Kejari Bekasi Didesak Usut Dugaan Keterlibatan Sejumlah Pejabat dalam Kasus Korupsi Revitalisasi Pasar Kranji

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Direktur Utama PT Annisa Bintang Blitar (ABB), Iwan Hartono (IH) saat dilakukan penjemputan paksa.

Mantan Direktur Utama PT Annisa Bintang Blitar (ABB), Iwan Hartono (IH) saat dilakukan penjemputan paksa.

KOTA BEKASI, Mediakarya – LSM Tri Nusa Bekasi Raya mendesak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi agar mengusut tuntas dugaan keterlibatan sejumlah pejabat atas kasus korupsi revitalisasi  pasar Kraji.

Ketua LSM Tri Nusa Bekasi Raya, Maksum Alfarizi meminta Kejari Kota Bekasi untuk memeriksa Kepala dan Sekretaris Dinas Pasar yang menjabat di 2022.

“Terlebih saat dilakukan eksekusi oleh Kejari Kota Bekasi, terhadap mantan Direktur Utama PT Annisa Bintang Blitar (ABB), Iwan Hartono (IH) menyebut-nyebut nama kadis. Artinya, dirut ABB tidak berbermain sendiri melainkan ada pihak-pihak yang ikut terlibat,” ujar Mandor Baya sapaan akrabnya kepada Mediakarya, Selasa (11/10/2025).

Baca Juga:  Pasca Putusan MK, Demokrat Berpeluang Usung Heru-Mujiyono

Seperti diketahui sebelumnya, beredar video tim Kejaksaan Negeri Kota Bekasi tengah menjemput paksa Iwan Hartono (IH). Dalam video tersebut direktur ABB itu menyebut “Sultan Solihin”.

Namun Iwan Hartono tidak menjelaskan siapa Sultan Solihin yang disebut-sebut saat dirinya dilakukan penjemputan paksa oleh tim dari Kejari Kota Bekasi.

“Kejari Kota Bekasi harus menggali informasi dari direktur ABB, siapa Sultan Solihin yang dimaksud. Untuk itu LSM Tri Nusa Kota Bekasi akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” pungkasnya. **

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

TP PKK Jakarta dan PAM JAYA Gratiskan Khitan untuk 2.000 Anak di Momen HUT Jakarta ke-499
Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, BPKN Minta PLN Transparan dan Benahi Sistem
Sebelum Bukti Bicara, Ruang Kebenaran Mulai Menyempit
Kopkar Forindo Siap Perkuat SDM dan Perlindungan Pekerja Industri Logistik Nasional
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Dipeluk, Bukan Dipukul
Dari Habibie hingga Prabowo, Nannie Hadi Tjahjanto Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SMA Pradita Dirgantara
Kapolri Diminta Evaluasi Kinerja Kapolda Riau, Dugaan Praktik Judi di Pekanbaru Disebut Masih Marak
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:44 WIB

TP PKK Jakarta dan PAM JAYA Gratiskan Khitan untuk 2.000 Anak di Momen HUT Jakarta ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:40 WIB

Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, BPKN Minta PLN Transparan dan Benahi Sistem

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:02 WIB

Sebelum Bukti Bicara, Ruang Kebenaran Mulai Menyempit

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:29 WIB

Kopkar Forindo Siap Perkuat SDM dan Perlindungan Pekerja Industri Logistik Nasional

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:10 WIB

Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan

Berita Terbaru

Adi Suparto: Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik

Headline

Sebelum Bukti Bicara, Ruang Kebenaran Mulai Menyempit

Sabtu, 20 Jun 2026 - 22:02 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat didatangi para siswa SD di Jakarta.

DKI

Gubernur Pramono Genjot Pendidikan Gratis di Jakarta

Sabtu, 20 Jun 2026 - 14:34 WIB