Ahmad Doli Kurnia: Jika Nusron Merasa Tidak Melanggar, Kalau Dipanggil Ya Datang Saja

- Editor

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia (Ist)

Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Politikus Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung buka suara terkait isu yang menyeret nama Menteri ATR/BPN yang juga kader Golkar, Nusron Wahid.

Dalam program Ngobrol Bareng Tribunnews, Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan, setiap warga negara yang merasa tidak melakukan pelanggaran seharusnya kooperatif jika dipanggil aparat penegak hukum.

“Nusron itu sahabat, saya kira kalau memang dia merasa tidak pernah melakukan apa-apa atau melanggar apa-apa ya kalau dipanggil (KPK) ya seharunya datang saja,” ujar Doli sebagaimana dikutip Mediakarya, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, sikap kooperatif sebagai warga negara yang baik justru akan mencegah munculnya spekulasi liar di ruang publik.

“Sebagai warga negara yang baik ya kalau dipanggil ya datang saja gitu kan. Supaya ya tidak orang menimbulkan spekulasi bermacam-macam gitu,” katanya.

Baca Juga:  KPK Cegah Peluang Korupsi Sektor Pariwisata Papua

Ia menekankan, persoalan ini bukan sekadar menyangkut nama baik Nusron Wahid secara pribadi, melainkan juga menyangkut nama baik Partai Golkar dan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Karena ini juga akan menyangkut bukan menyangkut soal nama baik teman saya sendiri ini kan akan menyangkut nama baik kami, kita semua di Partai Golkar,” tegasnya.

“Menyangkut dengan nama baik pemerintahan Pak Prabowo yang memang jargonnya kan kita akan berantas korupsi gitu ya. Kita kerja sampai ke Antartika,” imbuh dia.

Pernyataan Doli sekaligus menjadi penegasan sikap Golkar yang mendukung penuh agenda pemberantasan korupsi yang diusung pemerintahan Prabowo-Gibran, serta mendorong setiap kader untuk taat hukum. (Egy)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Lewat Program ‘Poliran’, Polres Nias Selatan Sentuh Persoalan Pengangguran Pemuda
NCW Tuding Wali Kota Bekasi Bohongi Publik Soal BEP PT Migas, Kejagung Justru Bongkar Korupsi Rp2 Triliun
Komisi III DPR Desak Polri Usut Kasus Tewasnya Bharada Valdo di Markas Polairud
IPW: Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat di 2026, Wasdal Atasan Mandul
Beli Rumah Lunas dan Bersertifikat Resmi, Aset Klien Yuli Yanti Hutagaol Malah Disita Bank Mayapada
Polres Nias Selatan Ringkus Pria Diduga Edarkan Narkotika
Dua Kader Keseret Suap ATR/BPN, GNK Sebut Golkar Terancam Kehilangan Suara di 2029
BPKN-RI Tagih Komitmen Polri Responsif dan Humanis di Kasus Loker Bodong Bekasi

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Ahmad Doli Kurnia: Jika Nusron Merasa Tidak Melanggar, Kalau Dipanggil Ya Datang Saja

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Lewat Program ‘Poliran’, Polres Nias Selatan Sentuh Persoalan Pengangguran Pemuda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:56 WIB

NCW Tuding Wali Kota Bekasi Bohongi Publik Soal BEP PT Migas, Kejagung Justru Bongkar Korupsi Rp2 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:15 WIB

Komisi III DPR Desak Polri Usut Kasus Tewasnya Bharada Valdo di Markas Polairud

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:43 WIB

IPW: Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat di 2026, Wasdal Atasan Mandul

Berita Terbaru