Masyarakat Jangan Ribet dengan Sibuk Pilih-pilih Vaksin

- Editor

Minggu, 12 September 2021 - 23:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, meningkatkan masyarakat untuk tidak pilih-pilih merek vaksin. Masyarakat diminta sesegera mungkin melaksanakan vaksinasi.

“Tidak usah pilih-pilih vaksin. Vaksin terbaik adalah vaksin yang tersedia saat ini. Jika kita menunda vaksinasi akan berdampak lebih parah pada kondisi tubuh jika terkena COVID-19,” kata Dante dalam siaran persnya yang dikutip Ahad (12/9).

Ia juga mengimbau pemerintah daerah untuk mencari terobosan baru untuk mempercepat vaksinasi. Baik terobosan untuk vaksinasi kelompok masyarakat lanjut usia maupun masyarakat dengan penyakit penyerta.

Dante juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai
lonjakan kasus Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan. Sebab, lonjakan kasus sudah terjadi di sejumlah negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

“Untuk itu kita harus mematuhi kebijakan protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan pemerintah karena bertujuan untuk kebaikan kita bersama,” ucapnya, dikutip dari republika.

Senada dengan Wamenkes, epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan mengimbau agar masyarakat segera mengikuti vaksinasi Covid-19 dengan merek apapun. Jika tidak nantinya ada  risiko yang mesti ditanggung karena menunda vaksin dan sibuk pilih-pilih merek.

“Risikonya dapat tertular Covid-19 karena mereka menunda vaksinasi. Sebab, saat ini penularan kasus Covid-19 masih tinggi.

Vaksinasi merupakan salah satu cara ampuh untuk mencegah kami tertular dan mengurangi risiko berat. Semua merek vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia sudah melewati kajian pakar dan BPOM,” kata dia pada Ahad (12/9).

Kemudian, ia melanjutkan semua vaksin sudah terbukti efektif dan aman. Jadi, masyarakat harus segera vaksinasi saat mereka dapat kesempatan. “Ada masyarakat yang pilih-pilih merek vaksin karena terpengaruh informasi tentang efektifitas vaksin, efek samping yang beragam dan hoaks,” kata dia.

Baca Juga:  Anggota DPR Harapkan 70 Persen Masyarakat Sudah Divaksin Akhir 2021

Sementara itu, Epidemiolog Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada Riris Andono Ahmad menilai banyak hal yang melatarbelakangi masyarakat pilih-pilih merek vaksin.

“Kemungkinan karena informasi yang beredar terkait masing-masing vaksin,” kata dia.

Ia menilai risiko masyarakat yang terus pilih-pilih merek vaksin adalah terinfeksi virus Covid-19 hingga mengalami keparahan. Riris menyampaikan vaksin yang tersedia di Indonesia saat ini adalah vaksin terbaik.

“Semakin cepat divaksin, risiko mengalami Covid-19 yang parah akan terhindari,” ujar dia.

Sebelumnya diketahui, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengakui ada sebagian masyarakat yang pilih-pilih merek vaksin. Umumnya masyarakat yang pilih-pilih merek vaksin karena hoaks tentang efek samping.

Ia berharap masyarakat segera mengikuti vaksin dengan merek apapun. Untuk keluar dari pandemi dan tentunya agar tidak menghadapi ancaman varian virus.

“Maka, kami harus bersama-sama memiliki proteksi atau kekebalan untuk bisa melawan bersama,” kata dia.

Indonesia telah mendatangkan sebanyak 225,4 juta dosis vaksin. Rinciannya, vaksin Sinovac dalam bentuk jadi sebanyak 33 juta dosis, Sinovac dalam bentuk bulk 153,9 juta dosis, AstraZeneca 19,5 juta dosis, Moderna 8 juta dosis, Pfizer 2,75 juta dosis, dan Sinopharm 8,25 juta dosis.

Hingga Sabtu, 11 September, sebanyak 72.248.720 orang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama, 41.534.340 menerima vaksin dosis kedua, dan 775.725 sudah memperoleh vaksin dosis ketiga. Target sasaran program vaksinasi nasional sebanyak 208.265.720 orang.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Satpol PP Jaktim Ungkap Pedagang Ikan Kooperatif Saat Direlokasi ke Lokbin Kramat Jati
Komisi XIII DPR RI Dukung Penertiban WNA yang Langgar Aturan Hukum Keimigrasian
Prabowo Kumpulkan Jajaran Kabinet di Hambalang Bahas Situasi Nasional
Polri Dapat Tambahan Anggaran 66 Triliun Tahun Anggaran 2027
KPK Kembangkan Operasi Senyap, Pejabat Daerah Tunggu Giliran Terjaring OTT
KKP Layani 162 Dokumen Perizinan Nelayan Lewat Gerai Kampung Nelayan Merah Putih
Demo Masyarakat Pati Berujung Korban, Kapolri Didesak Copot Kapolda Metro Jaya
Di Bawah Kepemimpinan Bahlil, Marwah Golkar Kian Meredup

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 09:33 WIB

Satpol PP Jaktim Ungkap Pedagang Ikan Kooperatif Saat Direlokasi ke Lokbin Kramat Jati

Rabu, 2 September 2026 - 06:29 WIB

Komisi XIII DPR RI Dukung Penertiban WNA yang Langgar Aturan Hukum Keimigrasian

Rabu, 2 September 2026 - 00:34 WIB

Prabowo Kumpulkan Jajaran Kabinet di Hambalang Bahas Situasi Nasional

Rabu, 2 September 2026 - 00:26 WIB

Polri Dapat Tambahan Anggaran 66 Triliun Tahun Anggaran 2027

Selasa, 1 September 2026 - 18:47 WIB

KPK Kembangkan Operasi Senyap, Pejabat Daerah Tunggu Giliran Terjaring OTT

Berita Terbaru

Opini

Dua Jalan Kemandirian Ekopol Negara Kita

Rabu, 2 Sep 2026 - 16:31 WIB