KPBS Apresiasi Upaya Pengobatan Rina Yulianti, Istri Pemulung di TPST Bantargebang

- Penulis

Senin, 9 Desember 2024 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI, Mediakarya – Komunitas Pemulung Bantargebang Sejahtera (KPBS) mengapresiasi sejumlah pihak yang membantu Rina Yulianti (24), istri seorang pemulung di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, yang menderita infeksi parah hingga kedua kakinya membengkak.

Sebelumnya, Rina mengalami kesulitan mendapatkan perawatan medis lantaran tidak memiliki dokumen kependudukan. Melalui pendampingan intensif, KPBS kemudian membantu Rina mengurus administrasi kependudukan, sehingga ia akhirnya bisa mendapatkan perawatan medis di RSUD Bantargebang.

“Kami mengapresiasi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Puskesmas, serta aparatur Kelurahan Sumurbatu, yang sigap membantu penanganan kasus Rina, ” kata Dedi Rosadi, Pembina KPBS, Sabtu (7/12/2024)

Lebih lanjut, Dedi yang juga menjabat Ketua RT 04, RW 03, Kelurahan Sumurbatu, mengapresiasi peran Kementerian Sosial yang memberikan bantuan kepada Rina dan keluarganya. Bantuan yang diberikan berupa sembako dan stok barang dagangan untuk mendukung warung milik Rina yang sebelumnya kosong.

Baca Juga:  Perebutan Kursi Ketua DPD PD DKI Mulai Memanas

“Alhamdulillah, Rina kini mendapatkan bantuan untuk memulihkan kondisi kesehatannya dan membantu menopang penghasilan keluarga,” ujarnya.

Dedi berharap, ke depannya pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait dapat melakukan pendataan ulang terhadap para pemulung. Menurutnya, pendataan harus dilakukan secara berkala mengingat mayoritas pemulung adalah warga pendatang yang jumlahnya selalu berfluktuasi.

Dia juga mengajak para pemulung dan pemilik lapak untuk berperan aktif melaporkan keberadaan mereka kepada RT atau RW setempat. “Dengan begitu, kami dapat mendata secara administrasi dan memastikan tidak ada warga yang terlewatkan,” katanya.

“Melalui upaya tersebut, diharapkan dapat tercipta perlindungan dan perhatian yang lebih baik bagi para pemulung di wilayah Bantargebang,” tambah Dedi. (Ridho/Pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

BPKN RI Ingatkan Fuel Surcharge Jangan Jadi Beban Baru Penumpang
DPRD Tulang Bawang Mendukung Kiprah Aero Astra Akademia Institute
Patroli Brimob Polda Metro Jaya Amankan 4 Remaja dan Miras Saat Patroli Malam
Antisipasi Lonjakan Penumpang Pada Libur Panjang, Polisi Perkuat Pengaman Dermaga
Polemik AMPG Memanas, Said Aldi Dituding Tak Paham Mekanisme Organisasi
Amin Rais Bongkar Sosok di Balik Terhambatnya Komunikasi Sejumlah Menteri dengan Presiden
Ini Baru Keren, Iran Berhasil Kembangkan Kapal Selam Fatah di Tengah Sanksi Embargo
Puluhan Kontraktor Tuntut Jaya Ancol Bayar Utang Proyek Rp7,5 Miliar
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:48 WIB

BPKN RI Ingatkan Fuel Surcharge Jangan Jadi Beban Baru Penumpang

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:20 WIB

DPRD Tulang Bawang Mendukung Kiprah Aero Astra Akademia Institute

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:02 WIB

Patroli Brimob Polda Metro Jaya Amankan 4 Remaja dan Miras Saat Patroli Malam

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:56 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang Pada Libur Panjang, Polisi Perkuat Pengaman Dermaga

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:54 WIB

Amin Rais Bongkar Sosok di Balik Terhambatnya Komunikasi Sejumlah Menteri dengan Presiden

Berita Terbaru

Pesawat Garuda (ist)

Ekonomi & Bisnis

BPKN RI Ingatkan Fuel Surcharge Jangan Jadi Beban Baru Penumpang

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:48 WIB