Beranda / Megapolitan / Kelurahan Margamulya Maksimalkan Kampung KB

Kelurahan Margamulya Maksimalkan Kampung KB

KOTA BEKASI, Mediakarya – Sebagai upaya menekan angka kematian ibu dan anak, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi, maksimalkan peranan Kampung KB.

Saat dikonfirmasi, Lurah Margamulya, Mahfudin menuturkan, keberadaan Kampung KB di wilayahnya, merupakan salah satu program yang digagas oleh Presiden Joko Widodo dalam hal memaksimalkan peranan wanita dalam membantu menekan angka kematian ibu dan anak.

“Kampung KB ini merupakan salah satu program unggulan di wilayah kami, karena mampu menekan jumlah kematian ibu dan anak,” terang Mahfudin, Sabtu (6/11/2021).

Ia menegaskan, program Kampung KB tersebut merupakan program yang sangat positif bagi warga di Kelurahan Margamulya, sehingga melalui program kerja yang dilakukan secara rutin tersebut bisa bermanfaat dan menjadi percontohan bagi wilayah lainnya.

“Mudah-mudahan keberadaan Kampung KB ini bisa menjadi percontohan bagi wilayah lainnya di Kota Bekasi dalam hal membangun wilayah yang tangguh, maju dan berjaya,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang kader Kampung KB di bidang sosial budaya, Yani Kartika mengatakan, Kampung KB yang berada di wilayahnya sudah berdiri sejak tahun 2016 yang lalu dan diharapkan mampu memberikan peningkatan kesehatan bagi para calon ibu, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup ibu dan anak.

Melalui 8 fungsi utama yang ada di Kampung KB, seperti agama, cinta kasih, pendidikan, reproduksi, ekonomi hingga sosial budaya, bisa menambah pengetahuan warga tentang pentingnya ber-KB.

“Kampung KB ini diharapkan menjadi salah satu program unggulan dalam meningkatkan taraf hidup ibu dan anak melalui edukasi yang diberikan secara rutin,” papar Yani.

Yani juga memaparkan, kendala pada penerapan Kampung KB di wilayah, mulai dari masih kurangnya pemahaman warga akan pentingnya ber-KB.

Meskipun demikian, akunya, hal ini menjadi sebuah tantangan yang harus dicarikan solusi secara bersama-sama oleh kader Kampung KB di wilayahnya, sehingga program yang ada bisa berjalan dengan baik.

“Kendala pasti ada dan kami berharap adanya dukungan dari dinas atau instansi terkait dalam hal menekan jumlah angka kematian ibu dan anak sedini mungkin,” tutup Yani. (apl)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *