Jadi Peran Guru di Film ‘Ageman’, Kadis PPPA Lampung Soroti Bahaya Bullying 

- Editor

Minggu, 13 September 2026 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG, Mediakarya – Layar sinema di Bumi Ruwa Jurai kembali menghadirkan karya visual yang sarat makna. Film bertajuk Ageman hadir menyuguhkan pesan mendalam tentang indahnya merawat keharmonisan di tengah lanskap masyarakat yang heterogen.

Diambil dari bahasa Jawa, Sunda, dan Bali, kata Ageman secara harfiah berarti pakaian, pedoman, atau keyakinan.

Judul ini menyimpan filosofi mendalam bahwa identitas suku, ras, budaya, hingga agama merupakan amanah yang melekat sejak lahir untuk saling mengenal dan melengkapi bukan untuk memicu kebencian apalagi memisahkan.

Film yang disutradarai Jasper Lance Piscasio dan diproduseri Ken Setiawan ini terbilang unik.

Selain mengangakat kisah inspiratif perjalanan hidup Ken Setiawan yang kini aktif mengampanyekan perdamaian, jajaran pemainnya merangkul jajaran pejabat Pemprov Lampung, akademisi, tokoh budaya hingga tokoh lintas agama secara nyata.

Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Dra. Hanita Farial, M.Si. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung ini tampil beradu peran sebagai seorang guru yang sarat nilai edukasi.

Dalam salah satu adegan rapat sekolah, karakter yang dimainkan Hanita berdiskusi hangat bersama Kepala Sekolah yang diperankan langsung oleh Ibu Gubernur Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza serta Sekda Provinsi Lampung, Agnesia Bulan Rurianti.

Rapat tersebut juga diisi oleh jajaran kepala dinas lain yang memerankan sosok pendidik, seperti Thomas Amirico (Kadisdikbud), Ganjar Jationo (Kadiskominfotik), dan Tony Ferdinansyah (Kadisparekraf).

Diskusi tersebut menyoroti keprihatinan bersama terkait masih rendahnya tingkat literasi masyarakat di era derasnya arus media sosial.

Baca Juga:  Persekutuan Masyarakat Waraka Tempuh Langkah Hukum atas Dugaan Penyebaran Informasi Palsu oleh Roemasosal

Imbas minimnya literasi ini kerap memicu maraknya penyebaran berita bohong (hoax), di mana masyarakat kerap menjadi korban sekaligus pelaku karena mudah membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Tak hanya soal hoax, fenomena tawuran pelajar, perundungan (bullying), hingga sikap intoleransi di lingkungan sekolah turut menjadi bahasan krusial.

Pasalnya, benih-benih perundungan dan intoleransi dapat menjadi pintu masuk terpaparnya anak pada paham radikalisme dan ekstremisme.

Lewat perannya, Hanita menegaskan pentingnya keberanian peserta didik untuk bersuara dan melaporkan setiap indikasi tindakan perundungan kepada pihak sekolah.

Ia menyampaikan harapan agar dunia pendidikan ke depan tidak hanya berfokus membuat anak mampu membaca dan menghafal soal, tetapi juga membentuk siswa yang berpikir kritis, emosional stabil, serta mampu menciptakan solusi atas permasalahan di sekitarnya.

Sementara itu, Eksekutif Produser Film Ageman sekaligus Ketua FKPT Provinsi Lampung, Dr. M. Firsada, berharap pesan inklusif dalam film ini dapat mengetuk hati seluruh lapisan masyarakat.

“Film ini sangat layak ditonton oleh masyarakat luas agar kita semakin menyadari pentingnya menjaga kerukunan dan saling menghargai di tengah perbedaan,” ujar Firsada dalam keterangan tertulisnya yang diterima Mediakarya Ahad (13/9/2026).

Dia pun berharap, dengan kehadiran Film Ageman, Indonesia tetap damai dan kondusif tanpa ada lagi celah bagi potensi intoleransi maupun radikalisme.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kendalikan Alih Fungsi Lahan, Pemkab Nisel Gelar Uji Publik Raperda LP2B
Lewat Program Polantas Karib, Polres Nias Selatan Tanamkan Kesadaran Berkendara Sejak Dini
Patroli Sat Samapta Polres Nias Selatan, Ciptakan Kamtibmas Kondusif
Polemik Lelang Proyek Jalan Lingkar Waduk Penjalin-Winduaji Brebes Masuki Babak Baru
Perkuat Sinergitas, Wakapolres Nias Selatan Hadiri Upacara Hari Jadi TNI ke-81
Dituding Layani BBM Subsidi Dengan Jerigen, Manajer SPBU di Amandraya Malah Merespons Defensif
Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”
Pengurus PDNI Kepulauan Nias Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Teluk Dalam

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Kendalikan Alih Fungsi Lahan, Pemkab Nisel Gelar Uji Publik Raperda LP2B

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Lewat Program Polantas Karib, Polres Nias Selatan Tanamkan Kesadaran Berkendara Sejak Dini

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Patroli Sat Samapta Polres Nias Selatan, Ciptakan Kamtibmas Kondusif

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Polemik Lelang Proyek Jalan Lingkar Waduk Penjalin-Winduaji Brebes Masuki Babak Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Perkuat Sinergitas, Wakapolres Nias Selatan Hadiri Upacara Hari Jadi TNI ke-81

Berita Terbaru