Etos Indonesia: Tertangkapnya Rahmat Effendi Bakal Pengaruhi Konstelasi Politik Kota Bekasi

- Editor

Jumat, 7 Januari 2022 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah,

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah,

JAKARTA, Mediakarya – Kasus operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  yang melibatkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dalam dugaan suap jual beli jabatan, pengadaan barang dan jasa, mengundang perhatian sejumlah kalangan.

Maklum saja, mantan orang nomor satu di Kota Bekasi itu sebelumnya mendapatkan sejumlah penghargaan baik dari capaian prestasi kinerja, maupun pelayanan publik.

Kepada mediakarya, Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah mengatakan, bahwa peristiwa OTT KPK itu merupakan pukulan yang luar biasa bagi masyarakat Kota Bekasi.

“Sebab Wali Kota sebelumnya, Bapak Mochtar Mohammad juga pernah dicokok KPK dalam kasus korupsi. Kejadian itu ternyata tidak dijadikan pelajaran berharga oleh Rahmat Effendi. Sehingga ia harus bernasib sama, dan dipastikan akan menempati rumah tahanan,” ungkap Iskandar Jumat, (7/1/2022).

Menurutnya, dengan ditangkapnya Rahmat Effendi oleh KPK, akan mempengaruhi konstelasi politik Kota Bekasi ke depan.

Meski Ade Puspitasari yang merupakan anak dari Rahmat Effendi pernah digadang-gadang untuk menggantikan posisinya pada Pilkada mendatang, tapi Iskandar menilai kehadiran Ade di kancah politik masih prematur.

Baca Juga:  ETOS Institut: Jika Tri Adhianto Elektabilitasnya Tinggi Kenapa Perolehan Kursi PDIP di DPRD Kota Bekasi Jeblok

“Meski saat ini Ade menjabat sebagai anggota dewan tapi keterpilihannya karena adanya campur tangan Rahmat Effendi,” tandas Iskandar.

Iskandar juga mengatakan, peristiwa OTT KPK yang menyeret sang ayah, yakni Rahmat Effendi harus dijadikan momentum Ade Puspitasari bahwa ia bukan hanya mendompleng nama besar orang tuanya.

“Ade harus bisa buktikan bahwa dirinya bukan politisi karbitan. Meski saat ini Rahmat Effendi tengah mengalami masalah hukum Ade harus bisa menunjukkan dirinya sebagai ketua DPD Golkar Kota Bekasi,” katanya.

Kendati demikian, lanjut Iskandar memprediksi bahwa politik Kota Bekasi tetap dinamis. Sebab secara geografis dekat dengan DKI, masyarakatnya pun lebih cerdas, lebih objektif.

“Kita ambil contoh Banten, meski anak koruptor, tapi nyatanya berhasil lolos jadi Wagub,” pungkasnya.**

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dukungan Kader PPP Menguat, Sarif Marhaendi Siap Jadi Wakil Bupati Bekasi
Direktur Etos Indonesia: Golkar Harus Bongkar Pola Lama, Jika Mau Hidup di Era Gen Z
Yusuf Blegur Skakmat Dedi Mulyadi: Pencitraan Pro Rakyat, Giliran Warga Ciamis Ngeluh Jalan Rusak Malah Ngamuk
NCW Bekasi Raya Skak DPRD dan Pemkot: Jangan Cuma Jago Tertibkan Pengemis, Shelter Terpadu Malah Mangkrak di Atas Kertas!
Analis Politik Sentil Golkar: Citra Hancur Diterpa Korupsi, Kader Bekasi Malah Paksakan Istri Tersangka KPK Jadi Ketua
Sidang Gugatan Pelda Satria Nusantara Ditunda, Pengacara Soroti Netralitas Sekretaris Pusat
Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras
GMNI Kecewa Kepada Disnaker Kota Bekasi Yang Tidak Tegas Tindak Loker Palsu

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Dukungan Kader PPP Menguat, Sarif Marhaendi Siap Jadi Wakil Bupati Bekasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:52 WIB

Yusuf Blegur Skakmat Dedi Mulyadi: Pencitraan Pro Rakyat, Giliran Warga Ciamis Ngeluh Jalan Rusak Malah Ngamuk

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:03 WIB

NCW Bekasi Raya Skak DPRD dan Pemkot: Jangan Cuma Jago Tertibkan Pengemis, Shelter Terpadu Malah Mangkrak di Atas Kertas!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Analis Politik Sentil Golkar: Citra Hancur Diterpa Korupsi, Kader Bekasi Malah Paksakan Istri Tersangka KPK Jadi Ketua

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Sidang Gugatan Pelda Satria Nusantara Ditunda, Pengacara Soroti Netralitas Sekretaris Pusat

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Ist)

Opini

Skema Singkirkan Bahlil, AGK Disiapkan Jadi Ketum Golkar?

Senin, 19 Okt 2026 - 06:30 WIB