Prabu PL Desak PSEL Harus Jadi Terobosan Nyata, Bukan Retorika

- Editor

Jumat, 9 Januari 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Umum Prabu PL Rido Satriyo

Sekretaris Umum Prabu PL Rido Satriyo

BEKASI, Mediakarya – Organisasi sipil nirlaba Prabu Peduli Lingkungan (Prabu PL) menilai berbagai program pengurangan sampah yang ada saat ini hanya berjalan di permukaan dan belum menyentuh akar permasalahan.

Sekretaris Umum Prabu PL Rido Satriyo mengatakan, meski banyak program pemberdayaan dan teknologi terkait pengurangan sampah telah dijalankan, kondisi di lapangan justru semakin mengkhawatirkan.

“Tempat pembuangan akhir (TPA) semakin penuh, antrian truk sampah membludak, sampah liar menjamur, pesisir pantai penuh dengan sampah. Sungguh ironis,” ujar Rido, dalam keterangan tertulis, Jum’at (9/1/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun Prabu PL di lapangan, kemacetan dan antrian panjang truk sampah masih menjadi pemandangan sehari-hari di TPA Burangkeng, TPA Sumurbatu, hingga TPST Bantargebang. Truk-truk sampah tersebut kesulitan membuang sampah ke zona open dumping.
Selain itu, polemik sampah di Tangerang Selatan hingga kini masih menjadi masalah pelik yang tak kunjung usai.

“Ini membuktikan bahwa selama bertahun-tahun tidak ada keseriusan dan upaya preventif (pencegahan) dalam menjaga keseimbangan antara output (hasil) produksi sampah dengan proses pengurangannya,” kata Rido.

Dia menambahkan, kondisi di lapangan menunjukkan pemerintah daerah belum serius menangani persoalan sampah dan memulihkan lingkungan yang telah lama tercemar.

Dia juga mengingatkan, pemerintah tidak boleh hanya fokus pada pengurangan sampah saja, melainkan juga harus memperhatikan hak warga sekitar TPA untuk hidup sehat.

Baca Juga:  Prabu Peduli Lingkungan Apresiasi Fortala yang Soroti Persoalan TPA Burangkeng

“Berbagai persoalan ini muncul karena sistem pengelolaan sampah yang masih carut-marut,” ungkap Rido. Dia menegaskan bahwa kekacauan pengelolaan sampah saat ini menuntut reformasi birokrasi secara total dan profesional, mulai dari hulu hingga hilir. Selain itu, teknologi pemusnah sampah skala besar sangat diperlukan, namun harus tetap ramah lingkungan dan berpihak pada kearifan lokal.

Untuk itu, Rido berharap rencana pembangunan proyek waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) bisa menjadi terobosan nyata mengatasi kebuntuan pengelolaan sampah.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah terobosan nyata, bukan sekadar retorika dan pencitraan. Jika PSEL memang bisa mengurangi sampah secara signifikan, segera bangun dan buktikan kepada publik,” tegas Rido.

Menurutnya, teknologi itu juga harus memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya warga sekitar TPA yang terus terdampak akibat gunung sampah yang kian tinggi.

Di samping itu, jika PSEL terbukti efektif, pemerintah juga harus melibatkan masyarakat melalui program pengembangan komunitas (community development). Program ini akan mendukung perbaikan tata kelola sampah yang modern sekaligus humanis.

“Pendampingan komunitas dengan tim independen juga sangat penting untuk mencegah oknum pemain lama mengintervensi, sehingga program strategis bisa tepat sasaran,” pungkas Rido. (Supri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total
Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum
Komisi III DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Koruptor Mulai Ketar-Ketir
BPD Bekukan Panitia Pilkades Burangkeng usai Didemo Warga
Aliran Kali Yang Jadi Sumber Air Baku Tirta Patriot Tercemar Dan Berbau
Diskominfostandi Kota Bekasi Diminta Buka Data Anggaran Kerja Sama Media
Meski KTP Masih di Desa Ciledug, Warga Ini Terancam Tak Bisa Memilih di Pilkades
Lantik Amos Hutauruk Cs, Munjirin Ajak Korps Alumni KNPI Jaktim Sinergi Bangun Jakarta

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Komisi III DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Koruptor Mulai Ketar-Ketir

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:45 WIB

BPD Bekukan Panitia Pilkades Burangkeng usai Didemo Warga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Aliran Kali Yang Jadi Sumber Air Baku Tirta Patriot Tercemar Dan Berbau

Berita Terbaru