Sejumlah Tokoh Pemuda Pondok Gede Soroti Proses Lelang Pembangunan Puskesmas Jatiwaringin

- Editor

Sabtu, 19 September 2026 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GOR Jatiwaringin Pondok Gede, sebelum dibongkar.

GOR Jatiwaringin Pondok Gede, sebelum dibongkar.

KOTA BEKASI, Mediakarya – Ketua Tim Evaluasi dan Pengawasan Pembangunan (TE2P) Kota Bekasi, Guntur Wijaya Putra menyoroti proses lelang pembangunan Puskesmas di lahan bekas GOR Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, yang dinilai tidak melibatkan partisipasi publik.

Guntur menduga proses lelang pembangunan Puskesmas terindikasi penuh dengan rekayasa. Di mana pemenang tender tersebut sudah ditentukan. Menurut dia, praktik tersebut sudah mejadi tradisi dalam tender pembangunan di Kota Bekasi.

“Padahal, sejak awal penggunaan Gedung Pemuda GOR Jatiwaringin yang dirobohkan, sempat ditolak oleh sejumlah elemen Pemuda Pondok Gede, namun pihak Pemkot terlalu memaksakan,” ujar Guntur kepada Mediakarya, Sabtu (19/9/2026).

Anehnya, lanjut Guntur, kelompok pemuda yang yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan atau kelompok aktivis lainnya yang selama ini ikut mengelola GOR Jatiwaingin sejak Kota Bekasi masih bergabung dengan Kabupaten Bekasi, tidak pernah dilibatkan dalam musyawarah atau diajak diskusi dalam pembongkaran tersebut.

Guntur menegaskan bahwa pihaknya tidak antipembangunan, sepanjang itu dimanfaatkan untuk keentingan masyarakat pihaknya tentunya sangat mendukung.

Namun demikian, Pemkot Bekasi harus  mengedepankan norma, etika, dan kemanusiaan dalam setiap kebijakan penataan ruang atau pembongkaran bangunan.

Ketika proses tersebut dilakukan tanpa etika yang baik, dampak sosial dan psikologis yang ditimbulkan terhadap warga atau elemen masyarakat lainnya sering kali jauh lebih besar daripada nilai fisik bangunan itu sendiri.

Baca Juga:  Menelisik Peluang Tri Adhianto di Pilkada 2024, Di Mana Posisi Golkar?

“Yang kami soroti adalah etika, transparansi dan akuntabilitas Pemkot Bekasi dalam pengambilalihan GOR Jatiwaringin. Di mana kami mencium ada dugaan kongkalingkong dalam proses tendernya,” tegasnya.

Di sini, kata Guntur, publlik dan media massa seharusnya diberikan akses untuk memantau perkembangan proyek dan melaporkan kejanggalan melalui kanal pengaduan (whistleblowing system).

“Dalam proses pembangunan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi utama untuk menciptakan kebijakan yang tepat sasaran, adil, dan berkelanjutan,” tegas dia.

Sebab, ketika Pemerintah Daerah melibatkan masyarakat, hasil pembangunan akan lebih diterima dan memiliki dampak jangka panjang yang positif.

Padahal, masyarakat adalah pihak yang paling memahami kondisi, masalah, dan potensi di lingkungan mereka.

“Pasrtisipasi publik itu perlu dilakukan guna mencegah Pemda membangun proyek “menara gading” yang megah tetapi tidak fungsional,” tuturnya.

Terkait dengan pembangunan GOR Jatiwaringin, pihaknya menyesalkan keputusan Wali Kota Bekasi Tri Adianto yang tidak mendengar aspirasi Pemuda Pondok Gede.

Guntur juga mempertanyakan CV.Tiga Putra sebagai pemenang proyek tersebut yang diduga proses tendernya penuh dengan rekasyasa.

Berdasarkan investigasi dari sejumlah elemen dan aktivis pemuda bahwa pembangunan gedung Puskesmas Jatiwaringin tidak sesuai spesifikasi.

“Untuk itu Tim Evaluasi Pengawasan Pembangunan meminta Pemkot Bekasi melalui Dinas terkait agar membatalkan SPK CV Tiga Putra yang disebut sebagai pemenang tender pembangunan Puskesmas Jatiwaringin Pondokgede Kota Bekasi,” pungkasnya.  (Pri)

 

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dua Kontingan Muaythai Kota Bekasi Lolos Final, Gasak Kabupaten Bekasi Dan Depok
Atlit Nasional Peraih Emas PON Di KO Atlet Muaythai Kota Bekasi
Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026
Kota Bekasi Sabet Emas Pertama Cabor Muaythai Di Hari Pertama, Unjuk Gigi Pada Porprov XV Jabar
Setelah 25 Tahun Dikelola Swasta, PAM Jaya Kini Sumbang Dividen Rp 257 Miliar
Dinasti di Balik Kursi Sekda, Pembina Korps Alumni KNPI Bekasi Sentil Pelantikan Adik Ipar Tri Adhianto
Cakupan Air Perpipaan Tembus 83 Persen, Jakarta Mulai Kendalikan Penurunan Tanah
Open Bidding atau Sandiwara? Adik Ipar Tri Adhianto Mulus Jadi Calon Sekda Kota Bekasi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:43 WIB

Dua Kontingan Muaythai Kota Bekasi Lolos Final, Gasak Kabupaten Bekasi Dan Depok

Kamis, 5 November 2026 - 09:00 WIB

Atlit Nasional Peraih Emas PON Di KO Atlet Muaythai Kota Bekasi

Rabu, 4 November 2026 - 13:31 WIB

Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026

Selasa, 3 November 2026 - 22:20 WIB

Kota Bekasi Sabet Emas Pertama Cabor Muaythai Di Hari Pertama, Unjuk Gigi Pada Porprov XV Jabar

Senin, 2 November 2026 - 17:15 WIB

Setelah 25 Tahun Dikelola Swasta, PAM Jaya Kini Sumbang Dividen Rp 257 Miliar

Berita Terbaru