37.151 Warga Australia Terpapar Virus Covid-19 Varian Omicron

- Editor

Selasa, 4 Januari 2022 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, Mediakarya – Sejumlah negara di belahan dunia sepertinya belum terbebas dari penyakit mematikan yakni Covid-19 yang telah menelan jutaan korban jiwa.

Di tahun 2022 ini Covid-19 varian baru yang bernama Omicron kembali mengahantui. Bahkan Ameriika Serikat sendiri telah membatalkan ribuan jadwal penerbangan baik dari dan keluar bandara negara Paman Sam tersebut akibat ancaman virus tersebut.

Tidak hanya di AS, kemunculan virus Covid-19 varian Omicron membuat banyak penerbangan di sejumlah negara dibatalkan. Omicron diyakini membuat penumpang pesawat kemungkinan memiliki risiko dua hingga tiga kali terkena virus tersebut.

Sementara itu, kasus infeksi virus Corona varian Omicron melonjak di dua negara bagian terbesar Australia, New South Wales (NSW) dan Victoria.

Hal itu memicu peningkatan rawat inap yang lebih tinggi dibandingkan saat penyebaran varian Delta.

NSW dan Victoria yang dihuni setengah dari 25 juta populasi Australia, melaporkan 37.151 kasus baru pada Selasa (4/1) atau sedikit menurun dari angka kasus baru nasional 37.212 yang dicatat sehari sebelumnya.

Orang-orang yang dirawat di rumah sakit NSW naik menjadi 1.344 pasien, yang merupakan puncak pandemi baru, melampaui 1.266 pasien yang dicapai September lalu selama gelombang Delta.

Jumlah rawat inap meningkat lebih dari dua kali lipat dalam seminggu dan membebani sistem kesehatan setempat.

Baca Juga:  Fahri Hamzah Kritisi Nilai C ICW ke Kejagung: Penyelamatan Duit Korupsi Lebih Konkret

Pihak berwenang juga berjuang melawan kekurangan tes cepat antigen, penundaan hasil tes usap PCR, dan penutupan mendadak sejumlah situs pengujian ketika Perdana Menteri Scott Morrison mengesampingkan pemerintah yang menanggung biaya bagi orang-orang melakukan tes Covid-19 sendiri.

“Masalahnya saat ini adalah kurangnya (tes cepat antigen) benar-benar menghambat tanggung jawab pribadi dan itu adalah kegagalan yang terlihat jelas dalam pengelolaan Covid-19 saat ini,” kata Wakil Presiden Asosiasi Medis Australia Chris Moy, Selasa (4/1/2022).

Seperti dikabatkan Radio ABC, rekor lonjakan infeksi dan rawat inap terjadi ketika 2 juta lebih banyak orang Australia memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan vaksin penguat (booster) mulai Selasa, setelah pihak berwenang mempersingkat waktu tunggu antara suntikan kedua dan ketiga menjadi empat bulan.

Lebih dari 2,5 juta orang di Australia sejauh ini telah menerima suntikan booster, yang dianggap pejabat kesehatan dapat mencegah lebih banyak rawat inap dan kematian.

Seperti diketahui, Australia pada Selasa (4/1) mencatat setengah juta kasus Covid-19 sejak pandemi dimulai, dengan sekitar 94 persen kasus terdeteksi sejak Juli lalu ketika wilayah timurnya diguncang oleh wabah Delta.

Namun, hampir 538.000 kasus dan 2.270 kematian yang dilaporkan Australia masih lebih rendah dibandingkan jumlah yang terlihat di banyak negara yang sebanding

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum
Iran Tetap Teguh Melawan Amerika dan Israel di PBB
Kapal Komersial Sitaan Koalisi Amerika Israel Dijual Iran
Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar
Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak
Bupati Bolmut Sulawesi Utara Kena Ciduk OTT KPK
Prabowo Kerap Berkata Kasar Hingga Disarankan Dijauhkan dari Mikropon, Begini kata Pengamat

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:08 WIB

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 September 2026 - 12:38 WIB

Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum

Rabu, 23 September 2026 - 11:13 WIB

Kapal Komersial Sitaan Koalisi Amerika Israel Dijual Iran

Rabu, 23 September 2026 - 07:50 WIB

Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar

Selasa, 22 September 2026 - 22:48 WIB

Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak

Berita Terbaru

Proses penambangan (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:08 WIB