Ibu Kota Kabul Mencekam, Presiden Afghanistan Kabur

- Editor

Senin, 16 Agustus 2021 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan Milisi Taliban (Foto: Ist)

Pasukan Milisi Taliban (Foto: Ist)

Kabul, Mediakarya– Perang saudara antara pasukan pemerintah dengan milisi Taliban di Afghanistan yang sudah berlangsung bertahun-tahun akhirnya dimenengkan oleh pasukan milisi. Hal tersebut menyusul dengan keberhasilan pasukan Taliban yang masuk ke ibu kota Kabul dari berbagai arah pada Minggu (15/8) kemarin. Situasi ini pun kian membuat ibu kota tersebut mencekam

Kondisi itu juga membuat Presiden Ashraf Ghani dilaporkan telah meninggalkan Afghanistan menuju Tajikistan.  Kendati demikian,  demi alasan keamanan, pejabat berwenang Afghanistan sampai sekarang menolak berkomentar soal keberadaan Ghani di Tajikistan.

Kepergian Ghani meninggalkan Afghanistan membuat Taliban meradang. Salah seorang perwakilan Taliban menegaskan, mereka akan mencari keberadaan Ghani.

Seperti dikutip dari Reuters, meski demikian, jubir Taliban memastikan tidak ada pertempuran berlangsung di Kabul saat ini. Milisi Taliban kini berada di pinggiran Kabul. Mereka mengajak pemerintah Afghanistan untuk negosiasi agar menyerah dengan damai.

Baca Juga:  Alumni Sekolah Staf Presiden RI Diundang FAO Hadiri Forum Pangan Dunia

“Milisi Taliban bersiap di segala penjuru masuk Kabul sampai penyerahan kekuasaan yang damai dan memuaskan disepakati,” ucap jubir Taliban Zabihullah Mujahid.

Sebelumnya, pasukan Taliban sudah memasuki wilayah Ibu Kota Afghanistan, Kabul, dari segala penjuru pada Minggu pagi. Taliban tidak akan merebut Kabul secara paksa.

Pasukan Taliban diminta berjaga di gerbang kabul dan tidak memasuki kota adanya transisi dari Pemerintah Afghanistan. Taliban menegaskan, Pemerintah Afghanistan bertanggung jawab penuh atas keamanan di Kabul.*

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Negara Darurat Cognitif Reselience
GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN
PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto
Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka
Haidar Alwi: Legacy Listyo Sigit Jadi Fondasi Strategis Akselerasi Kepemimpinan Suyudi Ario Seto
Buntut Temuan Hunian Mewah di Lapas, Kemenimipas Pecat Kalapas Cibinong dan Sanksi 16 Pegawai
Menlu Iran: Kami Siap Diplomasi, Tapi Akan Beri Respons Lebih Keras Jika Diserang
GNK Apresiasi Kapolri Suyudi Kedepankan Integritas, Ingatkan Bahaya Oknum Jual Nama Kapolri Berjubah Agama

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Negara Darurat Cognitif Reselience

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:24 WIB

PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:26 WIB

Haidar Alwi: Legacy Listyo Sigit Jadi Fondasi Strategis Akselerasi Kepemimpinan Suyudi Ario Seto

Berita Terbaru

PAM JAYA raih predikat 'sangat baik',

Ekonomi & Bisnis

Raih Predikat ‘Sangat Baik’, GCG PAM JAYA Meningkat Signifikan

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:13 WIB