BPIP: Jutaan Generasi Muda Bisa Tersesat Jika tidak Dibina

- Penulis

Selasa, 14 September 2021 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Baby Siti Salamah, menyampaikan, jutaan generasi muda yang mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama (Kemenag) bisa tersesat jika tidak dibina dengan baik. Karena itu menurutnya guru dan dosen punya peran yang penting sebagai duta Pancasila.

“Total peserta didik (di bawah Kemenag) yaitu 9,9 juta orang pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, dan 1,1 juta orang pada jenjang pendidikan tinggi. Apabila jumlah sebanyak itu tidak kita bina dengan baik maka jutaan generasi muda ini dapat tersesat baik secara akidah ataupun ideologi,” kata dia dalam webinar ‘Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Guru dan Dosen di Lingkungan Kementerian Agama RI, Selasa (14/9).

Dilansir dari republika, Baby juga menuturkan, guru dan dosen merupakan duta Pancasila sehingga memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi peserta didik dan penguatan ideologi Pancasila. Sebagai duta Pancasila, guru dan dosen berperan menyosialisasikan, menanamkan, membumikan, hingga mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Baca Juga:  BPIP: Pembumian Pancasila Jadi Tantangan Bagi Segenap Bangsa Indonesia

Menurut Baby, guru dan dosen juga perlu berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hubungan antara masyarakat, agama dan negara. Apalagi, dia menambahkan, Kemenag memiliki jaringan lembaga pendidikan sebanyak 82.963 yang terdiri dari Raudatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah Negeri, Perguruan Tinggi Keagamaan, dan Institut serta sekolah tinggi.

Kemenag, lanjut Baby, memiliki karakteristik yang berbeda dengan kementerian dan lembaga lain. Kemenag mempunyai akses sampai ke tingkat akar rumput dengan jangkauan dan layanan keagamaannya terutama pada urusan pendidikan, pernikahan, majelis taklim, umrah, dan haji serta lainnya.

“Itu adalah potensi besar yang bisa dioptimalkan bersama BPIP dalam sebuah gotong-royong nasional untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam rangka menjaga keharmonisan hubungan antara masyarakat, agama dan negara,” ujar dia.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice
IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC
Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa
Wacana Ubah DSI Jadi BLU, Mantan Jenderal Ini Usulkan Lahirnya Otoritas Analisis Perdagangan Komoditas Nasional
BGN di Pusaran Korupsi: Pembersihan Nyata atau Sekadar Rebranding?
STY Latih Persija, Pras: Itu Pelatih Bagus
Dirjen Keuangan Daerah Agus Fatoni Dorong Daerah Perkuat Kemandirian Fiskal Lewat Inovasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:48 WIB

Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:42 WIB

IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:59 WIB

Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:38 WIB

Wacana Ubah DSI Jadi BLU, Mantan Jenderal Ini Usulkan Lahirnya Otoritas Analisis Perdagangan Komoditas Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:59 WIB

BGN di Pusaran Korupsi: Pembersihan Nyata atau Sekadar Rebranding?

Berita Terbaru