Demokrasi Makin Menjauh, Semangat Perubahan Kian Dipinggirkan

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas 98 Garis Lucu menilai bahwa perjalanan reformasi hari ini mengalami kemunduran serius.

Komunitas 98 Garis Lucu menilai bahwa perjalanan reformasi hari ini mengalami kemunduran serius.

JAKARTA, Mediakarya – Tepat 28 tahun Reformasi 1998, bangsa Indonesia kembali dihadapkan pada pertanyaan besar: apakah cita-cita reformasi masih hidup, atau justru perlahan dikubur oleh praktik kekuasaan yang semakin menjauh dari semangat demokrasi, keadilan, dan penegakan hak asasi manusia?

Komunitas 98 Garis Lucu menilai bahwa perjalanan reformasi hari ini mengalami kemunduran serius. Berbagai dinamika politik nasional menunjukkan bahwa nilai-nilai yang dahulu diperjuangkan mahasiswa, aktivis, dan rakyat pada 1998 semakin terpinggirkan oleh kepentingan kekuasaan.

“Reformasi lahir dari perlawanan terhadap otoritarianisme, korupsi, dan pelanggaran HAM. Namun hari ini publik justru menyaksikan bagaimana sosok-sosok yang memiliki catatan pelanggaran HAM mendapat ruang besar dalam kepemimpinan nasional. Ini menjadi ironi besar bagi perjalanan demokrasi Indonesia,” ujar juru bicara Komunitas 98 Garis Lucu, Ignatius Indro dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5/2026).

Komunitas 98 Garis Lucu juga menyoroti munculnya kembali upaya glorifikasi terhadap rezim Orde Baru, termasuk dijadikannya Suharto sebagai pahlawan nasional tanpa penyelesaian sejarah dan keadilan bagi korban pelanggaran HAM di masa lalu.

Bangsa yang sehat seharusnya berani menghadapi sejarah secara jujur, bukan menghapus luka kolektif demi kepentingan politik sesaat.

Baca Juga:  Manusia Tertolol di Dunia?

“Bangsa ini tidak boleh kehilangan ingatan. Reformasi bukan sekadar pergantian rezim, tetapi perjuangan agar negara tidak lagi dikuasai oleh ketakutan, represi, dan kekuasaan tanpa kontrol. Ketika kritik dibungkam, kebijakan dibuat tanpa keberpihakan kepada rakyat, dan sejarah mulai dipoles ulang, maka alarm demokrasi sebenarnya sedang berbunyi,” tegas juru bicara Komunitas 98 Garis Lucu lainnya, Alex Leonardo.

Komunitas 98 Garis Lucu menilai berbagai kebijakan pemerintah hari ini juga menunjukkan kecenderungan semakin menyimpang dari semangat reformasi, mulai dari pelemahan kontrol publik, minimnya keberpihakan terhadap kebebasan sipil, hingga praktik politik yang dianggap lebih mengutamakan oligarki dibanding kepentingan rakyat luas.

Dalam momentum 28 tahun Reformasi ini, Komunitas 98 Garis Lucu mengajak masyarakat sipil, mahasiswa, akademisi, dan seluruh elemen bangsa untuk kembali menjaga nilai-nilai reformasi agar tidak hilang ditelan pragmatisme politik.

Reformasi, menurut mereka, harus terus dirawat sebagai gerakan moral untuk memastikan Indonesia tetap berdiri di atas demokrasi, supremasi hukum, penghormatan HAM, dan keberpihakan kepada rakyat. (Val)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Alasan Tak Mendasar, Pihak Kampus Unisma Bekasi Tolak Nobar Film “Pesta Babi”
DPRD Bali Soroti Status Pulau Serangan, Kawasan Sakral Warisan Leluhur Jangan Diubah
ICC 100 Brands dan BPKN Award 2026 Siap Digelar, BPKN RI Perkuat Gerakan Perlindungan Konsumen
Mantan Komandemen NII Wilayah Jabar: Kelompok Salafi Wahabi Berpotensi Rongrong Stabilitas Keagamaan
Iran Ancam Beri Balasan Lebih Keras Jika Trump Ulangi “Kebodohan”
Yenny Wahid Desak Pemerintah Segera Tutup Situs Judol Berkedok Gim
Lomba Cerdas Cermat dalam Labirin Kebodohan dan Kemiskinan Struktural
Prabowo: Tidak Ada Negara Kuat Tanpa Pangan Yang Aman
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:06 WIB

Demokrasi Makin Menjauh, Semangat Perubahan Kian Dipinggirkan

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:43 WIB

Alasan Tak Mendasar, Pihak Kampus Unisma Bekasi Tolak Nobar Film “Pesta Babi”

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:58 WIB

DPRD Bali Soroti Status Pulau Serangan, Kawasan Sakral Warisan Leluhur Jangan Diubah

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:37 WIB

ICC 100 Brands dan BPKN Award 2026 Siap Digelar, BPKN RI Perkuat Gerakan Perlindungan Konsumen

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:21 WIB

Mantan Komandemen NII Wilayah Jabar: Kelompok Salafi Wahabi Berpotensi Rongrong Stabilitas Keagamaan

Berita Terbaru

Komunitas 98 Garis Lucu menilai bahwa perjalanan reformasi hari ini mengalami kemunduran serius.

Headline

Demokrasi Makin Menjauh, Semangat Perubahan Kian Dipinggirkan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:06 WIB

Yudhie Haryono (CEO Nusantara Centre) & Agus Rizal (Ekonom Universitas MH Thamrin)

Opini

Rumah Buruh dan Janji Presiden

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:35 WIB