Mabes TNI Bantah Anggotanya Geruduk Mapolda Metro Jaya

- Editor

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mapolda Metro Jaya (Gambar : Ist)

Mapolda Metro Jaya (Gambar : Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Sebanyak 50 pria yang diduga personel TNI dikabarkan mendatangi markas Polda Metro Jaya pada Kamis dini hari (9/7/2026).

Kedatangan pria berbadan tegap dan berambut cepak itu diduga ada kaitannya dengan penggeledahanrumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah oleh pihak kepolisian.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas dengan tegas membantah beredarnya isu penyerbuan tersebut.

Jenderal bintang satu TNI ini menegaskan bahwa narasi yang beredar di masyarakat dinilai provokatif dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Di lain pihak kepolisian sempat menegaskan bahwa mereka akan mengambil langkah hukum bagi siapa saja yang menghalangi penyidikan sesuai Pasal 21 UU Tipikor.

Sebelumnya, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di beberapa lokasi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7/26).

Baca Juga:  Pukat UGM Nilai Sanksi Terhadap Lili Pintauli Sangat Ringan

Penggeledahan tersebut merupakan tindak lanjut dari penyidikan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang diduga berkaitan dengan tiga perkara korupsi, yakni pengadaan batu bara untuk PLN, kasus PT ASABRI, dan PT Krakatau Steel.

Dalam operasi tersebut, petugas melakukan penggeledahan di delapan lokasi secara serentak, Dua di antaranya menjadi fokus utama, yaitu sebuah restoran bernama Cafe De’Klan dan sebuah tempat usaha Point Money Changer yang berada di kawasan Cipete.

Langkah ini dilakukan untuk mencari serta mengamankan barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyidikan perkara korupsi, suap, gratifikasi, hingga dugaan tindak pidana pencucian uang.

Menurut informasi dari lokasi, tim penyidik melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap ruangan dan sejumlah dokumen yang berada di lokasi.

Dalam proses penggeledahan di Cafe De’Klan, penyidik menemukan sebuah brankas yang disembunyikan di balik lemari atau dinding bangunan cafe. (red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pernyataan Budi Ari Soal Pilpres Dipercepat Sebelum 2029 Diduga Atas Persetujuan Jokowi
Pembangunan PSEL Bekasi Merupakan Proyek Kedua Setelah Bali
Gerakan Eksternal Jelang Muktamar NU ke-35: Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah Dipertaruhkan
Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026
Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT
Haidar Alwi Sebut Kapolri Bawa Penegakan Hukum Karhutla Naik Kelas
Indonesia Perlu Perkuat Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Satelit dan Analitik Data Jadi Kunci
IPPS: Jangan Harap Kondisi Ekonomi dan Hukum Membaik Jika Menteri Warisan Joko Masih Bercokol di KMP

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Pernyataan Budi Ari Soal Pilpres Dipercepat Sebelum 2029 Diduga Atas Persetujuan Jokowi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Pembangunan PSEL Bekasi Merupakan Proyek Kedua Setelah Bali

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:24 WIB

Gerakan Eksternal Jelang Muktamar NU ke-35: Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah Dipertaruhkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Opini

Mengapa Banyak Pemimpin Sering Berlaku Arogan?

Rabu, 26 Agu 2026 - 16:44 WIB