Haji 2025: Kemenag Andalkan Sistem Munakosah dan Fast Track untuk Permudah Jemaah

- Penulis

Minggu, 4 Mei 2025 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya — Penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M memasuki hari ketiga. Kementerian Agama (Kemenag) memastikan seluruh layanan bagi jemaah berjalan optimal, termasuk melalui inovasi sistem Munakosah di asrama haji dan layanan fast track di bandara.

Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Arfi Hatim, menjelaskan bahwa sistem Munakosah (Manajemen Unit Layanan Akomodasi Asrama Haji) kini diterapkan di seluruh embarkasi haji di Indonesia.

“Alhamdulillah, seluruh asrama haji siap 100 persen. Sistem ini mempercepat proses masuk kamar dan sangat membantu jemaah, terutama lansia dan penyandang disabilitas,” ujar Arfi dalam konferensi pers Kabar Haji Indonesia di Jakarta.

Dengan sistem ini, jemaah dapat mengetahui lokasi gedung dan nomor kamar dua hari sebelum keberangkatan melalui Surat Perintah Masuk Asrama (SPMA) atau QR code di situs asramahaji.com. Proses check-in pun lebih tertib karena jemaah tidak perlu membawa tas kabin saat registrasi.

Fast Track Permudah Proses Imigrasi

Kemenag juga kembali mengoperasikan layanan fast track (jalur cepat imigrasi) di Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Adi Soemarmo (Solo), dan Juanda (Surabaya). Sebanyak 122.291 jemaah akan memanfaatkan layanan ini yang memungkinkan proses imigrasi Arab Saudi dilakukan di Indonesia.

Baca Juga:  KPK Dinilai Sudah Tak Bertaji

“Dengan fast track, jemaah tidak perlu antre imigrasi di Saudi dan bisa langsung menuju hotel. Ini sangat menghemat waktu dan tenaga,” jelas Arfi.

6.597 Jemaah Tiba di Madinah

Hingga Sabtu (3/5) pukul 08.00 WIB, sebanyak 6.597 jemaah dari 17 kelompok terbang (kloter) telah tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah. Pada hari yang sama, 21 kloter berisi 8.294 jemaah dan petugas diberangkatkan dari berbagai embarkasi.

Imbauan Kesehatan: Cuaca Panas dan Kelembapan Rendah

Kemenag mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan selama di Tanah Suci. Cuaca di Madinah diperkirakan mencapai 36°C dengan kelembaban rendah.

“Kenakan pakaian yang nyaman, gunakan topi atau payung, dan perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi,” ujar Arfi.

Ia juga mengimbau jemaah mematuhi arahan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan ketua kloter, menjaga jadwal, serta menghindari aktivitas berlebihan di bawah terik matahari.

“Semoga seluruh jemaah diberi kesehatan, kelancaran, dan keberkahan dalam menunaikan ibadah haji tahun ini,” tutup Arfi. (eng)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan
Creative Financing Jadi Solusi Penguatan Fiskal Daerah, Ini Penjelasan Dirjen Keuda Kemendagri Agus Fatoni
Apa itu Penyakit Multiple Sclerosis? Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya
Membahas Dualisme dan Atlet Dilarang Bertanding
Limbah Makan Bergizi Gratis Diolah Jadi Biofuel, Tim ITPLN Raih Medali Perak
Wisuda ITPLN ke-48, Engineer Muda Siap Hadapi Era AI dan Geopolitik Energi
ITPLN Kupas Rahasia Stabilitas Listrik Hijau PLTS dan BESS di Nusa Penida
ITPLN Pelajari Strategi Kampus Digital Lewat Benchmarking di Bandung
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:46 WIB

Creative Financing Jadi Solusi Penguatan Fiskal Daerah, Ini Penjelasan Dirjen Keuda Kemendagri Agus Fatoni

Senin, 1 Juni 2026 - 12:09 WIB

Apa itu Penyakit Multiple Sclerosis? Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:18 WIB

Membahas Dualisme dan Atlet Dilarang Bertanding

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:58 WIB

Limbah Makan Bergizi Gratis Diolah Jadi Biofuel, Tim ITPLN Raih Medali Perak

Berita Terbaru