JAKARTA, Mediakarya – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Timur Malaka Kiemas mengaku tak mau ambil pusing terkait dengan elektabilitas Ketua DPR RI Puan Maharani yang belum juga naik.
Menurut Timur, meski survei salah satu indikator untuk mengukur popularitas dan elektabilitas Capres namun dirinya meyakini bahwa dengan kinerja yang nyata dan dukungan kader partai terhadap sosok cucu Soekarno itu elektabilitasnya bakal naik.
Timur mengatakan, dari sejumlah lembaga survei merilis bahwa PDI-P menempati urutan pertama. Hal itu kata Timur setidaknya dapat menjadi modal Puan Maharani untuk maju pada Pilpres mendatang.
“Selama ini yang dijadikan barometer elektabilitas adalah survei, dan hampir semua lembaga survei menempatkan PDI-P di urutan teratas. Sementara terkait siapa yang berhak maju pada Pilpres tentunya hal itu hak prerogatif Ibu Ketum Megawati Soekarno Putri,” jelas Timur kepada Mediakarya, Selasa (25/1/2020).
Meski demikian, Ketua Umum Relawan Laskar Ganjar Puan (LGP) ini optimis bahwa pada Pilpres 2024 mendatang PDI-P bisa mengusung pasangan Capres dan Cawapres yang diusung dari kader sendiri.
“Kita ketahui bahwa Pak Ganjar elektabilitasnya terus meroket dibanding dengan sosok lain. Nah bila dua tokoh kader PDI-P yakni Ganjar Pranowo dan Puan Maharani dapat dipasangkan maka saya prediksi elektabilitas keduanya secara otomatis akan terdongkrak,” pungkasnya.
Sebelumnya Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP PDI-P Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mengatakan jangan memilih calon presiden (capres) berdasarkan hasil survei.
Bahkan Bambang menyebut bila memilih capres berdasarkan survei bisa keliru.
“Kalian itu janganlah memilih seorang pemimpin atas dasar survei. Ini aku berbeda nih. Kalau kamu mau memilih pemimpin atas dasar survei, kamu nanti keliru, kamu ditipu dengan persepsimu,” kata Bambang yang juga Ketua DPD PDIP Jawa Tengah baru-baru ini.
Bambang menyebut dalam memilih calon pemimpin harus melihat rekam jejak. Ia pun mengibaratkan rekam jejak itu kapasitas mesin alias cubicle centimeter (cc).
Saat ditanya soal capres PDIP, Bambang menyebut hal itu merupakan kewenangan dari Ketua Umum PDIP Megawai Sukarnoputri. Menurutnya, hingga saat ini Megawati belum menentukan capres yang bakal diusung dalam Pilpres 2024.**











