LSM PMPR Indonesia Pertanyakan Gubernur Jawa Barat Coret 4.791 Siswa Dari Sekolah

- Penulis

Selasa, 25 Juli 2023 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua LSM Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) Rohimat alias Kang Joker

Ketua LSM Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) Rohimat alias Kang Joker

BANDUNG, Mediakarya – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. PPDB adalah agenda sekolah yang diadakan setiap tahun ajaran baru menyisakan sejumlah persoalan.

Padahal, PPDB adalah suatu sistem pendaftaran bagi calon peserta didik  yang baru lulus sekolah di tingkat sebelumnya untuk dapat menempuh pendidikan di suatu lembaga pendidikan ke tingkat selanjutnya.

Menanggapi sengkarut PPDB tahun 2023 tersebut, Ketua LSM Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) Rohimat alias Kang Joker mengaku bahwa pihaknya banyak menemukan dugaan kecurangan. Di antaranya dugaan memanipulasi data Kartu Keluarga (KK), akibatnya berdampak pada sistem Zonasi.

“Akibat ulah oknum pejabat yang diduga memanipulasi data PPDB di tahun 2023 ini sehingga berdampak terhadap pencoretan 4.791 siswa oleh Gubernur Jawa Barat,” kata Kang Joker dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/7/2023).

Kang Joker juga sangat menyayangkan langkah Gubernur Jawa Barat yang mencoret 4.791 siswa tersebut tanpa ada evaluasi yang mendalam.

Sebab, kata Kang Joker, siswa dalam hal ini tidak salah, namun adanya peluang sistem yang bisa dimanipulasi oleh oknum pejabat sehingga persoalan tersebut terjadi.

Dia pun menilai langkah gubernur Jabar yang mencoret 4.791 Siswa tersebut tidak tepat.

“Karena yang salah adalah sistemnya, kenapa siswa yang harus di korbankan lantas hukuman yang akan diberikan Gubernur Jawa Barat terhadap oknum PPDB,” tanya Kang Joker.

Baca Juga:  Layanan Pemasyarakatan Harus Terbebas dari Pungli

Sementara, Sekjen DPP LSM PMPR Indonesia Anggi Dermawan menambahkan bahwa langkah Gubernur Jawa Barat mencoret 4.791 Siswa yang dinilai curang dalam PPDB itu dirasa kurang tepat karna dapat menggangu psikologis dan mental siswa yang dicoret begitu saja setelah masuk.

Bahkan ada yang disuruh pulang saat sedang melakukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)

Hal ini kata dia, bertentangan dengan pernyataan dari Presiden RI yang mengatakan bahwa setiap siswa itu wajib sekolah.

“Hemat saya siswa itu jangan dikeluarkan begitu saja tanpa dibina minimal dipindahkan ke sekolah yang sesuai aturan jangan dikeluarkan dan di biarkan begitu saja mana tanggung jawab pemerintah provinsi dan kab/kota? Ini bisa membuat anak menjadi depresi,” katanya.

Sebab, kata Anggi, pada hakikatnya setiap anak yang terlahir di dunia ini memiliki kesempatan yang sama untuk bebas belajar dan Merdeka Belajar tanpa ada penindasan pendidikan dalam hal ini,” ujarnya.

Oleh karenanya, jajaran DPP LSM PMPR Indonesia menolak dan tidak sepakat atas langkah yang diambil Gubernur Jawa Barat dalam pencoretan 4.791 siswa secara sepihak karna siswa tidak diberi opsi untuk masuk sekolah lainnya melainkan disuruh pulang begitu saja. (Pri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

STY Latih Persija, Pras: Itu Pelatih Bagus
Konsolidasi BUMN Gula dan Jerit Petani Tebu
IPW: Kewenangan Polri Harus Diimbangi dengan Pengawasan Eksternal
Wakil Ketua DPD RI Apresiasi MBG Diprioritaskan ke Daerah 3T
Penanganan Kasus Bea Cukai Jadi Sorotan, Transparansi Dinilai Kunci Jaga Kepercayaan Publik
Dapat Perlawanan dari Ratusan Massa, Eksekusi Pengosongan Lahan di Kota Bandung Gagal
Harga Pertamax Naik 32 Persen, Ketua BPKN RI: Konsumen Berhak Mendapat Transparansi Pemerintah
WTP Kota Bekasi Dipertanyakan Publik, Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:26 WIB

STY Latih Persija, Pras: Itu Pelatih Bagus

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:20 WIB

Konsolidasi BUMN Gula dan Jerit Petani Tebu

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:22 WIB

Wakil Ketua DPD RI Apresiasi MBG Diprioritaskan ke Daerah 3T

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:09 WIB

Penanganan Kasus Bea Cukai Jadi Sorotan, Transparansi Dinilai Kunci Jaga Kepercayaan Publik

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:00 WIB

Dapat Perlawanan dari Ratusan Massa, Eksekusi Pengosongan Lahan di Kota Bandung Gagal

Berita Terbaru

Prasetyo Edi Marsudi.(Foto: dri)

DKI

STY Latih Persija, Pras: Itu Pelatih Bagus

Kamis, 11 Jun 2026 - 19:26 WIB

Petani tebu (Sumber foto: Antaranews)

Ekonomi & Bisnis

Konsolidasi BUMN Gula dan Jerit Petani Tebu

Kamis, 11 Jun 2026 - 10:20 WIB