Dinilai Tak Berdampak Positif pada Warga, Pemerintah Didesak Cabut Izin KEK Lido

- Penulis

Minggu, 24 November 2024 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi perdana warga Cigombong di KEK MNC Lido Bogor.

Aksi perdana warga Cigombong di KEK MNC Lido Bogor.

BOGOR, Mediakarya – Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Musyawarah Besar Masyarakat Cigombong Kabupaten Bogor mendesak pemerintah untuk mencabut perizinan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) wisata di kawasan Lido.

Pasalnya keberadaan KEK Lido selama ini tidak berdampak positif bagi warga sekitar, bahkan sebaliknya keberadaannya semakin memburuk baik dengan masyarakat setempat maupun lingkungan sekitar.

“KEK dapat dicabut atau ditinjau kembali perizinannya bila tidak eksis dalam pengerjaan pembangunan dan tidak dapat menyerap tenaga kerja warga setempat sebesar 20 hingga 30 persen,” jelas koordinator Forum Musyawarah Besar Masyarakat Cigombong, Aqso Bintang Nusantara kepada wartawan, Minggu (24/11/2024).

Menurut Aqso, KEK harus dicabut atau ditinjau kembali perizinannya karena dalam regulasi KEK harus bisa menarik investor lebih dari Rp 5 triliun tapi faktanya tidak ada, bahkan pembangunannya mangkrak.

Baca Juga:  Bupati Bogor Usul Bangunan Eks Rindu Alam Dijadikan RTH

“Kami meminta MNC segera merevitalisasi atau normalisasi Danau Lido karena keadaanya sudah mengkhawatirkan.
Dampaknya luas danau semakin menyempit, menjadi dangkal dan airnya mengeruh,” kata Aqso.

Aqso menegaskan, warga Cigombong meminta 5 tuntutan, yakni evaluasi kembali atau cabut izin KEK Lido, segera revitalisasi Danau Lido, serap tenaga kerja warga setempat, buka kembali akses untuk ruang publik warga dan kembalikan fungsi air sebagai daerah serapan agar masyarakat setempat tidak kekeringan.

“Bila aksi perdana ini tidak direspon pihak MNC, maka kami akan mengadakan aksi berikutnya dengan jumlah lebih besar,” ucapnya.

Aqso mengakui, aksi perdana ini terdiri dari 70 pemuda dari 9 desa yang ada di Kecamatan Cigombong. (Dedi K)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pemkot Masih Ragu Dengan Tindakan Tegas, Tanggul GGC Tetap Berdiri
Pemadaman di Sumatera dan Jawa, Publik Pertanyakan Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional
Bupati Tabanan Buka Parade Gebogan dan Baleganjur 2026 di Ulun Danu–The Blooms, Dorong Wisata Budaya Bali
HUT Jakarta ke 499, Gubernur Pramono Beberkan Keberhasilan di Depan DPRD
Hanya Fokus pada Satu Warna, KPK Dituding Gagal Sidik Kasus Tipikor Bea Cukai
Interpol Polri Berhasil Pulangkan Buronan Red Notice Dari Maroko
Kasus Dugaan Suap DJBC, Saksi Ungkap Ada Aliran Dana ke Institusi “Cokelat”
TP PKK Jakarta dan PAM JAYA Gratiskan Khitan untuk 2.000 Anak di Momen HUT Jakarta ke-499
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:58 WIB

Pemadaman di Sumatera dan Jawa, Publik Pertanyakan Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional

Senin, 22 Juni 2026 - 20:40 WIB

Bupati Tabanan Buka Parade Gebogan dan Baleganjur 2026 di Ulun Danu–The Blooms, Dorong Wisata Budaya Bali

Senin, 22 Juni 2026 - 17:24 WIB

HUT Jakarta ke 499, Gubernur Pramono Beberkan Keberhasilan di Depan DPRD

Senin, 22 Juni 2026 - 16:35 WIB

Hanya Fokus pada Satu Warna, KPK Dituding Gagal Sidik Kasus Tipikor Bea Cukai

Senin, 22 Juni 2026 - 11:17 WIB

Interpol Polri Berhasil Pulangkan Buronan Red Notice Dari Maroko

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Amir Hamzah menyoroti PRJ. (Foto: dri)

DKI

Banyak Keluhan, PRJ Harus Dievaluasi Secara Menyeluruh

Selasa, 23 Jun 2026 - 15:32 WIB