Ini Baru Keren, Iran Berhasil Kembangkan Kapal Selam Fatah di Tengah Sanksi Embargo

- Editor

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal selam Fatah yang dikembangkan oleh Iran. (Foto: Ist)

Kapal selam Fatah yang dikembangkan oleh Iran. (Foto: Ist)

TEHERAN, Mediakarya – Guna memperkuat kemandirian alutsista demi mengamankan perairan domestik dan menjalankan misi lintas wilayah, Kementerian Pertahanan Iran berhasil mengembangkan kapal selam kelas menengah yang dinamai dengan Fateh.

Upaya negara yang saat ini tengah mengalami sanksi embargo ekonomi dan pertahanan ini justru bangkit dalam mengembangkan industri kelautan. Hal ini dinilai merupakan tonggak penting dalam sejarah pertahanan laut negeri ini.

Mengutip Pars Today, kapal selam Fateh diresmikan pada 17 Februari 2019 (28 Bahman 1397) dan langsung diintegrasikan ke dalam Armada Selatan Angkatan Laut. Dengan bobot 527 ton (permukaan) hingga 593 ton (menyelam), panjang 48 meter, dan kemampuan beroperasi hingga kedalaman 250 meter, Fateh menempati posisi strategis: lebih besar dan bertenaga daripada kelas Ghadir, tetapi lebih lincah daripada kelas berat Tareq.

Pencapaian Teknologi Domestik

Proyek ini merupakan hasil kolaborasi 10 tahun antara Organisasi Industri Kelautan Kementerian Pertahanan, Angkatan Laut, universitas, dan perusahaan berbasis pengetahuan. Lebih dari 4,2 juta jam kerja ahli menghasilkan 76 teknologi mutakhir yang sepenuhnya diproduksi dalam negeri, di antaranya:

  • Sistem sonar canggih (12 jenis, aktif dan pasif) untuk deteksi lingkungan, kecepatan, kedalaman, hingga ancaman penyelam musuh
  • Propulsi elektrik dengan turbo-generator: lebih senyap, tahan guncangan, dan efisien dalam siklus hidup
  • Sistem manajemen pertempuran terintegrasi dan perang elektronik (ESM) untuk identifikasi sinyal radar/komunikasi lawan
  • Sistem komunikasi aman multi-platform: mampu terhubung simultan dengan kapal selam, kapal permukaan, penyelam, dan drone
  • Peluncuran rudal jelajah dari bawah permukaan ke permukaan: teknologi pertama kali diuji pada kelas Ghadir, kini disempurnakan di Fateh
Baca Juga:  Sekjen AMAN Dorong DPR Sahkan RUU Masyarakat Hukum Adat

Sekitar 75% komponen Fateh diproduksi lokal; sisanya diperoleh melalui pasar global. Rudal jelajah antikapal yang dibawanya diklaim memiliki daya hancur setara enam hulu ledak torpedo, mampu melumpuhkan kapal 1.000 ton dalam 10 detik.

Kemampuan Operatif

  • Daya jelajah:         6.700 km pada kecepatan 8 knot; ketahanan operasi 35 hari
  • Kecepatan:           11 knot (permukaan), 14 knot (menyelam)
  • Persenjataan:       4 tabung torpedo 533 mm + 2 cadangan, 6 rudal jelajah antikapal, atau 8 ranjau laut

Misi khusus:          Dimensi kompak dan sistem otonom memungkinkan Fateh memasuki pelabuhan sempit untuk operasi pasukan khusus, penyusupan, atau pengintaian

Peran ganda:        Saat damai, fokus pada intelijen dan pengawasan; saat konflik, mampu menjadi unit garda depan dalam pertahanan pantai dan penangkalan invasi amfibi

Mantan Kepala Organisasi Industri Kelautan Kementerian Pertahanan Iran, Amir Rastegari, menegaskan bahwa kapal selam Fatah bukan sekedar kapal selam.

“Kapal selam Fatah adalah platform serbaguna yang memperkuat postur ofensif dan defensif Iran di laut dengan teknologi yang tidak lagi bergantung pada pihak luar,” pungkas Amir. (Mam)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Buntut Temuan Hunian Mewah di Lapas, Kemenimipas Pecat Kalapas Cibinong dan Sanksi 16 Pegawai
Menlu Iran: Kami Siap Diplomasi, Tapi Akan Beri Respons Lebih Keras Jika Diserang
GNK Apresiasi Kapolri Suyudi Kedepankan Integritas, Ingatkan Bahaya Oknum Jual Nama Kapolri Berjubah Agama
Pendapat Para Pakar Jelang Putusan MK Tentang Syarat Pendidikan Calon Pemimpin Neggara
Rektor Ubhara Jaya Raih Global Leadership Award in Security Based Higher Education
Sekjen NCW Harap Kapolri Baru Perkuat Penegakan Hukum dan Berantas Korupsi di Daerah
Inisiator GNK Habib Syakur: Kapolri Suyudi Ario Seto Harus Bawa Perubahan di Tengah Isu Geopolitik
Etos Indonesia Desak DPP Golkar Cabut Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq: Istri Koruptor Hattrick Ancam Elektoral Partai

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Buntut Temuan Hunian Mewah di Lapas, Kemenimipas Pecat Kalapas Cibinong dan Sanksi 16 Pegawai

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Menlu Iran: Kami Siap Diplomasi, Tapi Akan Beri Respons Lebih Keras Jika Diserang

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:50 WIB

GNK Apresiasi Kapolri Suyudi Kedepankan Integritas, Ingatkan Bahaya Oknum Jual Nama Kapolri Berjubah Agama

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pendapat Para Pakar Jelang Putusan MK Tentang Syarat Pendidikan Calon Pemimpin Neggara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Rektor Ubhara Jaya Raih Global Leadership Award in Security Based Higher Education

Berita Terbaru

Guruh Tirta Lunggana, putra mendiang Haji Lulung, resmi bergabung dengan PDIP dan menerima KTA di DPD PDIP DKI Jakarta pada Senin (5/10/2026).

DKI

Sssttt, Anak Haji Lulung Masuk ‘Kandang Banteng’

Senin, 5 Okt 2026 - 18:32 WIB