UMKM Berperan Bantu Pulihkan Ekonomi Nasional Selama Pandemi Covid-19

- Editor

Kamis, 7 Oktober 2021 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, MediaKarya – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran dan kontribusi besar dalam pemulihan perekonomian nasional selama pandemi Covid-19. Dalam kaitan itu,  DPR mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk berpartisipasi aktif dalam melakukan pelatihan-pelatihan kepada para pelaku UMKM sehingga pelaku UMKM dapat dengan optimal memanfaatkan ruang digital dalam meningkatkan transaksi dagang daringnya.

Demikian disampaikan Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid dalam keynote speakernya pada acara webinar bertajuk UMKM Maju Melalui Pemanfaatan Media Sosial yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Jakarta, Kamis (7/10/2021).

Acara yang diikuti 150 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek melalui zoom itu menghadirkan Dosen Vokasi UI, Dr Devie Rahmawati serta Founder Nasi Goreng Tiarbah dan Masak Institute, Tiarbah sebagai narasumber.

“Dari data yang ada, 61,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, disumbang oleh UMKM dengan mayoritas 37,7 persen berada di usaha mikro,” kata Meutya Hafid.

Ia mengatakan DPR terus mendorong pemerintah untuk mempercepat berbagai upaya dalam membangun literasi digital sehingga menjadi upaya perubahan kultur dan attitude masyarakat dalam percepatan transformasi digital.

“Mengakses internet secara mudah, cepat dan terjangkau merupakan impian seluruh bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

Baca Juga:  Bagian Dari Hak Asasi, RUU PDP Amanat UUD 1945

Sementara itu, Dosen Vokasi UI, Devie Rahmawati menyatakan UMKM, startup, dan korporasi harus berani memulai transformasi cara kerja dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Penerapan teknologi dapat memberikan peluang bagi sebuah bisnis untuk dapat bergerak lebih cepat dan produktif walau bekerja secara jarak jauh,” kata dia.

Di tempat yang sama, Founder Nasi Goreng Tiarbah dan Masak Institute, Tiarbah mengatakan dirinya memulai bisnisnya sejak awal pandemi pada Maret 2020 lalu. Tapi, awalnya ia membuat dendeng lemak hanya untuk kebutuhan pribadinya.

“Waktu awal itu kan pandemi kan saya di Belitung nih, pulau kecil. Takutnya dulu lockdown membuat supply makanan ke pulau ini terhambat. Jadi bikin eksperimen ngawetin protein, dibikin dendeng. Itu cuma buat konsumsi pribadi,” kata Tiarbah.

Ia memulai bisnis kuliner nasi goreng dengan cara membuka pesanan. Saat memulai bisnis, Tiarbah bisa menjual sekitar 100 porsi setiap kali buka pesanan.

Ketika diunggah di Twitter, semakin banyak orang yang ingin mencoba Nasi Goreng Tiarbah ini. Akhirnya, ia membuka peluang kemitraan untuk orang yang ingin bisnis kuliner.

“Nah, dari sana akhirnya dibuka kemitraan untuk siapa saja yang mau join. Dengan biaya yang sangat rendah, karena tujuannya memang biar banyak orang yang tetap beraktivitas di masa pandemi,” ujarnya. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ketua BPKN: Blokir Rekening Mandiri Wajib Dibuka Jika Tidak Ada Dasar Hukum
Pernyataan Budi Ari Soal Pilpres Dipercepat Sebelum 2029 Diduga Atas Persetujuan Jokowi
Pembangunan PSEL Bekasi Merupakan Proyek Kedua Setelah Bali
Gerakan Eksternal Jelang Muktamar NU ke-35: Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah Dipertaruhkan
Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026
Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT
Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM
Haidar Alwi Sebut Kapolri Bawa Penegakan Hukum Karhutla Naik Kelas

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Ketua BPKN: Blokir Rekening Mandiri Wajib Dibuka Jika Tidak Ada Dasar Hukum

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Pernyataan Budi Ari Soal Pilpres Dipercepat Sebelum 2029 Diduga Atas Persetujuan Jokowi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Pembangunan PSEL Bekasi Merupakan Proyek Kedua Setelah Bali

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:24 WIB

Gerakan Eksternal Jelang Muktamar NU ke-35: Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah Dipertaruhkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Opini

Mengapa Banyak Pemimpin Sering Berlaku Arogan?

Rabu, 26 Agu 2026 - 16:44 WIB