Pemprov Jabar Tengah “Cuci Piring” Akibat Warisan Utang Masa Lalu

- Editor

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum PMPRI Rohimat alias Joker

Ketum PMPRI Rohimat alias Joker

BANDUNG, Mediakarya – Ketua Umum DPP Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI), Rohimat atau yang akrab disapa Kang Joker, menyoroti realitas pahit di balik kemegahan citra Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi saat ini bak menerima warisan brankas kosong yang dipenuhi tagihan.

“Kita sering terbuai oleh monumen megah dan keriuhan di media sosial. Tapi begitu lampu sorot dimatikan, barulah kita mencium aroma beban fiskal yang sebenarnya. Tahun 2026 ini bukan fajar baru yang cerah, tapi fajar yang tertutup awan hitam ‘warisan beracun’ masa lalu,” ujar Kang Joker dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

Kang Joker membeberkan bahwa Jawa Barat saat ini sedang mengalami puasa paksa. Ia merinci adanya potensi dana pembangunan sebesar Rp3 Triliun yang hilang akibat beban sejarah.

“Ada Rp621 Miliar tagihan proyek masa lalu yang dibebankan ke masa depan, ditambah pemangkasan dana pusat triliunan rupiah. Rakyat harus tahu, kita sedang menyeret beban utang yang menggunung. Proyeknya dinikmati dulu, tapi piring kotornya ditinggalkan untuk kita cuci sekarang,” tegas Ketum PMPRI.

Lebih lanjut, Kang Joker mengkritik alokasi APBD yang tersedot untuk biaya operasional aset-aset yang ia sebut sebagai monumen ego, sementara kebutuhan dasar rakyat terpinggirkan.

Baca Juga:  KPK Sebut Potensi Korupsi Pemkot Bandung Rawan, Nilai Integritas Hanya 69

“Hati saya sakit melihat Rp50 Miliar per tahun habis hanya untuk operasional Masjid Al Jabbar dan Rp100 Miliar untuk subsidi Bandara Kertajati. Di sisi lain, kita punya lubang BPJS sebesar Rp300 Miliar. Uang yang harusnya untuk sekolah anak miskin malah tersedot untuk merawat tembok beton ambisi masa lalu,” tambahnya.

Melihat kondisi tersebut, Kang Joker menyatakan PMPRI berdiri mendukung langkah Dedi Mulyadi yang memilih jalan pengorbanan. Ia menilai efisiensi yang dilakukan gubernur saat ini adalah langkah nyata menyelamatkan martabat Jabar.

“Kang Dedi memilih tidak membeli baju dinas, menghapus kendaraan baru, bahkan meniadakan perjalanan dinasnya sendiri. Ini tamparan bagi gaya hidup mewah pejabat sebelumnya. Beliau memangkas urat nadi fasilitasnya agar anggaran jalan rakyat bisa naik ke angka Rp4,5 Triliun. Ini kepemimpinan yang tahu diri,” puji Kang Joker.

Sebagai penutup, Kang Joker menegaskan bahwa PMPRI akan terus mengawal agar setiap rupiah uang rakyat kembali ke aspal jalanan, bukan ke kantong pejabat atau seremonial semu.

“Mata kita sudah terbuka. Di balik slogan Jabar Juara yang dulu, ada fiskal yang sengsara sekarang. Pesta sudah usai, Tuan Kamil. Sekarang waktunya kerja keras membereskan sisa-sisanya. Save Jawa Barat,” pungkasnya. (Sep)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang
Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda
Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi
Megawati Peringati Peristiwa Berdarah Kudatuli
Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar
Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis
PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:37 WIB

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:57 WIB

Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:13 WIB

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Senin, 27 Juli 2026 - 19:01 WIB

Megawati Peringati Peristiwa Berdarah Kudatuli

Berita Terbaru

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus.

Ekonomi & Bisnis

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:37 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB