JAKARTA, Mediakarya – Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia atau BPKN RI menyiapkan gelaran besar bertajuk Indonesia Consumer Care (ICC) 100 Brands 2026 yang dirangkaikan dengan BPKN Award Raksa Nugraha 2026 pada 20-22 November 2026 di JIEXPO Kemayoran.
Ajang tersebut menjadi langkah strategis BPKN RI dalam memperkuat gerakan perlindungan konsumen sekaligus mendorong terciptanya ekosistem bisnis yang lebih etis, transparan, dan bertanggung jawab.
Ketua BPKN RI Muhammad Mufti Mubarok mengatakan, BPKN Award Raksa Nugraha kembali digelar setelah sempat vakum selama tiga tahun akibat pandemi dan efisiensi kegiatan.
“Kembali kita akan menghadirkan BPKN Award 2026 yang sempat off tiga tahun. Tentu karena beberapa hal, efisiensi dan pandemi,” kata Mufti dalam konferensi pers di Graha BPKN RI, Selasa (19/5/2026).
Menurut Mufti, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada perusahaan, institusi, pemerintah daerah, hingga lembaga yang dinilai konsisten menjalankan prinsip perlindungan konsumen.
Ia menjelaskan, kata “Raksa” memiliki arti menjaga, sedangkan “Nugraha” berarti anugerah. Filosofi tersebut menegaskan bahwa konsumen merupakan anugerah yang harus dijaga oleh seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun pelaku usaha.
Sejak pertama kali digelar pada 2019, BPKN Award Raksa Nugraha terus berkembang dan mendapat perhatian luas dari sektor publik maupun swasta. Dalam proses penilaian, BPKN RI menggandeng The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dengan pendekatan Malcolm Baldrige National Quality Award.
Penilaian dilakukan berdasarkan tujuh aspek utama, meliputi kepemimpinan, strategi, layanan konsumen, pengelolaan sumber daya, proses produksi, peningkatan kinerja, hingga hasil finansial dan nonfinansial.
Pada penyelenggaraan tahun ini, ICC 100 Brands 2026 akan menghadirkan 100 merek pilihan dari 11 sektor industri, di antaranya perumahan, keuangan, e-commerce, kesehatan, telekomunikasi, transportasi, logistik, pangan, energi, hingga ekonomi kreatif.
Selain penghargaan, acara juga menghadirkan expo berskala besar dengan target lebih dari 5.000 pengunjung dan 144 tenant. Berbagai agenda turut disiapkan, mulai dari business matching, workshop, edukasi konsumen, forum lintas kementerian, hingga program anti scam dan peluncuran indeks perlindungan konsumen.
BPKN RI juga menargetkan pencatatan Rekor MURI melalui layanan bilik pengaduan konsumen dengan kategori “Jumlah Aduan Konsumen Terbanyak”.
Mufti menegaskan, proses penjurian akan dilakukan secara independen dengan melibatkan praktisi, akademisi, kementerian terkait, serta tim ahli di bidang tata kelola dan perlindungan konsumen.
“BPKN sangat netral. Tidak ada keberpihakan. Tim juri juga luar biasa,” ujarnya.
Ia berharap penyelenggaraan ICC 100 Brands 2026 dan BPKN Award Raksa Nugraha dapat menjadi momentum kebangkitan gerakan perlindungan konsumen nasional sekaligus mendorong pelaku usaha menghadirkan layanan dan produk yang lebih aman, berkualitas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Program ini juga sejalan dengan komitmen Prabowo Subianto dalam memperkuat perlindungan konsumen dari praktik kecurangan, manipulasi, penimbunan, dan penipuan di sektor perdagangan nasional. (Hab)











