JAKART, Mediakarya – Rencana deklarasi pasangan Capres dan Cawapres Airlangga Hartato dan Ganjar Pranowo yang digagas oleh poros Widya Chandra (Wichan) dinilai tidak seimbang. Pasalnya hasil survei dari keduanya sangat jomplang.
Di mana berdasarkan hasil survei dari sejumlah lembaga survei yang terpercaya Ganjar Pranowo masih lebih tinggi ketimbang Airlangga yang perolehan surveinya kurang dari 5 persen.
Berdasarkan hasil survei Charta Politika menempatkan nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berada pada pilihan teratas elektabilitas calon presiden atau Capres 2024.
Ganjar berada di urutan teratas tingkat elektabilitas sebesar 16,2 persen. Kemudian diikuti Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto 14,8 persen, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 14,6 persen.
Sementraa hasil survei Airlangga masih di bawah 5 persen. Hal itu menimbulkan sejumlah tanya dari sejumlah pihak.
Seperti diungkapkan Pengamat Komunikasi dan Politik, Jamiluddin Ritonga menyoroti Relawan Poros Widya Chandra (Wichan).
“Ganjar kemungkinan elektabilitasnya masih bisa dikerek, sedangkan Airlangga mentok,” ujar Jamiluddin., Senin (4/9/2021).
Adapun Ganjar dengan elektabilitas relatif tinggi memang bisa menjadi pundi-pundi suara.
Dengan begitu, ujar dia, setidaknya Ganjar dapat menutupi elektabilitas Airlangga.
“Namun, Airlangga dengan posisi Ketua Umum Golkar dan menjabat menteri seharusnya punya elektabilitas yang relatif tinggi,” tuturnya.
Sayang dalam realitasnya hasil dari berbagai lembaga survei yang kredibel, elektabilitas Airlangga rendah.
Sebagaimana dilansir dari GenPi, bahwa Relawan Poros Wichan untuk GAGA for Indonesia terdiri dari tokoh senior dan tokoh muda.
Mereka dari berbagai elemen masyarakat yang memiliki jaringan luas mendorong orang nomor satu di Jateng itu maju pada Pilpres 2024 mendatang. (dji)











