Makan Malam dengan 7 Fraksi Tidak Gugurkan Rencana Interpelasi

- Editor

Selasa, 31 Agustus 2021 - 06:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat makan malam bersama pimpinan 7 fraksi di DPRD DKI.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat makan malam bersama pimpinan 7 fraksi di DPRD DKI.

JAKARTA, Mediakarya – Makan malam yang digelar gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama dengan 7 fraksi DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu dinilai tidak serta-merta akan menggugurkan rencana interpelasi.

Sebab, sejumlah fraksi disinyalir masih menunjukan kegamangan dalam menyikapi penolakan dan menerima pelaksanaan interpelasi terkait dengan pelaksanaan formula E.

“Saat ini kami masih menunggu untuk penjadwalan pelaksaan interpelasi. Semua masih berproses. Jadi kita tunggu. Toh jika saat ini ada fraksi yang menolak, belum tentu hari-hari berikutnya tetap menolak. Bisa jadi malah akan mendukung interpelasi,” ujar anggota fraksi PDIP, Rasyidi kepada wartawan, kemarin.

Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta itu menolak jika pelaksaan interpelasi sarat dengan kepentingan politik. Sebab, dikatakan anggota DPRD DKI yang terpilih dari dapil Jaktim itu, pelaksanaan Formula E, diprediksi hanya akan mendatanglan kerugian uang rakyat yang digunakan untuk membiayai balap mobil listrik tersebut.

“Dari hasil LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) BPK kalau formula E dilaksanakan, malah tidak  menguntungkan. Tapi sebaliknya  akan ada potensi kerugian Rp. 106 miliar. Nah itu yang kita perlu pertanyakan kepada gubernur lewat hak interpelasi,” paparnya.

Baca Juga:  Divonis 1,5 Tahun Penjara, Mahfud MD Minta Kejari Jaksel Segera Eksekusi Silfester Matutina

Sementara, dari hitungan tim salah satu media nasional, analisa penghitungan berbeda dengan LHP BPK. Ditaksir, jika formula E digelar, potensi kerugian Pemprov DKI dari ajang Formula E mencapai Rp2,3 triliun.

“Dalam kondisi pandemi COVID-19 yang belum usai seperti saat ini. Lebih baik uang itu digunakan atau dimanfaatkan untuk mengatasi pandemi. Toh negara membutuhkan dana yang sangat besar, kenapa uang rakyat dihamburkan untuk formula E yang sudah jelas, hanya akan merugikan negara,” tutupnya.

Berbeda, anggota Fraksi Gerindra, Syarif meyakini usaha PDIP dan PSI menginterpelasi akan sia-sia. Hal itu didasari dengan kondisi politik di ibukota yang berjalan harmonis mendukung kepemimpinan gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Gerindra tegak lurus, mènolak interpelasi. Saya yakin, fraksi lain pun memiliki pandangan yang sama, menolak interpelasi formula E.Kita akan kawal hingga pembahasan di Bamus DPRD untuk penjadwalan pelaksaan interpelasi,” tegasnya. (Ian)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya
Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat
Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah
Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama
Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra
Negara Darurat Cognitif Reselience
GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN
PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra

Berita Terbaru

PAM JAYA raih predikat 'sangat baik',

Ekonomi & Bisnis

Raih Predikat ‘Sangat Baik’, GCG PAM JAYA Meningkat Signifikan

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:13 WIB