Apresiasi Kinerja Cepat PAM Jaya, DPRD Tekankan Profesionalisme Jadi Kunci Pelayanan Optimal

- Editor

Jumat, 19 September 2025 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco mengungkapkan bahwa, transformasi PAM Jaya pasca-pengambil alihan dari swasta merupakan keputusan tepat yang diambil antara eksekutif dan legislatif. Menurutnya, hampir 25 tahun dikelola swasta pengelolaan air di Jakarta tidak maksimal.

“Kita punya pengalaman panjang yang kurang mengenakan ketika air ini dikelola swasta. PAM hari ini adalah hasil kebijakan, hasil keputusan bersama antara eksekutif dengan legislatif. 25 tahun Palyja dan Aetra ternyata tidak membuat PAM JAYA lebih baik,” kata Basri Baco dalam forum Balkoters Talk bertajuk ‘Implementasi Smart Water Management untuk 100 Persen Layanan Air Jakarta’ di Balaikota, Jumat (19/9/2025).

Dia menilai, dalam dua tahun terakhir kinerja PAM Jaya lebih cepat berkembang dibanding BUMD lain di ibukota. Kinerja itu terbukti dari cakupan layanan air PAM JAYA yang sudah mencapai 74,24 persen.

“Hasil pantauan dua tahun ini memang PAM JAYA berjalan lebih cepat dari BUMD lain,” ucapnya.

Politisi Partai berlogo pohon beringin itu menegaskan, pola pikir BUMD harus berubah dari sekadar menjadi penyedia layanan publik menjadi badan usaha yang profesional, berintegritas, dan mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).

“BUMD tidak boleh jadi beban Pemda. Justru sebaliknya, harus memberikan kontribusi terhadap PAD kita,” ujarnya.

Baco menekankan, kunci pelayanan optimal adalah profesionalisme.

Baca Juga:  IAW Bongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

“Maka kalau profesional pelayanannya jadi maksimal. Mustahil bisa melayani rakyat Jakarta kalau jalannya BUMD itu tidak profesional,” katanya.

Disisi lain, dirinya sekaligus mengingatkan adanya kesenjangan layanan, terutama di kawasan padat penduduk berpenghasilan rendah. Ia menyoroti masih banyak warga miskin yang justru harus membayar air lebih mahal dibanding kelompok masyarakat mampu.

“Ini bisa dibilang kegagalan kita, faktor keadilan belum tercapai,” katanya.

Oleh kerena itu, Baco meminta Dirut PAM Jaya untuk lebih fokus pada wilayah kumuh dan menengah ke bawah yang hingga kini belum sepenuhnya tersambung jaringan.

“Masih banyak warga yang harus berjuang luar biasa untuk mendapatkan air bersih layak pakai. Itu yang perlu jadi prioritas,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin menambahkan sejak pengambilan alihan dari mitra swasta pada Februari 2023, PAM JAYA telah berhasil menambah 124 ribu sambungan rumah.

“Hanya dalam waktu tiga tahun, padahal sebelumnya selama 25 tahun hanya tercapai 200 ribu sambungan,” ujarnya.

Dalam rangka mempercepat layanan 100 persen di Jakarta, PAM JAYA akan membangun empat instalasi pengelolaan air (IPA) baru di wilayah Condet, Muara Karang, Semanan dan Kanal Banjir Barat 2.

“Keterlambatan proyek Karian harus diantisipasi agar distribusi air ke wilayah Barat Jakarta tidak tertinggal,” pungkasnya. (dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kadin Luncurkan Buku Putih 2026, Didik Rachbini: Industri Harus Kembali Jadi Lokomotif, Jangan Business As Usual
Ketua BPKN RI: Kelangkaan BBM Tak Boleh Bebani Konsumen, Pemerintah Harus Pastikan Distribusi Lancar
Guntur Romli: Jumat Hitam, IHSG Ambruk 11,57%, Indonesia Terancam Turun Kasta Selevel Zimbabwe
Kadin Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang, Perkuat Rantai Pasok dan Stabilitas Harga Sembako
Analis: Era Aman Rokok Ilegal Berakhir, Penyitaan Tembus 1,3 Miliar Batang
Komisi V DPR Ingatkan Perpres Ojol Jangan Hanya di Atas Kertas
F-SPGI Adukan Dugaan PHK Sepihak 11 Pekerja PT Indonesia Epson Industry
BPKN RI Dukung Total Wajib Halal, Minta Pedagang Kaki Lima Diberi Keringanan

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Kadin Luncurkan Buku Putih 2026, Didik Rachbini: Industri Harus Kembali Jadi Lokomotif, Jangan Business As Usual

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Ketua BPKN RI: Kelangkaan BBM Tak Boleh Bebani Konsumen, Pemerintah Harus Pastikan Distribusi Lancar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Guntur Romli: Jumat Hitam, IHSG Ambruk 11,57%, Indonesia Terancam Turun Kasta Selevel Zimbabwe

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Kadin Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang, Perkuat Rantai Pasok dan Stabilitas Harga Sembako

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Analis: Era Aman Rokok Ilegal Berakhir, Penyitaan Tembus 1,3 Miliar Batang

Berita Terbaru

Juru Bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli, (Ist)

Nasional

PDIP Tolak Keras Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat KDMP

Senin, 19 Okt 2026 - 18:15 WIB