Keponakan Taufik Kiemas Siap Pasang Badan Bela Tukang Bakso

- Editor

Minggu, 26 Juni 2022 - 05:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timur Malaka Kiemas. (Foto: dok youtube bisikmamu)

Timur Malaka Kiemas. (Foto: dok youtube bisikmamu)

JAKARTA, Mediakarya – Mantan Ketua Umum Laskar Ganjar Puan (LGP) Timur Malaka Kiemas menyayangkan pernyataan Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri yang  dinilai menyinggung profesi tukang bakso.

Menurut Timur, seharusnya petinggi parpol tersebut menyadari bahwa selama ini partainya besar karena dukungan dari kalangan wong cilik.

“Tapi nyatanya sebaliknya, begitu besar merasa sombong. Bahkan tukang bakso yang tidak bersalah dengan partai tersebut seperti menjadi bahan olokan,” tandas keponakan Taufik Kiemas itu pada wartawan, Sabtu (25/6/2022).

Padahal, kata Timur, saat pandmi Covid-19 melanda Indonesia, sektor UMKM seperti pedagang bakso salah satu yang menjadi penopang perekonomian bangsa.

“Pedagang bakso tidak pernah menipu dan korupsi duit rakyat. Jadi sangat keliru jika menganggap pedagang bakso itu lebih rendah dari politisi,” tandas Timur.

Timur pun mengaku siap pasang badan bila ada pihak-pihak yang menghina atau melecehkan profesi tukang bakso.

“Kami siap pasang badan bila ada orang ataupun pihak-pihak yang menghina ptofesi tukang bakso. Ingat tukang bakso itu tulus tidak pernah membodohi rakyat,” tegas Timur.

Timur pun menilai, lebih muliaan tukang bakso dari pada politisi yang korup. “Toh selama ini juga tukang bakso tidak nyusahin parpol. Justru mereka kerap dieksploitasi jelang gelaran pesta demokrasi,” imbuh dewan pakar Partai NasDem Kota Bekasi itu.

Baca Juga:  Laskar Ganjar-Puan Siap Menangkan Kader Terbaiknya Pada Pilpres 2024

Sebelumnya, di Rakornas PDI Perjuangan, Megawati mewanti-wanti agar tiga anaknya tidak membawa menantu yang kayak tukang bakso.

“Jadi ketika saya mau punya mantu nih, saya sudah bilang sama anak saya tiga (orang), awas loh kalau nyarinya yang kayak tukang bakso,” ucap Megawati.

Pidato ini pun membuat kesal warganet. Mereka berbondong-bondong mengucapkan kritik pedas untuk Megawati.

“temenku tukang bakso ortunya, dia cerita omzet bulananya bukan kaleng2,” cuit salah satu akun Twitter.

“Bhineka bhineka dengkul, tukang bakso juga masih lebih bermanfaat daripada,” timpal akun lainnya.

“Emng knpa sama tukang bakso , kerjaa juga halal .. Berkah barokah,”

Ada juga netizen yang mengatakan bahwa pekerjaan tukang bakso lebih mulai daripada tukang korupsi dan tukang adu domba.

“Lebih mulia tukang bakso dari pada tukang KORUPSI, tukang ADU DOMBA,” unggah akun @mad***

Selain itu, salah satu pengguna Twitter mengaku bahwa dirinya punya pekerjaan sebagai tukang bakso. Ia pun mengucap terima kasih karena telah dihina profesinya.***

 

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Menanti Status Hukum Djan Faridz dalam Kasus Harun Masuku
Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang
Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda
Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi
Menko Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Cuma Untung Rp 78 Ribu
Megawati Peringati Peristiwa Berdarah Kudatuli
Sudaryono Bersih Bersih BGN Ratusan Pegawai Dipecat

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:05 WIB

Menanti Status Hukum Djan Faridz dalam Kasus Harun Masuku

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:37 WIB

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:57 WIB

Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:13 WIB

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Berita Terbaru

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Foto: dok.Mediakarya

Headline

Menanti Status Hukum Djan Faridz dalam Kasus Harun Masuku

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:05 WIB