Mesin Negara di Balik Kesuksesan Agenda Besar Prabowo

- Editor

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, R. Haidar Alwi. (Ist)

Pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, R. Haidar Alwi. (Ist)

Oleh: R. Haidar Alwi

Presiden Prabowo Subianto memasuki masa awal pemerintahannya dengan agenda besar yang menuntut eksekusi cepat dan disiplin tinggi, terutama pada dua program prioritas: ketahanan pangan (khususnya swasembada beras dan jagung), serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam konteks ini, Presiden Prabowo dapat dikatakan berada dalam posisi yang relatif beruntung karena memiliki Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sosok yang mampu menerjemahkan visi politik presiden ke dalam kerja institusional yang konkret dan terukur.

Di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tidak lagi tampil semata-mata sebagai lembaga penegak hukum, tetapi sebagai aktor negara yang aktif dalam agenda pembangunan nasional.

Fakta di lapangan secara konsisten menunjukkan bagaimana Polri dilibatkan secara langsung dalam program ketahanan pangan, terutama melalui program penanaman jagung dan padi berskala nasional. Keterlibatan ini bukan simbolik, melainkan operasional. Mulai dari pembukaan lahan, pendampingan petani, hingga pengamanan proses produksi dan distribusi.

Model keterlibatan Polri dalam sektor pangan mencerminkan pendekatan kepemimpinan Kapolri yang adaptif terhadap kebutuhan pemerintahan. Ketahanan pangan dipahami bukan sekadar urusan pertanian, tetapi sebagai fondasi stabilitas nasional.

Dalam kerangka tersebut, Polri berfungsi sebagai pendongkrak kebijakan, memastikan program swasembada berjalan tanpa gangguan sosial, konflik lahan, maupun hambatan non-teknis di lapangan. Kehadiran institusi dengan struktur komando nasional dan jangkauan hingga ke desa menjadi aset strategis bagi Presiden Prabowo dalam mencapai target swasembada pangan.

Peran serupa juga terlihat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Di bawah koordinasi Kapolri, Polri terlibat aktif dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi tulang punggung pendistribusikan makanan bergizi di berbagai daerah.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa jaringan dan kapasitas logistik Polri memungkinkan program ini dijalankan secara cepat, seragam, dan relatif teratur, sebuah tantangan besar bagi program dengan skala nasional dan mencakup jutaan penerima manfaat.

Baca Juga:  Peduli Pendidikan di Daerah 3T, Autodesk ASEAN, Cahayatama Indonesia dan Kementerian ATR/BPN Salurkan CSR

Keterlibatan Polri dalam MBG menegaskan bahwa program ini tidak dianggap sebagai proyek sektoral semata, melainkan sebagai kebijakan strategis negara. Dengan Polri berada di dalam rantai pelaksanaan, negara hadir secara langsung dalam menjamin ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat.

Hal ini menampilkan keselarasan visi antara Presiden Prabowo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Bahawa negara harus kuat, operasional, dan tidak ragu menggunakan seluruh instrumen kelembagaannya untuk memastikan program prioritas berjalan efektif.

Dukungan terbuka Presiden Prabowo terhadap peran Polri semakin menegaskan hubungan kerja yang solid antara kepala negara dan pimpinan kepolisian. Apresiasi presiden terhadap keterlibatan Polri dalam penanaman jagung dan padi serta MBG bukan sekadar pujian pribadi, melainkan sinyal politik bahwa Polri dipandang sebagai mitra strategis pemerintahan.

Dalam konteks ini, kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit memberikan keuntungan politik dan administratif bagi Presiden Prabowo. Stabilitas internal Polri terjaga, arah kebijakan jelas, dan mesin institusi bergerak sejalan dengan agenda nasional.

Citra Polri berkembang menjadi institusi yang semakin multidimensi. Di bawah kepemimpinan Kapolri saat ini, Polri diposisikan bukan hanya sebagai penjaga keamanan, namun sebagai bagian dari solusi atas permasalahan struktural bangsa. Mulai dari pangan hingga gizi. Transformasi ini memperkuat narasi pemerintahan Prabowo tentang negara yang hadir secara nyata, tidak absen, dan tidak hanya mengandalkan mekanisme pasar atau birokrasi sipil semata.

Dengan demikian, peran Polri dalam menyukseskan ketahanan pangan dan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat lepas dari kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Bagi Presiden Prabowo, memiliki Kapolri yang mampu bergerak cepat, loyal pada agenda negara, dan efektif menggerakkan institusi sebesar Polri merupakan modal penting dalam memastikan program-program prioritas tidak berhenti pada tataran janji politik, namun benar-benar terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Penulis: Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara
Dua Wajah Penyimpangan Anggaran di Pemkab Pamekasan: Antara Siluman dan Jual Beli Hibah
Purbaya Terlengser: Pertarungan Haq – Bathil?
KM Virgo Terbalik, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari, Brigjen Pol. Hastry Kerahkan Tim DVI
Pencetak Rekor di Golkar, Fahd Rafiq Penyandang Status Tersangka Hingga Ketiga Kali
Dukung KPK Usut Kasus Suap di ATR/BPN,  BPKN Imbau Penegakan Hukum Jangan Berhenti di Hilir
Ratusan Miliar Rupiah Berhasil Diamankan, Kader Golkar Ini Ikut Terjaring OTT KPK
KPK Sita Uang Ratusan Miliar dalam OTT di Lingkungan ATR/BPN, Bukti Ketidakadilan Makin Nyata

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 11:08 WIB

FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara

Rabu, 16 September 2026 - 06:27 WIB

Dua Wajah Penyimpangan Anggaran di Pemkab Pamekasan: Antara Siluman dan Jual Beli Hibah

Rabu, 16 September 2026 - 06:02 WIB

Purbaya Terlengser: Pertarungan Haq – Bathil?

Selasa, 15 September 2026 - 22:30 WIB

KM Virgo Terbalik, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari, Brigjen Pol. Hastry Kerahkan Tim DVI

Selasa, 15 September 2026 - 19:49 WIB

Pencetak Rekor di Golkar, Fahd Rafiq Penyandang Status Tersangka Hingga Ketiga Kali

Berita Terbaru

Nasional

DPR Alokasi 23 T Untuk Gaji PPPK APBN 2027

Kamis, 17 Sep 2026 - 00:40 WIB

Nasional

Prabowo Bertekad Beli Ratusan Pesawat Mitigasi Bencana Alam

Rabu, 16 Sep 2026 - 23:41 WIB