Rencana Pemerintah Menaikkan BBM Jenis Pertalite Dinilai Belum Tepat 

- Editor

Kamis, 21 April 2022 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SPBU (Foto: net)

SPBU (Foto: net)

JAKARTA, Mediakarya – Rencana pemerintah yang akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Pertalite dinilai kurang tepat, karena masyarakat masih belum pulih sepenuhnya pasca gelombang pandemi Covid-19 kemarin. 

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi VI DPR RI Intan Fauzi menyoroti dalam rapat antara Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI dengan dengan Eselon I Kementerian BUMN beserta Direksi PLN, Pertamina, PGN, Aviasi Pariwisata Indonesia, dan Angkasa Pura I, di Bali, baru-baru ini.

“Walaupun kita tahu bahwa subsidi itu besar, tapi seperti yang dikatakan (Anggota Komisi VI DPR RI) Pak Nyoman Parta, BUMN ini punya fungsi sosial juga, bukan hanya sekAdar mencari profit,” tegas  Intan Fauzi.

Selain itu, Anggota Fraksi Partai Amanat Nasioan (PAN) DPR RI itu juga menyoroti masalah siaga kelistrikan PLN pada sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (JAMALI). Intan menyebut masih kerap terjadi pemadaman listrik tanpa pemberitahuan, “Nah jangan sampai ini terjadi pada objek vital yang harus beroperasi 24 jam,” ucapnya.

Selanjutnya, legislator dapil Jawa Barat VI tersebut juga mempertanyakan waktu soft launching untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur. Intan menyebut, KEK Kesehatan Sanur seringkali dipaparkan oleh Kementerian BUMN, termasuk pada saat peluncuran Injourney, namun masih juga belum di-launching.

Baca Juga:  Antisipasi Menggilanya Omicron, Begini Saran CPPS Indonesia

“Bali itu sangat tergantung pada pariwisata, kedatangan turis asing. Oleh karena itu ini harus switch. Ekonominya adalah mendatangkan juga wisman lokal dalam rangka berobat, jangan sampai ini berkepanjangan, Ketika Covid-19 sudah menjadi endemi, sudah normal, ini masih juga master plan,” ujar Intan.

Senada dengan yang disampaikan Intan Fauzi, Anggota Komisi VI DPR RI Harris Turino, juga meminta pemerintah untuk tidak dulu menaikkan harga BBM jenis Pertalite. “Nanti tinggal diatur saja ke depannya untuk kendaraan-kendaraan yang memang (berhak) menggunakan pertalite, misalnya angkutan umum dan seterusnya, sementara seperti kendaraannya Bu Intan, Bu Evita (Anggota Komisi VI DPR RI) ya tentu ngapain di-kasih subsidi,” ujar politisi PDI-Perjuangan itu.

Selain itu, legislator dapil Jawa Tengah IX itu juga menyoroti perihal saham PGAS kepada jajaran direksi Perusahaan Gas Negara (PGN). Dirinya mengaku heran karena hingga kini hanya PGAS yang harga sahamnya belum Kembali ke titik sebelum krisis. 

“Ada apa dengan PGAS, Pak? Sekarang naik 1600, 1300 lagi, 1500 lalu 1300 lagi, sebenarnya fair value-nya di mana sih? Yang lain sudah lari kemana-mana dan banyak analis juga sudah mengarahkan di 2000-an, faktanya tidak pernah naik dari situ,” tandasnya. ***

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!
Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha
Penyadapan Prabowo Diduga Upaya Kudeta Antarkan Gibran Jadi RI-1 Demi Selamatkan Jokowi
Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi
Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan
Kelurahan Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta Rupiah, Bukti Keseriusan PAM JAYA Apresiasi Kontribusi Warga Jakarta
Tanggapi Polemik Ijazah Gibran, Prof Uceng: Mahasiswa Hukum Jadi Tak Ada Gunanya Belajar
Mendigitalkan Benteng Cukai, Menutup Celah Oknum

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 08:58 WIB

Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!

Rabu, 4 November 2026 - 05:13 WIB

Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha

Rabu, 4 November 2026 - 04:10 WIB

Penyadapan Prabowo Diduga Upaya Kudeta Antarkan Gibran Jadi RI-1 Demi Selamatkan Jokowi

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi

Selasa, 3 November 2026 - 07:37 WIB

Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan

Berita Terbaru