KOTA BEKASI, Mediakarya – Kasus perkosaan yang menimpa sejumlah santriwati di Bandung, Jawa Barat, mendapat perhatian khusus dari Ketua GP Ansor Kota Bekasi Joefry.
Kepada Mediakarya.id, Joefry menegaskan apa yang dilakukan guru pesantren terhadap para santriwatinya di Bandung merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatan yang dilakukannya.
“Ini kejahatan kemanusiaan, harus ada hukuman yang setimpal,” tegas Joefry.
Ia mengatakan, sebagai negara hukum, untuk itu Pemerintah, aparat penegak hukum dan elemen lainnya harus hadir dan melakukan penyelidikan secara tuntas dan menyeluruh terhadap hal tersebut.
Karena agama manapun tidak ada yang mengajarkan dan menginginkan hal tersebut terjadi. Untuk itu, ia berharap adanya pengawasan yang ketat terhadap hal tersebut, sehingga kedepannya kasus seperti ini tidak terjadi kembali.
“Agama manapun tidak ada yang mengajarkan hal itu dan kedepannya saya berharap harus ada pengawasan yang lebih ketat lagi,” pinta Joefry.
Selain itu, kata Joefry, peranan dan fungsi pengawasan baik oleh masyarakat, lingkungan serta elemen lainnya perlu dilakukan secara intensif.
“Fungsi pengawasan oleh seluruh elemen perlu dilakukan secara menyeluruh, jadi kalau ada indikasi ke arah tersebut, laporkan segera,” terangnya.
Terkait hukuman apa yang pantas diterima oleh pelaku, Joefry mengatakan, sebagai negara hukum ada proses yang harus dijalankan sehingga hukuman yang pantas bagi pelaku bisa dijatuhkan semaksimal mungkin.
“Kita kan negara hukum, jadi ada proses yang harus dijalankan agar hukumannya yang dijatuhkan maksimal,” ujarnya tegas.
Meskipun demikian, dengan adanya kasus ini diharapkan tidak akan mempengaruhi pesantren dalam melakukan tugas dan kewajibannya dalam mendidik para santri dan santriwati.
“Intinya, dengan adanya kejadian ini tidak sampai merusak citra pesantren tersebut dalam mendidik santri dan santriwati,” tukasnya. (apl)











