Reshuffle Kabinet Diniai Tak Berdampak pada Perbaikan Ekonomi

- Penulis

Sabtu, 13 September 2025 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah menteri saat dilantik di Istana Negara Jakarta, Senin (8/9/2025) Foto: Ist

Sejumlah menteri saat dilantik di Istana Negara Jakarta, Senin (8/9/2025) Foto: Ist

JAKARTA, Mediakarya – Publik menilai reshuffle kabinet yang belum lama ini dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto, tidak akan membawa perubahan besar bagi politik dan ekonomi Indonesia. Hal tersebut terungkap dalam diskusi yang diselenggarakan oleh INDEF.

Dalam analisisnya Peneliti Continuum Data Indonesia, Wahyu Tri Utomo mengungkapkan bahwa 64% netizen menilai pesimis terhadap resuffle yang dianggap tidak akan membawa perubahan besar.

“Karena masih ada beberapa menteri yang seharusnya juga ikut direshuffle, namun hingga saat ini masih menjabat,” kata Wahyu, Jumat (12/9/2025).

Selanjutnya, pubik mengkhawatirkan bahwa reshuffle hanya menjadi kelanjutan dari bagi-bagi jabatan di pemerintahan.

“Dari 64% netizen, 35% nya bersentimen positif. Itu berupa apresiasi terhadap reshuffle karena dinilai tokoh-tokoh yang diresufle memang pantas. Netizen pun berharap agar penggantinya akan berbuat yang lebih baik,” katanya.

Wahyu mengatakan, bahwa metode yang digunakan risetnya yakni dari tiktok twitter youtube, FB dan Instagram dari 8-9 September 2025.

“Setelah data dikumpulkan lalu dicoba menyaring data dari pengaruh media dan buzzer, lalu analisis disclosure, sentimen dan analisis perbincangan,” ungkap Wahyu.

Setidaknya ada 44.404 perbincangan di medsos, postingan dan komen sejak  8-9 Sept 2025. Dari data yang dikumpulkan, yang paling banyak adalah dari tiktok. Instagram paling sedikit. Temuan riset, sekitar 64% sentiment terhadap reshuffle adalah negatif.

Baca Juga:  Pemkab Karawang Belum Berencana Naikkan HET Gas Elpiji 3 Kilogram

“Itu karena netizen skeptis bahwa reshuffle akan membawa perubahan perbaikan. Di samping itu ada pertanyaan ihwal kualitas atau tidak,” beber Wahyu.

Di samping itu netizen juga menyoroti beberapa posisi Menteri di Kementerian yang seharusnya diganti, tapi ternyata tidak diganti.

“Yaitu Menteri HAM dan Kapolri. Itu disebabkan karena terjadinya demonstrasi rusuh yan terjadi beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Pada momen demo itu, netizen beranggapan Menteri HAM kurang cekatan mengatasi beberapa peristiwa di aksi yang menurut netizen berpotensi menimbulkan pelanggaran HAM.

Sementraa, dalam risetnya, Kementerian Keuangan yang paling banyak dibahas. Sebagian besar terkait pemberhentian Sri Mulyani hingga kontroversi Menteri Keuangan Baru Purbaya, ihwal beberapa statemennya yang dinilai kurang pas.

“Netizen juga beranggapan reshuffle itu terkait upaya untuk menghentikan pengaruh dari geng Solo di pemerintahan Prabowo.

“Posisi menteri lain yang juga dimentioned adalah Menteri kehutanan, Menteri HAM, Menteri ESDM, hingga Menko Pangan,” tandasnya. (Edr)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Sebelum Bukti Bicara, Ruang Kebenaran Mulai Menyempit
Kopkar Forindo Siap Perkuat SDM dan Perlindungan Pekerja Industri Logistik Nasional
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Dipeluk, Bukan Dipukul
Dari Habibie hingga Prabowo, Nannie Hadi Tjahjanto Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SMA Pradita Dirgantara
Kapolri Diminta Evaluasi Kinerja Kapolda Riau, Dugaan Praktik Judi di Pekanbaru Disebut Masih Marak
BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini
Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:02 WIB

Sebelum Bukti Bicara, Ruang Kebenaran Mulai Menyempit

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:29 WIB

Kopkar Forindo Siap Perkuat SDM dan Perlindungan Pekerja Industri Logistik Nasional

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:10 WIB

Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:42 WIB

Dipeluk, Bukan Dipukul

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:00 WIB

Dari Habibie hingga Prabowo, Nannie Hadi Tjahjanto Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SMA Pradita Dirgantara

Berita Terbaru

Adi Suparto: Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik

Headline

Sebelum Bukti Bicara, Ruang Kebenaran Mulai Menyempit

Sabtu, 20 Jun 2026 - 22:02 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat didatangi para siswa SD di Jakarta.

DKI

Gubernur Pramono Genjot Pendidikan Gratis di Jakarta

Sabtu, 20 Jun 2026 - 14:34 WIB