Teheran, Media Karya | Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Israel secara aktif menyabotase upaya diplomasi dengan Amerika Serikat. Dia menyebut Zionis sebagai penghalang utama bagi tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang langgeng dengan AS. Pernyataan itu dilaporkan kantor berita IRNA. “Rezim Zionis adalah dan tetap menjadi penentang serta penghalang terbesar bagi pelaksanaan nota kesepahaman tersebut. Mereka mengerahkan segala upaya untuk mencegah tercapainya kesepakatan itu, menggagalkan kesepakatan tersebut, dan menghalangi pelaksanaannya,” ujarnya.
Araghchi menambahkan tuntutan Trump agar Iran melakukan “penyerahan diri tanpa syarat” tidak terwujud, karena Teheran pada akhirnya menerima gencatan senjata dan melakukan negosiasi dengan AS berdasarkan ketentuan mereka sendiri.
Menurut laporan tersebut, Araghchi mengatakan pihak-pihak yang sebelumnya “menginginkan penyerahan diri tanpa syarat, tak lama setelah perang dimulai, justru memohon-mohon untuk bernegosiasi.” “Kamilah yang menyatakan tidak akan menerima gencatan senjata dan melanjutkan perang hingga mencapai titik di mana mereka akhirnya menerima gencatan senjata serta negosiasi sesuai dengan ketentuan Iran,” katanya.
Sementara itu, Ketua Parlemen sekaligus negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dijadwalkan tiba di Baghdad pada hari Rabu untuk memimpin delegasi tingkat tinggi dalam pembicaraan dengan para pemimpin Irak mengenai perkembangan kawasan dan kerja sama bilateral strategis, menurut laporan media pemerintah.
Pembahasan tersebut akan mencakup bidang-bidang utama seperti keamanan perbatasan, inisiatif kontra-terorisme, perluasan kemitraan ekonomi, dan pelaksanaan kesepakatan yang sudah ada. Menurut media Irak, agenda pertemuan tersebut juga diperkirakan akan mencakup usulan terkait ekspor minyak Irak melalui Selat Hormuz.










