghalalkan segala cara guna mencapai syahwat kekuasaannya,” ujar Sekjen Prabu Foundation, Iwan Termana kepada Mediakarya, di Bandung Rabu (20/11/2024).

Selain itu, pihaknya menyerukan anggotanya untuk melihat rekam jejak calon kepala daerah tersebut. Baik itu melalui platform digital maupun media sosial lainnya.

“Di era teknologi digital ini kita dengan mudah searching di google untuk mengetahui calon kepala daerah yang akan kita pilih. Jangan sampai pernah terlibat masalah korupsi, meski itu baru sebatas laporan dugaan korupsi yang menyebut salah satu calon kepala daerah,” tegasnya.

Menurut dia, kasus korupsi di Kota Bekasi telah menjadi musuh bersama (common enemy). Sebab, kejahatan ini dapat dikatakan sebagai extra ordinary, yang harus diberantas dengan pendekatan yang luar biasa.

“Kota Bekasi pernah memiliki sejarah kelam di dua kepemimpinan pemerintahan sebelumnya, yakni Mochtar Muhamad dari PDI-P dan Rahmat Effendi dari Partai Golkar. Pilkada 2024 ini menjadi momentum masyarakat Kota Bekasi untuk memilih calon pemimpin yang berintegritas,” imbaunya.

Baca Juga:  Skandal Korupsi Dispora Bekasi: CBA Desak Kejagung Ambil Alih, Walikota Diduga Terlibat

Karena, lanjut dia, daerah yang hebat itu harus dibangun oleh orang-orang yang berintegritas, apalagi wajah para pemimpinnya.

Menurut dia, berdasarkan catatan Transparency International bahwa Indeks Persepsi Korupsi 2023 atau Corruption Perception Index (CPI) Indonesia mengalami stagnasi yakni 34 dan berada pada peringkat 115 dari 180 negara.

Hal ini karena masih terjadinya suap dalam layanan publik dan perizinan, integritas aparat birokrasi dan penegak hukum yang belum cukup baik, serta money politics yang berakibat pada politik biaya tinggi dan kualitas demokrasi.

Terkait terjadinya politik biaya tinggi, data KPK menunjukkan bahwa lebih dari 186 kepala daerah dan 35 Menteri/Kepala Lembaga menjadi terpidana korupsi dalam periode 18 tahun terakhir, dan Kota Bekasi di antaranya penyumbang dua kepala daerah yang korup.

Iwan membeberkan, biaya politik yang tinggi jelang pelaksanaan pilkada yang sebagian besar digunakan untuk operasional jaringan tim di lapangan, termasuk melakukan jual-beli suara (vote buying).

Tingginya biaya politik ini diperkuat dengan hasil kajian KPK, bahwa 82.3% calon Kepala Daerah dibiayai oleh sponsor (bohir) sehingga membuka peluang terjadinya korupsi.

“Nah ini yang perlu diwaspadai oleh Bawaslu maupun aktivis antikorupsi di Kota Bekasi jelang hari H pelaksanaan Pilkada di Kota Bekasi ini. Sebab Prabu Foundation telah mengendus adanya rencana serangan fajar yang diduga akan dilakukan oleh calon kepala daerah tertentu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang
Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Petugas Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Terbentur di Kawasan Elit
PMPRI Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Alkes APD di Kejati Sumut
Penjaga Rumah Mantan Jampidsus Ditemukan Tewas Mengenaskan Mulut dan Hidung Berbusa
Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar
Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis
Pengelolaan Gedung Balai Rakyat Tak Dapat Kejelasan, Warga Desak Lurah Kayuringin dan Kepala BPKAD Segera Dicopot

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:37 WIB

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:52 WIB

Petugas Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Terbentur di Kawasan Elit

Senin, 27 Juli 2026 - 17:32 WIB

PMPRI Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Alkes APD di Kejati Sumut

Senin, 27 Juli 2026 - 14:42 WIB

Penjaga Rumah Mantan Jampidsus Ditemukan Tewas Mengenaskan Mulut dan Hidung Berbusa

Berita Terbaru

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus.

Ekonomi & Bisnis

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:37 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB