Kabul, Mediakarya– Perang saudara antara pasukan pemerintah dengan milisi Taliban di Afghanistan yang sudah berlangsung bertahun-tahun akhirnya dimenengkan oleh pasukan milisi. Hal tersebut menyusul dengan keberhasilan pasukan Taliban yang masuk ke ibu kota Kabul dari berbagai arah pada Minggu (15/8) kemarin. Situasi ini pun kian membuat ibu kota tersebut mencekam
Kondisi itu juga membuat Presiden Ashraf Ghani dilaporkan telah meninggalkan Afghanistan menuju Tajikistan. Kendati demikian, demi alasan keamanan, pejabat berwenang Afghanistan sampai sekarang menolak berkomentar soal keberadaan Ghani di Tajikistan.
Kepergian Ghani meninggalkan Afghanistan membuat Taliban meradang. Salah seorang perwakilan Taliban menegaskan, mereka akan mencari keberadaan Ghani.
Seperti dikutip dari Reuters, meski demikian, jubir Taliban memastikan tidak ada pertempuran berlangsung di Kabul saat ini. Milisi Taliban kini berada di pinggiran Kabul. Mereka mengajak pemerintah Afghanistan untuk negosiasi agar menyerah dengan damai.
“Milisi Taliban bersiap di segala penjuru masuk Kabul sampai penyerahan kekuasaan yang damai dan memuaskan disepakati,” ucap jubir Taliban Zabihullah Mujahid.
Sebelumnya, pasukan Taliban sudah memasuki wilayah Ibu Kota Afghanistan, Kabul, dari segala penjuru pada Minggu pagi. Taliban tidak akan merebut Kabul secara paksa.
Pasukan Taliban diminta berjaga di gerbang kabul dan tidak memasuki kota adanya transisi dari Pemerintah Afghanistan. Taliban menegaskan, Pemerintah Afghanistan bertanggung jawab penuh atas keamanan di Kabul.*











