Dividen Terus Merosot, Pemerhati Publik Desak Evaluasi Dirut BBWM

- Editor

Jumat, 31 Oktober 2025 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI, Mediakarya – Pemerhati kebijakan publik Abu Fitri Mu’min mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi mengevaluasi kepemimpinan Prananto Sukodjatmoko yang telah memimpin PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM) sejak 2014.

“BBWM yang dipimpin Prananto sebagai Direktur Utama tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah,” katanya kepada wartawan, Jumat (31/10/2025).

Abu Fitri Mu’min, yang akrab disapa Fitri Bule, mengatakan realisasi penerimaan dividen dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi ini jauh dari harapan. Dia mencatat, realisasi dividen yang disetorkan BBWM untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2024 hanya Rp2,4 miliar.

“Ironis, ini BUMD tingkat kabupaten dengan total penyertaan modalnya Rp178,5 miliar, tapi dividennya hanya Rp2,4 miliar. Padahal, ada BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang levelnya jauh lebih kecil mampu menyetorkan dividen lebih besar dari itu. Ini sungguh memalukan,” sindir Fitri Bule.

Dia menyebut, penurunan dividen BBWM sudah terjadi sejak lama. Data menunjukkan tren penurunan drastis sejak Prananto memimpin perusahaan.

“Kinerja BBWM di bawah kepemimpinan Prananto sejak 2014 menunjukkan kemunduran signifikan. Dividen BBWM menyusut drastis dari Rp37 miliar pada 2014 menjadi hanya Rp1-2 miliar pada tahun-tahun berikutnya. Ini menunjukkan BUMD gagal memaksimalkan kontribusinya terhadap PAD Kabupaten Bekasi,” tegasnya.

Fitri Bule menegaskan, BBWM adalah BUMD berbentuk Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) yang berorientasi bisnis, bukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang fokus pada pelayanan publik.

Baca Juga:  BBWM Kilang LPG Milik Warga Bekasi Dibiarkan Bocor Selama 20 Tahun

“Perumda yang merugi masih bisa ditoleransi karena fungsinya melayani masyarakat. Namun, Perseroda seperti BBWM harus menghasilkan keuntungan. Kalau labanya minim, itu menunjukkan direkturnya tidak memiliki kapasitas dan konsep bisnis yang baik. Seharusnya diganti agar perusahaan bisa menghasilkan laba optimal dan berkontribusi maksimal ke PAD,” jelasnya.

Dia juga menyoroti ketimpangan antara kinerja perusahaan dengan pertumbuhan harta kekayaan pimpinannya. Sementara dividen BBWM terus merosot, harta kekayaan Prananto justru terus meningkat.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di situs Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hartanya naik dari Rp69,6 miliar (2021), Rp85,1 miliar (2022), Rp88,7 miliar (2023), hingga Rp87,6 miliar (2024).

“Yang aneh, LHKPN Prananto baru ada sejak 2021, padahal dia sudah menjabat sejak 2014. Ke mana LHKPN periode 2014-2020? Ini perlu dipertanyakan,” ujar Fitri Bule.

Disamping itu, dia juga mempertanyakan kejanggalan dalam pelaporan jabatan. “Di LHKPN tahun 2021-2022, Prananto mencantumkan jabatan sebagai Direktur Utama. Namun, di tahun 2023-2024 tiba-tiba berubah menjadi Direktur Usaha. Padahal, faktanya dia tetap menjabat sebagai Direktur Utama BBWM dan di struktur BBWM tidak ada posisi Direktur Usaha. Ini menunjukkan ketidakserisan dalam pelaporan atau bahkan ada yang disembunyikan,” pungkas Fitri Bule. (Supri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas
Menteri Transmigrasi Beri Pesan Khusus untuk Azka: “Zero Poverty, Belajarlah dengan Rendah Hati di Amsterdam”
TPS3R Prabu Recycle, Upaya Warga Kurangi Beban Sampah ke TPA Burangkeng
Dihadapan Haji Ghoni Cs, Gubernur Pramono Berpesan Perkuat Peran Budaya Betawi Menuju Jakarta Kota Global
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu 
Di Balik Laba Rp45 Triliun Pertamina Hulu Energi, BPK Ungkap Pinjaman untuk Dividen dan Tantiem yang Berbuah Beban Bunga Rp1,56 Triliun
Etos Indonesia Ingatkan KPK Agar Tak Terjebak Penggiringan Opini dan Politisasi Hukum
Bawa Nama Presiden Prabowo dalam Perkara Pidana, Hotman Paris Diminta Jaga Etika Profesi

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:58 WIB

PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:41 WIB

Menteri Transmigrasi Beri Pesan Khusus untuk Azka: “Zero Poverty, Belajarlah dengan Rendah Hati di Amsterdam”

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:19 WIB

TPS3R Prabu Recycle, Upaya Warga Kurangi Beban Sampah ke TPA Burangkeng

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:17 WIB

Dihadapan Haji Ghoni Cs, Gubernur Pramono Berpesan Perkuat Peran Budaya Betawi Menuju Jakarta Kota Global

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:30 WIB

Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu 

Berita Terbaru