Hari Rabu Kelabu Bagi Dua Mantan Wali Kota Bekasi

- Editor

Selasa, 18 Januari 2022 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komplek Pemkot Bekasi Jawa Barat. (Foto: Ist)

Komplek Pemkot Bekasi Jawa Barat. (Foto: Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Entah kebetulan atau tidak, dua mantan Wali Kota Bekasi, yakni Mochtar Mohammad dan Rahmat Effendi diciduk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada hari Rabu.

Berdasarkan penelusuran Mediakarya, sebelumnya Mochtar yang merupakan politisi PDI Perjuangan itu diciduk lembaga antirasuah pada hari Rabu (21/3/2012).

Mochtar Mohammad kala itu diamankan KPK saat di Villa Lalu, Seminyak Bali, sebagai tersangka kasus korupsi APBD Bekasi.

Penahanan pria yang akrab disapa M2 itu berdasarkan putusan MA yang mengganjarnya dengan penjara selama 6 tahun.

M2 terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi Rp 5,5 miliar secara berkelanjutan.

Putusan MA itu sebagai jawaban atas kejanggalan vonis bebas yang dikeluarkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung terhadap Mochtar Muhammad sebelumnya.

Padahal JPU menuntut Mochtar Muhammad 12 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan penjara.

Jumlah hukuman tersebut merupakan kumulatif dari 4 perkara yang didakwakan kepada terdakwa.

Berselang 9 tahun, Wali Kota Bekasi yang melanjutkan kepemimpinan M2, yakni Rahmat Effendi pada hari Rabu (5/1/2022), terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. atas dugaan suap dagang jabatan dan pengadaan barang dan jasa.

Berdasarkan LHKPN yang diserahkan Pepen ke KPK, pada 18 Februari 2021, Pepen tercatat memiliki 39 bidang tanah. Laporan itu berisi harta kekayaannya pada 2020.

Baca Juga:  Ditanya Soal Pembangunan IKN, Gibran Kebingungan

Dalam LHKPN tersebut, Pepen tercatat memiliki 39 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 6.346.002.000 (Rp 6,34 miliar). Tanah dan bangunannya tersebar di Kota Bekasi, Kota Bogor, hingga Subang.

Seperti diketahui sebelumnya, setidaknya ada 12 orang diamankan oleh KPK, satu di antaranya merupakan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Tim Satgas KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap sejumlah ASN Pemkot Bekasi dan pihak Swasta lantaran dugaan suap proyek serta lelang jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi.

“Informasi yang kami peroleh, tangkap tangan ini terkait dugaan korupsi penerimaan janji atau hadiah pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan dilingkungan Pemkot Bekasi,” ujar Juru Bicara Pelaksana Tugas KPK, Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya.

Dari sejumlah orang yang sempat diamankan, KPK melepas lima orang yang sempat terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Mereka adalah makelar tanah bernama Novel, staf sekaligus ajudan Rahmat Effendi bernama Bagus Kuncorojati, Kasubag TU Sekretariat Daerah Haironi, Direktur PT Kota Bintang Rayatri dan PT Hanaveri Sentosa Handoyo dan Staf Dinas Perindustrian Agus Murdiansyah.

“Sejauh ini statusnya masih sebagai saksi,” kata Plt. Jubir KPK Ali Fikri.**

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Bukan Sekadar Seremoni, Kapolres Nias Selatan Pacu Pemuda Lahirkan Inovasi Positif
Ayah Oet Desak Polemik Legalitas Bendera Bulan Bintang Tuntas Sebelum 4 Desember 2026
Pakar Sebut Gerindra-PDIP Makin Mesra, Jokowi-Gibran Justru Terpinggirkan Menuju 2029
Korupsi Rp2 Trilun KSO Migas Kota Bekasi Terbongkar, IAW: Jangan Ulur Waktu, Seret Kepala Daerahnya
Hari Ini Nusron Wahid Dijadwalkan Kembali Dipanggil KPK, GNK Minta Tak Tebang Pilih
Elektabilitas Dedi Mulyadi Terancam Tergerus, Pramono Anung Jadi Pesaing Utama
Tri Nusa Bekasi Raya Laporkan Kasus Tunggakan PBJT ke Kejagung
Kejagung Periksa 2 Mantan Pejabat ESDM Terkait Dugaan Korupsi KSO Migas Bekasi, Kerugian NegaraDitaksir Rp 2 Triliun

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Bukan Sekadar Seremoni, Kapolres Nias Selatan Pacu Pemuda Lahirkan Inovasi Positif

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Ayah Oet Desak Polemik Legalitas Bendera Bulan Bintang Tuntas Sebelum 4 Desember 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Pakar Sebut Gerindra-PDIP Makin Mesra, Jokowi-Gibran Justru Terpinggirkan Menuju 2029

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Korupsi Rp2 Trilun KSO Migas Kota Bekasi Terbongkar, IAW: Jangan Ulur Waktu, Seret Kepala Daerahnya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:42 WIB

Elektabilitas Dedi Mulyadi Terancam Tergerus, Pramono Anung Jadi Pesaing Utama

Berita Terbaru

Para siswi SMP Negeri 5 Kota Bekasi saat berbelanja di Pasar Tradisional Seroja

Daerah

Mulai Tergerus Jaman, Pasar Tradisional Kini Adaptasi

Rabu, 28 Okt 2026 - 10:09 WIB