Ketua GP Ansor Kota Bekasi: Harus Ada Hukuman Setimpal

- Editor

Sabtu, 11 Desember 2021 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua GP Ansor Kota Bekasi Joefry, berharap adanya hukuman setimpal bagi pelaku perkosaan santriwati di Bandung, Jawa Barat

Ketua GP Ansor Kota Bekasi Joefry, berharap adanya hukuman setimpal bagi pelaku perkosaan santriwati di Bandung, Jawa Barat

KOTA BEKASI, Mediakarya – Kasus perkosaan yang menimpa sejumlah santriwati di Bandung, Jawa Barat, mendapat perhatian khusus dari Ketua GP Ansor Kota Bekasi Joefry.

Kepada Mediakarya.id, Joefry menegaskan apa yang dilakukan guru pesantren terhadap para santriwatinya di Bandung merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatan yang dilakukannya.

“Ini kejahatan kemanusiaan, harus ada hukuman yang setimpal,” tegas Joefry.

Ia mengatakan, sebagai negara hukum, untuk itu Pemerintah, aparat penegak hukum dan elemen lainnya harus hadir dan melakukan penyelidikan secara tuntas dan menyeluruh terhadap hal tersebut.

Karena agama manapun tidak ada yang mengajarkan dan menginginkan hal tersebut terjadi. Untuk itu, ia berharap adanya pengawasan yang ketat terhadap hal tersebut, sehingga kedepannya kasus seperti ini tidak terjadi kembali.

“Agama manapun tidak ada yang mengajarkan hal itu dan kedepannya saya berharap harus ada pengawasan yang lebih ketat lagi,” pinta Joefry.

Baca Juga:  Bersama Jajarannya, Kapolres Sambangi Kodim 0507/Bks

Selain itu, kata Joefry, peranan dan fungsi pengawasan baik oleh masyarakat, lingkungan serta elemen lainnya perlu dilakukan secara intensif.

“Fungsi pengawasan oleh seluruh elemen perlu dilakukan secara menyeluruh, jadi kalau ada indikasi ke arah tersebut, laporkan segera,” terangnya.

Terkait hukuman apa yang pantas diterima oleh pelaku, Joefry mengatakan, sebagai negara hukum ada proses yang harus dijalankan sehingga hukuman yang pantas bagi pelaku bisa dijatuhkan semaksimal mungkin.

“Kita kan negara hukum, jadi ada proses yang harus dijalankan agar hukumannya yang dijatuhkan maksimal,” ujarnya tegas.

Meskipun demikian, dengan adanya kasus ini diharapkan tidak akan mempengaruhi pesantren dalam melakukan tugas dan kewajibannya dalam mendidik para santri dan santriwati.

“Intinya, dengan adanya kejadian ini tidak sampai merusak citra pesantren tersebut dalam mendidik santri dan santriwati,” tukasnya. (apl)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Sssttt, Anak Haji Lulung Masuk ‘Kandang Banteng’
Dinilai Bermasalah, Prabu Peduli Lingkungan dan Warga Minta Proyek Pemprov Jabar di TPA Burangkeng Dihentikan
Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”
Diduga Buka Lowongan Kerja Palsu, Ruko Di Bekasi Timur Disidak Disnaker
Raih Juara 1 Pencak Silat, Siswa Terput Global 1 Dapat Apresiasi
Akses Ditutup Total, Proyek Jalan Burangkeng–Ciledug Bikin Pedagang Kehilangan Penghasilan
Salurkan Hal Positif, Polsek Bekasi Selatan Buka Pelatihan Ju-Jitsu Bagi Pelajar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Sssttt, Anak Haji Lulung Masuk ‘Kandang Banteng’

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Dinilai Bermasalah, Prabu Peduli Lingkungan dan Warga Minta Proyek Pemprov Jabar di TPA Burangkeng Dihentikan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Diduga Buka Lowongan Kerja Palsu, Ruko Di Bekasi Timur Disidak Disnaker

Berita Terbaru