TEHERAN, Mediakarya – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah mengadakan pembicaraan telepon pada Sabtu (2/5/2026) dengan Menteri Luar Negeri Jepang dan Italia.
Langkah tersebut sebagai upaya diplomatik Teheran untuk mengakhiri perang agresi AS-Israel dan menekankan perlunya tindakan internasional yang bertanggung jawab.
Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu MotegiĀ Araghchi membahas hubungan bilateral, perkembangan regional.
Selain itu, langkah inisiatif diplomatik Iran yang sedang berlangsung yang bertujuan untuk mengakhiri perang dan mengurangi ketegangan.
“Kami mengapresiasi upaya Menlu Jepang Motegi tentang perkembangan terbaru terkait proses diplomatik dan upaya serta inisiatif yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang yang dipaksakan terhadap Republik Islam Iran,” ujar Abbas Araghchi di Teheran, Minggu (3/5/2026).
Melansir kantor berita resmi Iran, Menteri Luar Negeri Iran juga berbicara dengan Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani, dengan diskusi yang berfokus pada perkembangan regional terbaru, upaya gencatan senjata, dan diplomasi.
Kedua pihak bertukar pandangan tentang konsekuensi keamanan, hukum, dan ekonomi dari agresi militer AS-Israel.
Selama percakapan tersebut, Araghchi memberikan informasi terbaru kepada rekan sejawatnya dari Italia mengenai perkembangan terkait gencatan senjata dan upaya diplomatik untuk mengakhiri perang, menekankan pentingnya peran bertanggung jawab negara-negara Eropa dalam proses ini.
“Dalam hal ini Iran menyesalkan atas pendekatan yang tidak konstruktif dan tidak bertanggung jawab dari beberapa negara Eropa yang mengulangi klise yang salah mengenai isu nuklir Iran, Perlu kami tegaskan bahwa program nuklir Iran sepenuhnya damai,” ungkap Araghchi.
Ia mendesak negara-negara tersebut untuk mengutuk agresi AS-Israel dan meminta pertanggungjawaban mereka atas pelanggaran berat hukum humaniter internasional.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang agresi tanpa provokasi terhadap Iran. Dalam peristiwa tersebut Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dan beberapa komandan senior syahid.
Selain itu, tak hanya membunuh pemimpin besar Iran, pasukan AS dan Zionis Israel jugq membombardir sebuah sekolah di Minab, Iran selatan, menewaskan 168 orang termasuk anak-anak sekolah.
Tindakan pasukan AS dan Zionis Israel pun dikecam oleh masyarakat dunia, dan tindakan tersebut dinilai merupakan kejahatan perang dan pemimpin kedua negara tersebut lqyak untuk diadili. **











