Jelang Pengumuman Hasil Autopsi Kedua, ETOS: Saatnya Menyelamatkan Wajah Polri Atau Sebaliknya

- Editor

Selasa, 2 Agustus 2022 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

Direktur eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

JAKARTA, Mediakarya – Menjelang pengumuman hasil autopsi kedua terhadap Brigadir J yang menjadi korban penembakkan di rumah mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo, sejumlah pihak berharap agar Korps Bhayangkara itu menunjukkan integritasnya di hadapan publik.

“Polri harus mengedepankan integritas dan akuntabilitasnya. Sebab hasil autopsi yang transparan itu akan menyelamatkan wajah institusi Polri atau akan sebaliknya. Jadi hasil ini harus benar-benar dipikirkan matang sekali sebelum menjadi konsumsi publik,” ujar direktur eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah kepada Mediakarya, Selasa (2/8/2022).

Iskandar menegaskan, jika hasil autopsi tersebut ada yang ditutup-tutupi, di tengah era keterbukaan publik, maka dipastikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri kembali pada titik terendah.

Baca Juga:  Presiden: Pemindahan Ibu Kota Negara Wujudkan Indonesia Sentris

“Ini bukan perkara main-main loh, pembunuhan berencana dengan hukuman maksimal mati dan minimal 20 tahun, kalau ini ditutupi berbahaya kepada institusi ini. Padahal masih banyak anggota Polri berintegritas, tapi tercoreng lantaran dirusak beberapa oknum di dalamnya,” kata Iskandar menambahkan.

Oleh karena itu, Iskandar meminta kepada para Pati yang ditugaskan oleh Kapolri untuk mengungkap kematian Brigadir J dapat memberikan hasil yang sejujurnya.

“Rakyat selalu ada di belakang kalian untuk mengungkap kasus ini sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya. Tapi sebaliknya, jika pengungkapan kasus itu penuh rekayasa hanya menyelamatkan orang per orang saja, maka ini akan menjadi petaka bagi inistitusi Polri,” pungkasnya. ***

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung
Takziah SBY ke Rumah Duka Guruh Soekarno Putra Dinilai Jadi Sinyal Rekonsiliasi Politik
Banyak ‘Gus’ Terseret Korupsi, LPKAN Minta Gelar Dicopot Jika Masuk Pemerintahan
Insannul Kamil Tinjau Wind Tunnel Terbesar di Tiongkok, Dorong Transfer Teknologi untuk Industri Konstruksi RI
Desak Prabowo Copot Menteri Imipas, GNK: Mustahil Agus Tak Tahu Kamar Mewah di Lapas Cibinong
Syarat Domisili dan Satu Periode Kepengurusan Jadi Sorotan, Ranny Fahd Arafiq Terancam Tak Lolos Bursa Ketua Golkar Kota Bekasi
Penonaktifan 5 Pejabat Lapas Cibinong Menguatkan Dugaan Kamar Khusus Berbayar
Dicopot dalam 5 Hari, Pakar Nilai Penunjukan Silfester Matutina di Anak Usaha Pelindo Cacat Sejak Awal

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 17:53 WIB

Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung

Senin, 28 September 2026 - 16:59 WIB

Takziah SBY ke Rumah Duka Guruh Soekarno Putra Dinilai Jadi Sinyal Rekonsiliasi Politik

Senin, 28 September 2026 - 08:23 WIB

Insannul Kamil Tinjau Wind Tunnel Terbesar di Tiongkok, Dorong Transfer Teknologi untuk Industri Konstruksi RI

Minggu, 27 September 2026 - 23:06 WIB

Desak Prabowo Copot Menteri Imipas, GNK: Mustahil Agus Tak Tahu Kamar Mewah di Lapas Cibinong

Minggu, 27 September 2026 - 15:44 WIB

Syarat Domisili dan Satu Periode Kepengurusan Jadi Sorotan, Ranny Fahd Arafiq Terancam Tak Lolos Bursa Ketua Golkar Kota Bekasi

Berita Terbaru