Siloam Hospitals Sepanjangjaya Bekasi Ingatkan Kaum Adam Untuk Disunat

- Editor

Senin, 8 November 2021 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Spesialis Bedah Umum Rumah Sakit Siloam Sepanjangjaya, dr. Taufik Aziz, mengingatkan kepada kaum Adam untuk menjaga kesehatan dengan disunat

Dokter Spesialis Bedah Umum Rumah Sakit Siloam Sepanjangjaya, dr. Taufik Aziz, mengingatkan kepada kaum Adam untuk menjaga kesehatan dengan disunat

KOTA BEKASI, Mediakarya – Sunat, khitan atau sirkumsisi merupakan tindakan memotong atau menghilangkan kulit penutup depan dari organ penis (preputium).Tak hanya pada orang dewasa dan anak-anak, sunat atau sirkumsisi juga bisa dilakukan terhadap bayi.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) merekomendasikan sunat dilakukan pada anak laki-laki demi menjaga kesehatan. Kulit kulup yang tidak dibuang dapat beresiko menyebabkan penyakit kelamin dan saluran kencing. Untuk mencegah terjadinya hal ini, tindakan sunat sebagai solusinya.

Melalui edukasi kesehatan pada aplikasi Live Instagram, Dokter Spesialis Bedah Umum dari Siloam Hospitals Sepanjangjaya Bekasi, dokter Taufik Azis menjelaskan, Neonatus atau bayi boleh disunat, tapi umumnya disunat pada usia Sekolah Dasar (SD) antara umur 6-12 tahun.

“Dibeberapa negara, seperti misalnya di Mesir dan Indonesia bisa dilakukan tindakan sirkumsisi pada bayi dan bahkan sampai pada tingkat orang dewasa. Tindakan sirkumsisi dapat dilakukan dimana saja, misalnya acara bakti sosial, klinik dan di rumah sakit,” tegasnya.

Menurut dia, yang terpenting adalah prinsip aseptik antiseptik, sterilisasi alat, sterilisasi tindakan, sarana dan prasarana yang baik.

“Hal ini untuk mencegah terjadinya infeksi pasca tindakan dan resiko perdarahan,” tutur dokter Taufik Aziz, Sp.B, menambahkan.

Secara jelas ia mengatakan, apa pentingnya disunat. Diungkapkannya, secara garis besar indikasi sunat atau sirkumsisi terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu indikasi sosial, medis dan keagamaan. Dalam sisi medis, sirkumsisi adalah tindakan membuang kulit bagian depan pada penis (preputium).

“WHO menyebutkan, bahwa sirkumsisi dapat mengurangi resiko penyakit menular seksual, karena kebersihan akan terjaga,” tuturnya.

Jika tidak dilakukan sirkumsisi, dapat terjadi smegma, yaitu penumpukkan kotoran yang terselip diantara kulit dan glands penis.

“Dan ini potensial terjadinya infeksi,” singkatnya.

Dijelaskannya pula, sunat dapat juga mencegah kejadian kanker penis. Kemudian untuk indikasi sosial banyak sekali dibeberapa belahan dunia, seperti suku Aborigin dan juga Mesir kuno dilakukan tindakan sirkumsisi walaupun peradabannya sudah lama dan tehniknya pun mungkin berbeda dengan sekarang.

Untuk indikasi agama ada yang mewajibkan sunat ini, misalnya di Islam, tetapi sekarang pun sudah banyak non Islam pun melakukan sunat ini karena indikasi kesehatan.

“Pada keadaan FIMOSIS, yaitu lubang kulup pada saluran kencing yang menyempit, sehingga anak kesulitan pada saat melakukan buang air kecil,” paparnya.

Sehingga nantinya, hal ini akan menyebabkan infeksi pada saluran kemih bahkan akan menyebabkan kondisi anak menjadi demam yang berulang.

“Untuk itu harus dilakukan sirkumsisi sedini mungkin,” ungkap dr. Taufik Aziz, menjelaskan.

Untuk teknik dalam sirkumsisi ini memang direkomendasikan adalah secara konvensional, yaitu dengan cara membuang kulit preputium atau kulit di ujung penis dengan cara menggunting atau membuang kulit kulup dan akan diukur panjang atau pendeknya, karena tidak boleh terlalu panjang ataupun terlalu pendek. Kemudian akan digunting secara melingkar baik ke kanan maupun ke kiri.

Baca Juga:  Universitas Bina Insani Bekasi Lakukan Penelitian Dan PKM MBKM 

“Prinsipnya adalah membuang kulit preputium atau di ujung kulit pada penis,” tekannya.

Keunggulan dari teknik ini dapat mencegah terjadinya trauma yang tidak diinginkan misalnya trauma pada glands (kepala penis), karena pada keadaan fimosis akan terjadi perlengketan antara kulit preposium dengan glens (kepala penis) dan perlengketan ini harus dilepaskan secara baik.

Dalam melakukan tindakan sirkumsisi akan dilakukan teknik dengan metode pembiusan, dengan cara bius lokal atau bius umum. Bius lokal, yaitu dengan memberikan blok anastesi lokal di pangkal penis agar terjadi baal di kulit preputium sehingga tidak terjadi nyeri.

Kemudian teknik dengan cara bius total atau narkose umum. Tindakan ini biasanya lebih nyaman bagi anak-anak, tidak merasa trauma ketakutan. Tindakan ini juga lebih direkomendasikan pada anak yang tidak kooperatif atau ketakutan.

Pasca operasi akan dilakukan pemberian obat analgetik yang dapat menghilangkan rasa nyeri dan pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi.

Selain diwajibkan dari sisi syariat agama Islam, walaupun saat ini sudah banyak dilakukan semua agama karena indikasi kesehatan, ternyata dari sisi medis banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh orang yang menjalani proses sunat, yaitu:

1. Sunat mengurangi risiko infeksi penyakit seksual menular seperti human papilloma virus (HPV) dan penyakit seksual menular seperti herpes atau sifilis dan lain-lain.

2. Mencegah terjadinya penyakit pada penis, seperti nyeri dan perlengketan dan menyempit kulup penis yang disebut fimosis.

Ia pun menuturkan, hal ini adalah kondisi saat kulup penis yang tidak disunat sulit untuk ditarik. Kondisi ini bisa menyebabkan radang pada kepala penis yang disebut balanitis.

Sehingga nantinya bisa mengurangi risiko infeksi saluran kemih. Infeksi ini umumnya lebih sering terjadi pada orang yang tidak menjalani sunat.

Selain itu, sunnat juga untuk mengurangi risiko kanker penis serta mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan. Risiko kanker serviks menurun pada wanita yang pasangannya telah menjalani prosedur sirkumsisi.

Bahkan dengan sunat akan membuat kesehatan penis lebih terjaga. Penis yang disunat lebih mudah dibersihkan, sehingga kesehatannya lebih terjamin dibandingkan yang tidak disunat sehingga bisa mencegah terjadinya peradangan, mengingat ujung penis merupakan tepat tumbuhnya bakteri dan jamur.

Pada sesi akhir edukasinya, dr. Taufik Aziz, Sp.B dari Siloam Hospitals Bekasi Sepanjangjaya menjelaskan beberapa hal yang harus dan dianjurkan untuk diperhatikan oleh orang yang baru disunat agar luka menjadi cepat sembuh, yaitu:

1. Menjaga kebersihan dan jangan basah, dan

2. Luka sunat memerlukan waktu sekitar 7-14 hari untuk sembuh.

Pemulihan setelah sirkumsisi akan lebih nyaman jika pasien tidak mengenakan celana dalam dan menggunakan celana yang longgar atau menggunakan celana dalam khusus sunat. Untuk mencegah penis menempel di celana.

“Selain kenyamanan dan keamanan, melakukan kontrol ke dokter tetap dilakukan guna memastikan kebersihan dan evaluasi luka,” pungkasnya. (apl)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Petugas Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Terbentur di Kawasan Elit
Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar
Pengelolaan Gedung Balai Rakyat Tak Dapat Kejelasan, Warga Desak Lurah Kayuringin dan Kepala BPKAD Segera Dicopot
Pemkot Bekasi Serahkan Pengelolaan Pasar Baru Bekasi Kepada PTMP
Tantangan Pengembangan TOD, Butuh Biaya Besar
Dihadapan Haji Ghoni Cs, Gubernur Pramono Berpesan Perkuat Peran Budaya Betawi Menuju Jakarta Kota Global
Pembangunan TOD, AHY; Saya Titip Kepada Pemkot Bekasi Agar Sesuai Peruntukannya
Kebakaran Lahap Sebuah Rumah Di Bekasi, Seorang Lansia Tewas
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:52 WIB

Petugas Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Terbentur di Kawasan Elit

Senin, 27 Juli 2026 - 10:42 WIB

Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:34 WIB

Pengelolaan Gedung Balai Rakyat Tak Dapat Kejelasan, Warga Desak Lurah Kayuringin dan Kepala BPKAD Segera Dicopot

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:48 WIB

Pemkot Bekasi Serahkan Pengelolaan Pasar Baru Bekasi Kepada PTMP

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:22 WIB

Tantangan Pengembangan TOD, Butuh Biaya Besar

Berita Terbaru

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus.

Ekonomi & Bisnis

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:37 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB