Kemenag Sebut Ponpes Yang Miliki Santri di Atas 1000 Orang Dapat Kelola SPPG Secara Mandiri

- Penulis

Senin, 11 Mei 2026 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafii saat memberikan keterangan pers, Senin (11/5/2026) Foto: dok.Kemenag

Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafii saat memberikan keterangan pers, Senin (11/5/2026) Foto: dok.Kemenag

JAKARTA, Mediakarya –  Pondok pesantren dengan jumlah santri di atas 1.000 orang dapat mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara mandiri dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelaksanaan program itu juga disebut dapat disesuaikan dengan jadwal puasa sunnah santri di lingkungan pesantren.

Langkah tersebut sebagai bentuk dukungan Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, guna meningkatkan sumber daya manusia dalam rangka memenuhi standar pemenuhan gizi.

Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafii menyebutkan bahwa pihaknya sudah sepakat untuk percepatan penerimaan MBG di pondok pesantren. Untuk itu,  pesantren yang jumlah santrinya seribu ke atas itu dapat langsung membangun SPPG sendiri.

Menurut Wamenag, yayasan pesantren nantinya dapat mengajukan permohonan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendirikan dapur mandiri di lingkungan pesantren. Langkah itu dilakukan agar percepatan layanan MBG bagi santri dan peserta didik di lingkungan pendidikan keagamaan dapat segera berjalan lebih luas.

Romo Syafii mengatakan pola layanan MBG di pesantren tidak harus sepenuhnya mengikuti prototipe umum yang telah ditetapkan BGN. Bentuk dapur maupun pola penyajian makanan disebut dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pesantren selama tetap memenuhi standar sanitasi dan higienitas.

Baca Juga:  Menyasar 3.421 Penerima Manfaat Di Gunungpuyuh Kota Sukabumi Dapur MBG SPPG Sriwedari Resmi Beroperasi

“Jadi tidak mesti persis seperti prototipe yang ditetapkan oleh BGN. Kemudian juga tentang alat makannya, memang ada pondok pesantren yang sudah pakai omprengan kami minta itu untuk diteruskan, tapi yang belum menggunakan omprengan karena memang tradisinya prasmanan itu juga masih dimungkinkan,” ujar Romo Syafii pada awak media usai kegiatan koordinasi percepatan Program MBG pada pondok pesantren bersama Badan Gizi Nasional dan Kantor Staf Presiden di Jakarta, Senin (17/5/2026).

Lebih lanjut, bahwa jadwal pemberian MBG di pesantren juga dapat menyesuaikan kebiasaan santri yang menjalankan puasa sunnah Senin dan Kamis. Makanan yang dimasak pada siang hari, kata dia, tetap dapat diberikan kepada santri saat waktu berbuka puasa.

“Begitu juga dengan jadwal pemberian MBG itu kan biasanya diberikan siang, tapi di pesantren itu kan ada tradisi puasa Senin Kamis, itu juga bisa dimasak siang hari untuk dimakan pada saat berbuka, jadi sangat adaptif sekarang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Anak Bupati Sitaro Minta Keadilan ke Komisi III DPR RI
Negara Barbar: Ketika Kejahatan Disanjung dan Kebenaran Disingkirkan
Anggota Komisi III DPR RI Apresiasi Kinerja Barekrim Polri Ungkap Judol Libatkan WNA
Tri Nusa Bekasi Raya Tuding Dirut Perseroda Migas Kota Bekasi Beri Data Fiktif
Copot Sekjen Secara Sepihak, PP AMPG Diambang Perpecahan
PMPRI Adukan Sejumlah SPPG di Kota Bekasi Tak Miliki IPAL Standar BGN
Picu Ketegangan di Teluk, Iran Peringatkan Negara Eropa Tak Kirimkan Kapal Perangnya ke Selat Hormuz
Hadiri Haul ke-55 KH Abdul Wahab Chasbullah, Gibran Kagum dengan Program Pendidikan di Ponpes Bahrul Ulum
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 21:41 WIB

Anak Bupati Sitaro Minta Keadilan ke Komisi III DPR RI

Senin, 11 Mei 2026 - 21:23 WIB

Negara Barbar: Ketika Kejahatan Disanjung dan Kebenaran Disingkirkan

Senin, 11 Mei 2026 - 21:06 WIB

Kemenag Sebut Ponpes Yang Miliki Santri di Atas 1000 Orang Dapat Kelola SPPG Secara Mandiri

Senin, 11 Mei 2026 - 20:48 WIB

Anggota Komisi III DPR RI Apresiasi Kinerja Barekrim Polri Ungkap Judol Libatkan WNA

Senin, 11 Mei 2026 - 09:25 WIB

Copot Sekjen Secara Sepihak, PP AMPG Diambang Perpecahan

Berita Terbaru

Floreinchya, anak tertua Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia Ingrid Kalangit.

Headline

Anak Bupati Sitaro Minta Keadilan ke Komisi III DPR RI

Senin, 11 Mei 2026 - 21:41 WIB