Diduga Berpihak Pada Cakada Tertentu, Ketua PC Pergunu Kota Bekasi Terancam Dipecat

- Penulis

Minggu, 15 September 2024 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Pergunu (Ist)

Logo Pergunu (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Aris Adi Leksono menegaskan bahwa pihaknya segera melakukan evaluasi terhadap Ketua Pimpinan Cabang (PC) Pergunu Kota Bekasi Lukmanul Hakim.

Hal tersebut terkait dugaan ketidaknetralan Lukmanul Hakim yang kedapatan membawa nama instansi dan atribut organisasi untuk menyatakan dukungan kepada salah satu pasangan calon kepala daerah (cakada) Kota Bekasi.

Ia menegaskan, pengurus Pergunu di semua tingkatan tidak boleh berpolitik praktis dengan membawa nama dan atribut Pergunu.

“Tidak boleh. Kalau mau dukung pasangan calon dalam Pilkada jangan catut nama organisasi karena itu bertentangan dengan kode etik,” tegas Aris sebagaimana dilansir dari Nu online, Ahad (15/9/2024).

Ia juga mengaku akan membahas tindakan Ketua Pergunu Kota Bekasi yang melanggar kode etik organisasi itu.

“Kita akan adakan evaluasi bersama terkait tindakan mencatut nama organisasi dalam dukungan suatu paslon yang dilakukan oleh Ketua PC Pergunu Kota Bekasi,” ungkapnya.

Aris mengaku akan menunggu arahan dari Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim terkait pemecatan terhadap pengurus yang melanggar kode etik organisasi.

“Kita menunggu arahan dari ketua umum kalau soal pemecatan. Karena perlu kita lihat dan dengar dulu ini penjelasan dari PC Kota Bekasi terkait hal tersebut,” tutur Aris.

Ia mempersilakan siapa pun jika ingin terlibat dalam kegiatan politik praktis asal tidak menggunakan nama instansi dan membawa atribut organisasi.

“Kalau mau berpolitik silakan gunakan nama pribadi, tapi jangan pake nama instansi dan atribut Pergunu karena bertentangan dengan PD PRT (Peraturan Dasar Peraturan Rumah Tangga) Pergunu,” pungkasnya.

Tindakan pencatutan nama instansi dan penggunaan atribut Pergunu ini mendapatkan kecaman dari gerakan yang mengatasnamakan Forum Penyelamat Pergunu Kota Bekasi.

Baca Juga:  Sri Mulyani: Hanya dalam 5 Kuartal PDB Kita Kembali Seperti Sebelum Pandemi

Sebelumnya, Forum Penyelamat Pergunu Kota Bekasi itu memberikan keterangan kronologis terkait pencatutan organisasi untuk mendukung salah satu paslon dalam Pilkada Kota Bekasi.

Bermula pada sebelum salah satu pasangan calon berangkat menuju kantor KPU Kota Bekasi untuk melakukan pendaftaran pada 29 Agustus 2024.

Lukmanul Hakim sebagai Ketua PC Pergunu Kota Bekasi yang mengenakan seragam batik Pergunu memimpin doa, dalam redaksi doa yang terdapat pada video yang beredar luas melalui akun Tiktok.

Selain itu ada satu bendera yang nampak mencolok, berlatar belakang warna hijau dengan simbol bola dunia berwarna putih bertuliskan Pergunu.

Keberpihakan Ketua PC Pergunu Kota Bekasi terhadap salah satu paslon juga terlihat jelas pada postingan di akun Tiktok pribadinya. Di akun Tiktok itu, Lukman dengan jelas mendukung salah satu paslon.

Adapun peraturan yang dilanggar oleh Ketua Pergunu Kota Bekasi adalah PD Pergunu Pasal 9 Ayat 1 dan 2 yang menyatakan bahwa Pergunu bukanlah organisasi politik dan tidak berafiliasi kepada organisasi politik mana pun.

Dasar hukum PD Pergunu Pasal 9 Ayat 1: Pergunu berbentuk organisasi sosial kemasyarakatan dan bukan berbentuk organisasi politik. PD Pergunu Pasal 9 Ayat 2: Pergunu bersifat kekeluargaan dan independen, artinya non Pemerintah dan tidak berafiliasi kepada Organisasi Politik mana pun.

PD Pergunu Pasal 16 Ayat 5: Berkewajiban menjunjung tinggi nama baik dan memajukan organisasi. PRT Pergunu Pasal 1 Ayat 1: Kode etik Pergunu menjadi landasan moral dan pedoman tingkah laku profesi yang harus dijunjung tinggi dan diamalkan oleh setiap guru Nahdlatul Ulama”. PRT Pergunu Pasal 6 Ayat 1: Setia dan taat kepada PD/PRT organisasi. PRT Pergunu Pasal 6 Ayat 2: Menjaga kehormatan dan martabat organisasi dan kode etik Pergunu.*

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Penanganan Kasus Bea Cukai Jadi Sorotan, Transparansi Dinilai Kunci Jaga Kepercayaan Publik
Harga Pertamax Naik 32 Persen, Ketua BPKN RI: Konsumen Berhak Mendapat Transparansi Pemerintah
WTP Kota Bekasi Dipertanyakan Publik, Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik
Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen
Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus 
Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan
Polri Libatkan Eksternal Dalam Assessment Jenderal
Bea Cukai Ungkap Jutaan Batang Rokok Ilegal, Total Kerugian Negara Rp8,66 Miliar
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:09 WIB

Penanganan Kasus Bea Cukai Jadi Sorotan, Transparansi Dinilai Kunci Jaga Kepercayaan Publik

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:38 WIB

Harga Pertamax Naik 32 Persen, Ketua BPKN RI: Konsumen Berhak Mendapat Transparansi Pemerintah

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:34 WIB

Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:29 WIB

Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus 

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan

Berita Terbaru